Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
100


__ADS_3

Putri dan Rehan menghampiri Oma Raena,dan duduk di ruangan tengah.


" Ada apa,Oma kesini " Tanya Rehan


Rehan sengaja memanggil Mama Raena dengan sebutan Oma,karena untuk mengajarkan Raynad untuk memanggil Oma.


" Oma ingin bertemu dengan cucu,,Oma yang ganteng ini " Ucap Oma Raena mencubi pipi Raynad


" Kebetulan banget,Rehan mau pergi ke Lamongan.Jadi Oma temenin Mama Putri sama Raynad dirumah yah " Ucap Rehan


" Ada perjalanan bisnis lagi " Tanya Oma Raena


" Bukan Oma,mau beli soto Lamongan buat Putri " Ucap Rehan


" Kamu ngidam aneh kagi,Put " Tanya Oma Raena melihat ke arah Putri


" Gak aneh ko Oma,cuma pingin soto Lamongan aja " Ucap Putri


" Iya,tapi sotonya harus dari Lamongan langsung " Sindir Rehan


" Mas Rehan,gak mau beliin " Ucap Putri cemberut


" Mau ko sayang,ya udah aku pergi dulu yah " Ucap Rehan


" Hati-hati ya,Mas " Ucap Putri


" Iya " Ucap Rehan


Rehan sudah mengirim pesan untuk Tio,kalau dia tidak ke kantor karena harus menuruti permintaan Putri.Tio juga sudah memakluminya karena bukan cuma satu atau dua kali tapi sering,Rehan tidak masuk ke kantor karena menyangkut ngidamnya Putri.


Rehan ke Lamongan menggunakan pesawat pribadi,untuk permudah perjalanannya.


" Apa sudah tau jenis kelaminnya " Tanya Oma Raena


" Belom Oma,dua Minggu lagi baru bisa mengetahui jenis kelaminnya " Ucap Putri


"Oh gitu, Raynad ingin punya adik cewek apa cowok " Tanya Oma Raena


" Tecelah " Ucap Raynad


" Terserah,jadi gak masalah kalau Dede bayinya cewek " Tanya Oma Raena


" Iya " Ucap Raynad singkat jelas dan padat


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari terus berjalan tidak terasa kehamilan Putri sudah memasuki sembilan Bulan, kini tinggal hitungan hari Putri akan melahirkan anak ke dua.


Anak kedua Rehan dan Putri berjenis kelamin perempuan,Semua orang sangat bahagia saat mengetahui berjenis kelamin perempuan.


Jadi mereka sudah mempunyai sepasang cucu perempuan dan laki-laki.Rehan dan Putri sudah sepakat kalau anak kedua berjenis kelami perempuannya,mereka tidak akan mempunyai anak lagi.

__ADS_1


Sudah cukup mempunya dua anak,karena Rehan merasa kasihan melihat Putri kesakitan saat melahirkan anak-anak nya.Putri juga tidak masalah kalau itu yang diinginkan oleh Rehan.


Raynad semakin hari semakin tambah pintar,apa lagi saat mengetahui kalau adiknya akan lahir Raynad selalu membantu mama Putri dan tidak pernah merepotkan Mama Putri ataupun Oma Raena.


Dengan usia yang baru akan menginjak enam tahun,tapi Raynad sudah mempunyai pemikiran yang dewasa dibandingkan dengan umurnya yang masih dibilang jauh dari kata dewasa.


Karena hari kelahiran anak kedua semakin dekat,Rehan tidak pergi ke kantor.Rehan bekerja dari rumah karena takut jika sewaktu waktu Putri mengalami kontraksi,jadi Rehan memutuskan bekerja dari Rumah.


Toh Tio bisa menghendel perusahaan dengan baik.Tiba-tiba saat Putri sedang makan perutnya terasa sakit,tapi Putri tidak panik karena ia sudah merasakan saat kehamilan Raynad.


Putri sebisa mungkin menahan rasa sakit yang setiap sepuluh menit akan muncul.Putri menghampiri Rehan yang ada di ruangan kerja.


