
Rara yang sudah tau kalau tempat dia bekerja adalah milih Rehan.Rara sudah memutuskan untuk berhenti bekerja dan akan mencari pekerjaan lainya.
Kalau Rara masih tetap bekerja disana bisa dipastikan.Bram akan mengetahui keberadaan Rara.
Jadi hari ini adalah hari terakhir Rara bekerja di Restoran Star.Rara akan memulai kehidupan barunya di kota lain.
******
Dikediam Rehan
Putri yang baru saja mandi dan ia mengecak hendphon siapa tau ada pesan masuk,dan bener saja ada pesan dari Rara.
Putri membaca Pesan dari Rara,merasa bingung kenapa sahabat itu pergi tanpa memberitahu secara lagi melainkan lewat pesan singkat.
" Apa yang terjadi dengan Rara " Ucap Putri
" Ada apa sayang,ko muka mu begitu " Tany Rehan melihat istrinya yang sedang memegangi hendphon dengan raut wajah bingung
" Ini loh mas,Rara pergi tapi gak panik sama aku langsung" Ucap Putri memperlihatkannya isi pesan Rara ke Rehan
" Dia pergi kan ada urusan mendadak Sayang " Ucap Rehan memeluk pinggang ramping Putri
" Tapi kenapa tidak menunggu " Ucap Putri meresa sedih
" Sudah jangan sedih,kan kamu masih bisa bertemu dengannya sayang " Ucap Rehan
" Iya mas.Ya udah mandi gih mas aku mau ke kamar Raynad" Ucap Putri
" Mandi bareng yuk " Ajak Rehan
" Ih gak mau,aku masih nifas mas " Ucap Putri mengingat Rehan
" Emang kenapa,kan masih ada cara lain " Ucap Rehan dengan mengedipkan satu matanya
" Mass,aku gak mau yah.Sudah sana mandi " Ucap Putri mendorong Rehan udah menjauh
Putri pun langsung keluar dari kamar, Putri tidak mau lama-lama disana takut suaminya akan melakukan hal yang aneh.
Putri masuk ke kamar anaknya untuk membangunkan Raynad,karena sudah waktunya untuk mandi dan menyusu.
Semua orang sudah berada di meja makan sudah bersiap untuk sarapan.Tapi yang punya rumah belom juga menapakan batang hidungnya.
Sepuluh menit kemudian Rehan baru menampakkan batang hidungnya,tapi mereka tidak melihat Putri bersama Rehan.
Rehan pun duduk dengan santainya,Rehan tidak menyadari wajah Mama Reana yang mulai kesal.
" Kenapa kalian belom makan " Tanya Rehan
" Dasar anak nakal,kita semua nungguin kamu.Kenapa lama sekali turunnya dan dimana istrimu" Ucap Mama Reana dengan tatapan tajam
__ADS_1
" Putri ada dikamar Raynad sejak tadi " Ucap Rehan
" Panggil istri mu untuk makan,biarkan Bi Sum yang menjaga Raynad" Ucap Mama Raena
" Iya Ma " Jawab Rehan
Rehan pun naik ke atas untuk menyusul istinya.
" Sayang makan dulu yuk " Ucap Rehan yang sudah dibelakang Istrinya
" Bentar mas, Raynad sedang menyusu " Ucap Putri
" Berapa lama lagi " Tanya Rehan
" Lima menit lagi mas " Jawab Putri
Lima menit kemudian Putri sudah selesai memberikan asi ke Raynad.Raynad diberikan ke Bi Sum karena Putri akan sarapan terlebih dahulu.
Rehan dan Putri turun beriringan dengan bergandengan tangan, seperti pengantin baru saja.
Kini Putri sudah duduk tepat di samping Rehan.Mama Raena menyadari ada yang kurang dan ia baru ingat dengan Rara.
Sebenarnya Bram sejak tadi mencari keberadaan Rara,tapi dia tidak berani untuk bertanya.Karena yang mereka tau hubungan Rara dan Bram tidak cukup baik.
