Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja

Kepala Sekolah Kesayangan Gadis Manja
Suka dan Duka


__ADS_3

Empat bulan pernikahan, Andre dan Nathalia kembali ke aktivitas awal mereka yaitu mengajar di SMA Kemuning.


Pagi yang cerah ditambah bunyi alarm membuat Nathalia terbangun dari tidur lelapnya. Ia menoleh ke arah suaminya yang masih tertidur pulas setelah pertempuran semalam. Pertempuran yang masih belum membuahkan hasil bahkan selama empat bulan ini.


Terkadang Nathalia sudah mengeluh dan menangis, ia takut jika ia tidak mampu memberi keturunan buat Andre. Namun meski merasakan hal yang sama seperti istrinya, Andre selalu mencoba menguatkan. Setiap malam sebelum memulai pertempuran mereka berdoa dan menanam harapan dalam hatinya, semoga bisa membuahkan hasil. Namun waktu belum berpihak pada mereka, sehingga sampai saat ini mereka masih seperti pengantin baru.


Nathalia menyingkapkan selimut yang menutupi tubuhnya, lalu tubuhnya ia condongkan pada suaminya. " Pagi sayang.." Sapa Nathalia sambil mengecup bibir Andre.


Andre perlahan membuka matanya sambil tersenyum, " Pagi juga sayang.." Balas Andre sambil membelai wajah Nathalia.


" Aku mau memasak dulu ya sayang.." Kata Nathalia lembut dibalas anggukan oleh Andre.


Nathalia pun bergegas cuci muka dan melangkah menuju dapur. Nathalia yang dahulu tidak bisa memasak dan bahkan menyalakan kompor saja ia tidak pernah, kini hal itu sudah menjadi rutinitasnya setiap pagi.


Ia menyiapkan makanan di meja dan mereka pun makan bersama.


*****


Pulang dari sekolah Andre dan Nathalia berencana untuk pergi ke sawah untuk membersihkan gulma padi. Mereka berangkat setelah makan siang.


" Yakin bisa mengerjakan ini?" Tanya Andre ragu.


" Gak akan bisa kalau gak dicoba kan?" Kata Nathalia.


"Iya juga sih.. 😊 Ya sudah, ayo!" Ajak Andre sambil menuntun Nathalia masuk ke sawah.


" Sekarang tunjukin gimana caranya?" Pinta Nathalia.


Andre pun mencabut gulma yang ada di sekitar padi, dan membenamkannya ke dalam lumpur. Itu dilakukan agar gulma yang membusuk bisa jadi pupuk untuk tanaman.


Nathalia pun mengikuti arahan dari Andre. Perlahan-lahan ia mulai bisa melakukannya.


" Bukannya gulma ini bisa disemprot biar mati ya?" Tanya Nathalia di sela-sela pekerjaannya.


" Bisa sih, tapi kualitas nya lebih baik kalau alami tanpa pestisida." Andre menanggapi.


Tidak terasa sore pun tiba, mereka akhirnya pulang ke rumah. Saat di perjalanan Nathalia dan Andre mengambil kelapa muda untuk diminum setelah sampai di rumah.


Malam sebelum tidur Nathalia duduk di tepi ranjang dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Hal itu membuat Andre perlahan mendekati Nathalia.


" Ada apa sayang?" Tanya Andre sambil merangkul Nathalia.


" Gini sayang, aku udah telat datang bulan. Tapi sudah dua hari ini ada darah yang keluar tapi dikit-dikit bangat kayak flek." Nathalia bercerita.


" Coba periksa ke bidan sayang." Andre memberi usul.

__ADS_1


" Kita tunggu beberapa hari lagi lah sayang, siapa tahu aku mau datang bulan." Ucap Nathalia.


Lima hari berlalu flek itu masih saja ada membuat Nathalia menjadi sedikit khawatir. Akhirnya Nathalia mengajak Andre untuk periksa ke bidan yang ada di desa tersebut.


" Sayang, temani aku ke bidan ya, soalnya sampai sekarang flek nya masih terus datang." Kata Nathalia.


" Ya sudah, kita berangkat sekarang.." Andre menyetujui permintaan Nathalia.


Segera Andre mengambil motor dan pergi bersama Nathalia menuju rumah bidan.


" Permisi..." Ucap Nathalia sambil mengetuk pintu rumah bidan yang mereka ingin temui.


Tak lama kemudian sang bidan muncul dengan tersenyum ramah.


" Ehhh, dek Nathalia dan Andre rupanya. Silahkan masuk.! " Bidan mempersilahkan dengan ramah.


Andre dan Nathalia pun masuk ke dalam rumah tersebut .


" Tumben malam-malam datang kesini, ada apa nih?" Tanya bidan.


Nathalia pun menjelaskan segala keluhan yang ia alami, dan bidan tersebut mendengarkan dengan antusias .


