Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
41


__ADS_3

Putri yang tidak mau Joko meninggal, gara-gara pukulan Rehan.Putri lari menghampiri Rehan dan memeluk tubuh Rehan dari belakang,dan berbisik di telingan Rehan.


" Pak Rehan,tolong hentikan aku mohon.Aku takut nanti pak Joko meninggal " Ucap Lirih Putri di telingan Rehan


Rehan yang mendengar,bisikan dari Putri.Seketika ia berhenti memukuli Joko,dan ia berbalik badan menghadap Putri.


" Aku tidak apa-apa" Ucap Rehan melihat ke wajah Putri


Putri menjawab dengan gelanggang,Rehan langsung memeluk Putri untuk merendahkan emosinya agar tidak terlepas.Dan entah kenapa setiap didekat Putri,emosi Rehan memudar begitu saja seperti Putri adalah obat penenang Rehan.


" Kenapa kamu masih di kotor,malam-malam " Tanya Rehan yang melepaskan pelukan Putri dan meyeka air mata yang menetes


" Aku baru pulang,dari Perusahaan YYY.Dan saat mau masuk ke lift ada yang menarik ku dari belakang" Ucap Putri menangis lagi mengingat kejadi yang barusan


" Sudah jangan menangis, aku tidak mau melihat mu menangis" Ucap Rehan lirih dan memeluk Putri


" Ayuk, kerungan ku dulu " Ucap Rehan dan di balas dengan anggukan


Rehan mengendong Putri untuk ke ruangan nya,saat sampai di ruangan Rehan mendukung Putri di sofa dan mengambil air untuk Putri.


" Minum lah,biar kamu tenang " Ucap Rehan menyodorkan gelas berisi air ke Putri


" Makasih " Ucap Putri dan ia meminum minuman yang diberikan Rehan


" Pak Rehan " Ucap Putri sedikit menunduk


" Iya kenapa" Ucap Rehan menatap Putri


" Makasih sudah menolong ku " Ucap Putri Lirih


" Iya sama-sama,lain kali kalau malam-malam jangan berjalan pergi sendirian " Ucap Rehan menasehati Putri


" Iya pak " Ucap Putri lirih


" Jadilah wanitaku " Ucap Rehan tegas menatap Putri


Putri yang terkejut dengan ucapan Rehan,ia termenung.


" *Apa yang dimaksud pak Rehan, dengan menjadi wanita ku " Guma Putri


Apa jangan-jangan,pak Rehan nembak aku.Ah tidak mungkin Putri,kau tidak usah bermimpi kalau pak Rehan ingin menjadi mu pacarnya*

__ADS_1


" Kenapa bengong,apa kamu tidak mau menjadi wanita ku " Ucap Rehan


" Pak Rehan,nembak aku " Tanya Putri


" Menurut kamu " Ucap Rehan dengan santai


" Kenapa pak Rehan,mengatakan perasaan disaat seperti ini.Ah tidak romantis " Celetuk Putri


" Apa kamu berharap aku memberikan bunga,saat mengantkan perasaan ku ke kamu " Tanya Rehan menggoda Putri


" Tidak " Ucap Putri


" Terus " Ucap Rehan mendekatkan wajahnya ke waja Putri


" Setidaknya Pak Rehan mengatakan,dengan kata yang romantis " Ucap Putri memajukan bibirnya


" Bukan seperti tadi,jadilah wanita ku.Ah sangat menyebalkan " Ucap Putri kesal


" Jadi gimana " Ucap Rehan yang menahan tawanya melihat expresi wajah lucu Putri


" Apanya " Ucap Putri memalingkan muka


" Mau tidak,jadi pacarku " Tanya Rehan denga sangat serius


" Kenapa " Ucap Rehan yang sudah tidak tahan


" Ee..." Belum selesai Putri berbicara


Hap


Rehan langsung melahap bibir mungil Putri,karena ia tidak tahan melihat birbi Putri yang sedang manyung itu karena menurut itu sangat imut dan seksi.Putri langsung membulat matanya,yang mendapatkan ciuman mendadak.Tapi tubuh Putri tidak menolak nya,bahkan Putri membalas ciuman Rehan dan itu membuat Rehan senang.Setalah cukup lama Rehan menjelajahi mulut dan bibir Putri,ia pun menyudahinya.


" Karena kau tidak menolak ciuman ku barusan,aku anggap kamu menerima untuk menjadi wanitaku " Ucap Rehan dengan senyum lebar


" Loh curang,gak bisa gitu.Aku kan belom mengatakannya " Protes Putri


" Oh kamu mau ku cium lagi " Ucap Rehan menggoda Putri


" Tidak mauu " Ucap Putri langsung menutup mulutnya


" Mau kan,jadi wanitaku " Ucap Rehan

__ADS_1


Putri menganggukan" Iya " Ucap Putri lirih


" Apaa,gak kedengaran.Suramu mu kecil sekali " Ucap Rehan berpura-pura tidak mendengar


" Iya aku mau,jadi pacarnya pak Rehan " Ucap Putri langsung menutupi wajahnya yang memerah itu


Rehan yang senang dengan jawaban Putri,ia langsung menarik Putri kedalam dekapannya.Dan Rehan mencium ujung kepala Putri.


" Aku sangat senang, akhirnya kau menjadi wanita ku " Ucap Lirih Rehan


" Benarkah" Ucap Putri mendongak ke wajah Rehan


" Iya " Ucap Rehan


" Sejak kapan Pak,Rehan mempunyai perasaan dengan ku " Tanya Putri menatap Rehan


" Entahlah,yang jelas aku sangat senang.Bisa mendapatkan mu " Ucap Rehan mempererat pelukannya


" Pak Rehan,aku ngantuk " Ucap Putri


" Jangan panggil aku dengan sebutan itu " Ucap Rehan Protes


" Kenapa " Ucap Putri bingung


" Sekarang kan,kau adalah wanita ku.Jadi panggil aku sayang " Ucap Rehan


" Tidak mau " Ucap Putri


" Kenapa" Tanya Rehan


" Sepertinya sangat mengelikan,aku panggil mas aja yah " Ucap Putri denga wajah imut


" Baiklah " Ucap Rehan mengecup sekila bibir Putri


" Sekarang kamu pergi ke kamar,dan istirahat" Ucap Rehan


" Dikamar " Ucap Putri bingung


" Iya,dibalik rak buku itu.Ada kamar " Ucap Rehan menunjukan rak buku bewarna hitam


Putri berjalan menghampiri rak Buku itu,dan benar saja saat Putri mendorong rak Buku itu ada sebuah kamar yang kucuo besar.

__ADS_1


" Kenapa ada kamar disini " Tanya Putri


" Untuk aku istirahat,kalau aku tidak pulang aku tidur disitu " Ucap Rehan menghampiri Putri


__ADS_2