
" Saya mohon, terimalah saya menjadi anak buah tuan " Ucap Bram memohon
" Atas dasar apa aku harus menerima kamu,untuk menjadi kamu anak buah saya " Tanya Rehan
" Saya ingin membalaskan dendam atas kematian orang tua saya " Ucap Bram dengan wajah penuh amarah
" Saya akan melakukan apa saja asalkan, saya bisa menjadi anak buah Tuan.Agar membalaskan dendam orang tua saya yang dibunuh oleh mereka " Ucap Bram
" Ikut saya ke mobil " Ucap Rehan
" Baik Tuan " Ucap Bram mengikuti Rehan masuk ke mobil
" Coba ceritakan apa yang terjadi di keluarga mu " Tanya Rehan saat didalam mobil
" Saya tidak tau apa yang sebenarnya terjadi ,saat saya pulang sekolah kedua orang tua saya sudah berlumuran darah dilantai " Cerita Bram
" Sebelum ayah saya meninggal ia menyebut nama Alex,dan menyampaikan bahwa saya mempunyai adik yang diambil oleh Alex " Ucap Bram
" Itu adalah pesan terakhir dari ayah saya " Ucap Bram dengan raut wajah yang sedih bercampur emosi yang memuncak
" Sepertinya orang tua kamu,punya masalah dengan Alex " Ucap Rehan
" Saya tidak tau " Ucap Bram
Rehan membawa Bram ke markas yang ada ditengah hutan belantara,Bram yang kebingungan
akan dibawa kemana .Sesampainya didepan markas Rehan menyuruh Bram untuk keluar dan ikut masuk ke dalam
__ADS_1
Saat Bram pertama kali masuk,ia sangat kebingungan dan bahkan ada sedikit rasa takut dihatinya.Pasalnya orang yang ada didalam markas,mengenakan pakaian serba hitam dan berbadan besar,denga raut wajah yang seram tanpa expreesi.
" Gak usah takut,orang yang ada disini anak buah saya " Ucap Rehan
" Tio bawa dia untuk latihan " Ucap Rehan ke Tio
" Baik " Ucap Tio
" Ikut saya " Ucap Tio ke Bram
" Latihan apa,kenapa saya dibawa kesini " Tanya Bram Ke Rehan
" Sudah kamu ikuti dia,kamu ingin membalas atas kematian orang tua kamu kan " Ucap Rehan
" Iya itu sudah pasti " Ucap Bram dengan tegas
membalaskan dendam kedua orangtuanya.
Tetapi sampai saat ini Bram,belom diberi kesempatan untuk membalaskan dendam atas kematian orangtuanya.Bram belom menemukan Alex,nama yang disebut oleh ayahnya,namun Bram tidak akan menyerah untuk menemukan orang yang telah membunuh kedua orangtuanya, bahkan memisahkan Bram dengan adik kandungnya.
Malam pun tiba
Rehan dan anak buahnya mulai menjalankan operasi untuk menyelidiki seseorang,Joy yang membawa mereka ke markas transaksi yang akan dilakukan setengah jam lagi.Sesampainya di tempat transaksi Bram memimpin jalan,Rehan Tio dan lainya mengikuti dari belakang bahkan ada yang beroencar.
" Itu mereka " Ucap Bram saat melihat dua orang yang sedang membahas sesuatu
" Apa barangnya sudah siap " Tanya orang dibalik tembok
__ADS_1
" Sudah,barang yang anda perlukan ada dikoper " Ucap orang berhode
" Bagus " Ucap Orang itu dan memberikan amplop coklat tebal yang berisi uang.
Orang berhode pun memberikan koper besar kepada orang tersebut, setelah transaksi selesai orang yang membeli barang langsung pergi begitu pun dengan orang yang berhode.
Rehan dan anak buahnya ditak langsung menangkap orang tersebut,Rehan akan mengikuti orang berhode ke tempat persembunyian mereka, karena Rehan dan Bram ingin menuntas sampai keakar akarnya.
Selama 2 jam mereka mengikuti orang tersebut,akhir sampai di markas mereka.Markas mereka cukup besar dan dijaga ketat,Bram menyuruh 3 anak buahnya untuk menyelinap ke dalam.
" Joy,dan kalian masuk kedalam " Ucap Bram
" Setelah masuk kamu rekam aktifitas yang ada didalam " Ucap Bram
" Baik Bos " Ucap Joy dan lainya
Bram dan dua rekanya masuk kedalam,ia melalu jendela yang ada dibelakang.Setibanya di dalam, Joy dan dua rekanya berpencar menyelurusuri setiap sudut yang ada didalam.
Saat Joy sedang berjalan diloroh ia mendengar suara wanita minta tolong disebuah ruangan,Joy pun penasaran dan masuk kedalam ruangan tersebut,kebetulan tidak ada yang menjaga di depan pintu ruangan tersebut.
Betapa terkejutnya Joy saat melihat isi ruangan tersebut
" Ruangan apa ini " Ucap Joy
" Kenapa ada banyak wanita yang dikurung " Ucap Joy yang kebingungan melihat banyak sekali wanita wanita muda yang didalam ruangan tersebut
" Tolong tolong saya " Ucap Wanita berbaju merah
__ADS_1
" Tolong lepaskan saya " Ucapnya lagi