" Kalau memang sudah telat, bisa jadi kamu hamil. Tapi kok ada flek yah? Untuk memastikan gimana kalau kita testpack?" Bidan memberi usul.


" Boleh , kak." Jawab Nathalia setuju.


Nathalia dan Andre pun mengikuti bidan dengan perasaan bahagia dan cemas . Bahagia karena kemungkinan Nathalia hamil dan cemas karena flek yang datang selama 5 hari ini.


" Sekarang dik Lia kencing dan tampung disini ya.." Ucap bidan sembari memberi wadah kecil.


Nathalia pun mengambil wadah tersebut dan berlalu ke kamar mandi.


Setelah beberapa saat, Nathalia kembali dengan wadah kecil berisi urin miliknya. Bidan pun membuka bungkus testpack dan meletakkan testpack tersebut ke dalam wadah.


Setelah menunggu beberapa saat , Bidan pun mengambilnya dan melihat hasilnya.


" Ini garis dua loh.." Ucap sang bidan menunjukkan pada Andre dan Nathalia.


Perasaan bahagia seketika meliputi hati Nathalia dan Andre.


" Berarti kamu hamil dong.. Tapi kenapa ada flek yang keluar yah? Apa kamu kerja berat akhir-akhir ini?" Tanya bidan.


" Saya kerja di sawah kak." Jawab Nathalia.


" Oh, pantas saja dek. Ini bahaya loh buat janin kamu.." Ucap sang bidan.

__ADS_1


" Jadi aku harus gimana kak?" Tanya Nathalia antusias.


" Untuk saat ini, kamu harus istirahat total yah, jangan banyak gerak dulu. Kalau bisa kerjamu baring aja dulu. Dan ini ada obat penambah darah dan penguat rahim, nanti diminum ya." Jelas bidan.


" Baik kak. " Ucap Nathalia lesu.


" Satu lagi, jangan terlalu banyak pikiran, ini tidak akan baik untuk kesehatan janinmu." Tambah bidan.


Akhirnya, Nathalia dan Andre pulang, perasaan bahagia dan khawatir bercampur aduk dalam hati mereka.


Sampai di rumah, Nathalia langsung masuk ke dalam kamar tanpa menyapa Ratih dan Tania yang sedang asik menonton sinetron di Televisi.


" Kalian habis darimana,Nak? Kenapa Nak Lia kelihatan sedih ? Tidak biasanya juga dia tidak menghiraukan kami disini." Tanya Ratih.


Andre memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam, lalu duduk di samping Ratih .


" Ada apa , Nak?" Tanya Ratih lagi. Melihat gurat kecemasan di wajah Andre membuat Ratih yakin bahwa pasti telah terjadi sesuatu.


"Lia..." Andre tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Jika hanya kabar baik mungkin ia akan dengan cepat menjawabnya, tapi masalahnya ada kabar buruk juga yang harus ia sampaikan.


" Jangan buat mama panik,Ndre. Katakan apa yang terjadi!" Ratih menjadi semakin tidak sabar.


" Lia, hamil Ma." Ucap Andre.


" Serius kak? Asik... Akhirnya punya ponakan juga.." Tania yang sedari tadi hanya diam menantikan jawaban Andre menyahut dengan penuh bahagia. Membayangkan ia akan merawat ponakannya membuat dia merasa gemas.


" Berarti itu kabar baik dong, Nak. Kenapa wajah kamu malah terlihat sedih seperti itu?" Ratih menjadi penasaran dengan ekspresi Andre yang bersedih dengan kabar gembira.


" Itu kabar baiknya, Ma. Masalahnya ada kabar buruk juga yang harus kita terima." Ucap Andre.


" Kabar buruk apa maksudmu, Ndre?" Tanya Ratih mulai khawatir.


" Lia..." Lagi-lagi Andre tidak mampu melanjutkan kata-katanya.


" Jangan buat mama pusing dan panik dong ,Nak." Pinta Ratih.


" Lia mengalami flek Ma.." Andre akhirnya bisa mengatakannya.


" Apa? Trus gimana Ndre?"


" Lia harus istirahat total Ma. Kak bidan juga sudah kasih obat , nanti aku suruh Lia buat minum." Jelas Andre.


" Semoga tidak terjadi hal buruk ya Nak.. Lagian kalian juga, udah tahu hamil 🤰 kenapa malah kerja berat? " Tegur Ratih.


" Kami baru tahu Ma kalau Lia lagi hamil." Sesal Andre.

__ADS_1


" Ya sudah, kita berdoa saja supaya Lia bisa kuat. Sekarang kamu kasih dia minum obat gih, dan hibur dia. Kayaknya nak Lia sedang sangat bersedih, Mama besok aja bicaranya sama Nak Lia." Suruh Ratih.


" Baik Ma. Andre ke atas dulu. " Andre meninggalkan Ratih dan Tanis yang juga cemas. Tidak lupa ia mengambil air minum dari dapur agar Nathalia meminum obat dari bidan tadi .


__ADS_2