" Loh Rara dimana ,apa dia belom bangun " Ucap Mama Raena
" Pergi sejak kapan,ko Mama gak melihatnya " Tanya Mama Raean
" Iya nak,ibu juga tidak melihat Rara sejak tadi pagi " Tanya Bu Erna
" Rara bergi dari jam empat Bu,Ma " Ucap Putri
" Pagi sekali " Ucap Mama Raena dan Bu Erna bersama
" Katanya sih ada urusan mendadak " Ucap Putri
" Oh ya sudah,kita makan " Ucap Mama Raena
Kenapa pergi begitu saja,bahkan dia pergi sangat pagi.Apa jangan jangan dia sengaja untuk menghindari aku " Ucap Bram dalam hati
Tapi Bram langsung menepis pikiran itu,dia tidak mau memikirkan Rara.Bram pikir itu hanya pikiran dia yang hanya sesaat,Bram memilih untuk menepis mikirannya tentang Rara.
Rara sudah pergi dari kota ini.Rara sudah memutuskan untuk pergi ke kota Surabaya.Rara berencana akan membuat toko kue dikota itu.
Rara mempunyai keahlian membuat kue,tapi karena tidak dikembangkan oleh Rara.Tekat Rara sudah bulat dia akan memulai kehidupan barunya di kota baru.
" Kehidupan barumu akan dimulai,Rara " Ucap Rara dengan diri sendiri
Rara mencari sebuah ruko yang bisa sekaligus untuk tempat tinggal.Itu akan menghemat uang Rara.
__ADS_1
Rara sudah mendapatkan ruko dan ia akan memulai merenovasi ruko itu, seperti toko kue pada umumnya.
Satu Minggu sudah berlalu begitu saja.
Bram berencana akan pulang ke Prancis,karena di sudah terlalu lama di Indonesia.Rehan juga sudah mendesak Bram untuk kembali kesana.
Bram yang sudah memutuskan untuk kembali hari ini juga, menggunakan pesawat pribadi milik Rehan.
Bram sudah bertekad tidak kembali ke Indonesia untuk beberapa tahun kedapan,ia akan fukos dengan dunia nya.
Hari-hari Putri juga sangat bahagia ditambah kehadiran buah cintanya dengan Rehan.Raynad sudah mendapatkan pengasuh.
Putri sudah mempercayai pengasuh Raynad karena Putri sendiri yang memilihnya.Putri tidak mau sembarang untuk memilih pengasuh Raynad.
Rehan pun senang karena waktu kebersamaan dengan Putri semakin banyak.Bahkan sesekali Rehan mengajak Putri sekedar makan malam romantis.
Putri rasa apa yang dilakukan Rehan itu tidak pantas,karena mengingat kalau mereka sudah memiliki anak.
Baru satu anak bukan,jadi hal hal seperti itu masih sangat wajar.Apalagi bagi seorang suami itu wajib untuk menyenangkan istri,memanjakan bukan cuma senang di ranjang saja.
Ketika kita membahagiakan,memanjakan istri rezeki kita pasti akan terus mengalir.Rehan berpikir begitu
Toh hartanya sangat banyak,tidak akan habis jika hanya sekedar makan malam romantis dan memberikan kado untuk istri tercinta.
" Sayang " Ucap Rehan memeluk Putri dari belakang
" Iya mas " Ucap Putri
" Nanti malam,kita makan malam diluar yah " Ucap Rehan sembari mencium tengku leher Istri
Putri yang sudah terbiasa dengan ulah suami itu, dia tidak merasa terganggu.
" Kemarin kan sudah " Ucap Putri
" Itu kan Minggu kemarin sayang " Ucap Rehan
" Sama aja mas " Ucap Putri
" Tidak mau tau,nanti malam kita makan malam romantis" Ucap Rehan memutar tubuh Putri untuk menghadap dirinya
" Tapi mas.." Belom juga selesai bicara mulut Putri sudah dibungkam oleh bibir Rehan
Ya di kamar itu terjadi ciuman panas,tapi hanya sekedar ciuman Putri masih dalam masa nifas.
Rehan sudah melepaskan ciuman itu.
" Baiklah,nanti malam kita makan diluar" Ucap Putri pasrah
" Nanti malam dandan,yang cantik ya sayang " Ucap Rehan kembali mencium bibir Putri sekilas dan langsung pergi begitu saja
__ADS_1