" Mas " Ucap Putri saat membuka pintu ruangan kerja Rehan


" Iya sayang ada apa " Tanya Rehan ia langsung menghentikan aktivitasnya dan menghampiri Putri


" Perut ku sakit Mas, sepertinya akan melahirkan" Ucap Putri memegangi perutnya yang terasa sakit lagi


" Haa mau melahirkan,ya sudah kita kerumah sakit sekarang " Ucap Rehan langsung menganggat tubuh Putri untuk menuju ke ruangan Tengah


" Mas turunin,aku berat " Ucap Putri di gendongan Rehan


" Tidak berat sayang,kamu diam aja " Ucap Rehan


" Mas jangan lupa kabarin Mama sama ibu " Ucap Putri


" Iya nanti,pas dijalan " Ucap Rehan


" Baik Pak " Ucap Bi Sum


" Sayang kamu tunggu disini dulu yah,Mas akan memanggil Raynad " Ucap Rehan


" Iya Mas,jangan lama lama " Ucap Putri


" Iya sayang,cuma sebentar ko " Ucap Rehan mengecup kepala Putri dan langsung naik ke atas untuk menghampiri Raynad


" Son,Mama mau melahirkan.Ikut Papa ke rumah sakit yuk " Ucap Rehan saat didalam kamar Raynad


" Dede bayi,mau keluar Pah " Tanya Raynad


" Iya,sekarang kita antar mama kerumah sakit " Ucap Rehan


" Iya " Ucap Raynad


Rehan menggandeng tangan Raynad menuruni anak tangga, mengahampiri Putri yang duduk di ruangan tengah.


" Sayang sini " Ucap Putri menjulurkan tangan untuk menyambut Raynad


Raynad pun menerima uluran tangan Putri,dan duduk disamping Putri.


" Ma,apa Dede bayinya mau keluar" Tanya Raynad

__ADS_1


" Iya sayang,sebentar lagi Dede bayinya akan keluar " Ucap Putri


" Auww,rasa sakit semakin terasa mas " Ucap Putri memegang perut


" Kita ke rumah sakit sekarang,Son kamu masuk ke mobil dulu dengan Bi Sum " Ucap Rehan


" Iya pak " Ucap Raynad langsung berjalan menuju ke mobil dimana Bi Sum sudah menunggu didepan mobil


Rehan menggendong Putri ke mobil,Rehan meletakan Putri di kursi belakang dengan sangat hati-hati.


Saat semuanya sudah siap, Putri langsung dilarikan ke Rumah Sakit waktu dulu ia melahirkan Raynad.Itu merupakan Rumah Sakit milik keluarga Rehan.


Setengah jam diperjalanan, Putri sudah berada di ruangan VVIP.Setelah diperiksa ternyata baru pembukaan tujuh jadi Putri harus menunggu untuk sampai membukakan sepuluh.


Dokter menyarankan agar Rehan bisa membantu untuk membuka jalan lahir bayi, seperti membantu Putri untuk jalan-jalan meskipun hanya di dalam ruangan.Itu bisa membantu untuk bayi turun ke bawah.


Mama Raena dan Ibu Eran sudah berada di rumah sakit.Sedangkan Bima dia tidak bisa datang karena ana mata kuliah.Semua orang sudah berkumpul di ruangan Putri,sesekali Oma Raena dan Oma Erna memberi Sarah untuk Putri agar bisa cepat pembukaan sepuluh.


" Rehan,kamu bantu Putri untuk jalan lahir bayi " Ucap Oma Raena


" Gimana caranya,Rehan tidak tau " Ucap Rehan


" Astaga,ko bisa kamu tidak tau tentang itu " Ucap Oma Raena menepuk jidat


Mama Raena mendekat ke Rehan dan membisikkan sesuatu,ia tidak mungkin langsung bicara karena ada Raynad disini.


Rehan yang mendengar saran dari Mama Raena,ia langsung mengerutkan dahinya.


" Apa bener Ma, caranya seperti itu " Tanya Rehan


" Benar, lakukan saja apa yang Mama bilang.Mama akan keluar" Ucap Raena


" Baik Ma,Rehan akan melakukan apa yang Mama sarankan " Ucap Rehan


Mama Raena Ibu Erna dan Raynad keluar dari ruangan itu saat semua sudah keluar,Rehan mengunci pintu terlebih dahulu sebelum memulai apa yang disarankan Mama Raena.


Rehan mengampiri Putri yang sedang duduk ditepi ranjang,ia mengelus perut buncit Putri dengan kasih sayang.


" Sayang,tadi mama kasih haran untuk membuat jalan lahir " Ucap Rehan


" Apa mas " Ucap Putri


" Katanya,kita harus melakukan senam kasur " Ucap Rehan


" Apaa,mama kasih saran seperti itu " Tanya Putri kaget


" Iya,dulu mama sama papa juga gitu " Ucap Rehan


" Gimana kamu mau,sayang " Tanya Rehan meminta persetujuan dari Putri terlebih dahulu


" Aku mau Mas,sudah lama kita tidak melakukan itu " Ucap Putri dengan malu malu pipinya langsung berubah merah karena ucapan nya barusan

__ADS_1


__ADS_2