
Rehan sudah berada di depan mobil sport miliki nya,ia pun membukan pintu untuk Putri.Putri masuk kedalam disusul Rehan,Rehan menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil sport itu dengan kecepatan sedang.Didalam mobil Putri terus memandang ke keluar dan senyum terukir di wajah cantik Putri.
Putri tersentuh dengan perlakuan Rehan ke dirinya,yang menurut Putri itu sangat romantis.Apa lagi malam ini Rehan terlihat sangat tampan dan gagah dengan balutan jas berwarna silver,senada dengan gaun yang Putri kenakan.
Rehan yang sekali mencuri curi pandang ke arah Putri,karena ia sangat terpesona dengan wanita disampingnya itu.Putri menyadari kalau Rehan,selalu melirik ke dirinya tapi Putri tidak berani untuk memanglingkan wanjah ke arah Rehan
Saat tiba di pesta,lagi-lagi Rehan mengulurkan tangan ke Putri.Dan Putri menerima uluran tangan itu,dan Rehan melingkar tangan Putri ke lengan nya.Agar mereka persis seperti pasang sungguhan,Mereka berdua menjadi sorotan para tamu yang ada disitu.
" Tampang banget laki-laki itu " Ucap wanita yang melihat Rehan
" Iya benar,adanya saja dia adalah pacar ku,ahhh pasti aku sangat beruntung " Ucap wanita yang disebelahnya
" Gak usah mimpi " Ucap wanita tadi
" Yeh gapapa kali " Ucap wanita samping
" Itu bukanya pak Rehan " Ucap Denis
" Iya betul, sepertinya pak Rehan membawa wanitanya " Ucap Orang sebelah Denis
" Sepertinya " Ucap Denis
" Pak Rehan " Denis memanggil Rehan dari kejauhan dan melambaikan tangan,Rehan yang melihatnya pun menghampiri Denis
" Selamat ya pak,ada perusahaan barunya " Ucap Rehan memberikan salam ke Denis
" Iya makasih pak " Ucap Denis
" Ini siapa pak,apa dia pacar anda " Ucap Denis dan melihat ke arah Putri
" Iya,dia wanita ku " Ucap Rehan dengan santai dan memberikan senyuman ke Putri
Duarr.....
Jantung Putri seakan hampir meledak, mendengar perkataan yang dikontarkan dari mulut Rehan.Putri menatap ke arah Rehan,untuk minta penjelasan dengan perkataan nya.
Rehan yang menyadari tatapan Putri,itu meminta penjelasan dengan perkataannya ia pun hanya tersenyum ke arah Putri.Dan melanjutkan obrolan dengan rekan bisnisnya,Tio yang baru sampai dan langsung menghampiri Rehan.
" Wah asisten Tio juga datang " Tanya Deni
__ADS_1
" Iya pak " Ucap Tio
Putri yang merasa bosan mendengar percakapan para laki-laki itu,dan kaki Putri juga merasa pegal. Karena malam hari ini Putri mengunak heels yang cukup tinggi,itu pertama kali menggunakan heels tinggi karena biasanya Putri mengunak heels pendek.Putri pun meminta ijin ke Rehan,untuk duduk di bangku kosong yang tak jauh dari mereka berdiri.
" Pak,aku boleh kebelakang.Kaki ku sangat sakit, rasanya aku ingin duduk " Ucap Putri mendekat ke Rehan dengan nada lirih
" Iya silahkan,asalkan jangan jauh-jauh dari pandang ku " Balas Rehan
" Iya pak,aku duduk dikursi itu " Ucap Putri dengan mata melihat ke kurus yang kosong dikuti sorot mata Rehan
" Baiklah " Ucap Rehan memberikan ijin ke Putri untuk pergi dari situ
" Wanita ada mau kenapa pak " Tanya Denis
" Di bosan mendengar percakapan kita,jadi dia memilih pergi " Ucap Rehan dengan tawa kecil
" Bener,pasti dia bosan " Ucap Desin dengan tawanya
Putri memilih untuk duduk dan meminum minuman yang diberikan pelayan, Putri juga melihat sekiliang yang dipenuhi dengan orang orang kaya dan terpandang.
" Apa ini yah,rasanya dikelilingi orang orang kaya dan terpandang" Ucap Putri
" Sepertinya sangat senang kalau,aku jadi orang kaya.Pasti bisa dikenal semua orang " Ucap Putri menghayal menjadi orang kaya
Sesekali Rehan melihat ke arah Putri,untuk memastikan apa kan wanita itu mana dan masih berada di pandangnya.Tio yang menyadari bosnya yang selalu melihat ke arah Putri,ia pun bisa menebak kalau bosnya itu mulai tertarik dengan Putri.
Sepertinya bos akan jatuh cinta,dengan wanita itu,Guman Tio dalam hati
Tiba-tiba suara berat memanggil Denis,suara itu adalah milik Gunawan dan membawa anak perempuannya.
" Pak Denis " Teriak Gunawa membuat para laki-laki itu menengok ke arah suara itu tak terkecuali Rehan
Angel yang melihat sosok laki-laki tampan, didepannya ia langsung terpesona dengan Rehan.Rehan yang menyadari tatapan itu,ia langsung memalingkan wajahnya.
" Wah...pak Gunawan, akhirnya datang juga " Ucap Denis bersalaman dengan Gunawan
" Tentu saja aku datang " Ucap Gunawan
" Pak Rehan juga datang " Ucap Gunawan saat melihat sosok Rehan disampingnya
__ADS_1
" Iya pak " Ucap Rehan datar
" Ini siapa pak Gunawan" Tanya Denis
" Oh ini anak saya pak " Ucap Gunawan
" Wah Anaknya Pak Gunawan,sangat cantik " Ucap Denis menuji kecantikan anak Gunawan
" Ah Pak Denis bisa aja " Ucap Gunawan
" Angel ini pak Denis, pemilik perusahaan xxx yang baru dibuka.Dan ini pak Rehan pemilik perusahaan R.A Group " Ucap Gunawan memperkenalkan rekannya ke Angel
" Malam pak Denis,malam Pak Rehan " Ucap Angel dengan senyuman yang sangat manis
Angel pun mengulurkan tangan ke Rehan,tapi Rehan mengabaikanya.Angel pun menarik lagi tangannya,agar tidak merasa malu.
" Angel berbicara lah dengan Pak Rehan " Ucap Gunawan menyuruh anaknya untuk mengobrol denga Rehan,karena ia ingin Anaknya bisa dekat dengan Rehan
" Baik,yah " Ucap Angel
Angel pun mengubah posisi berdiri ke samping Rehan,ia pun mempelkan gunung miliknya ke lengan Rehan.Ia sengaja ingin mengoda Rehan,laki-laki masih sih yang tidak tergoda dengan keindahan duniawi itu,,,Ehh tidak dengan Rehan.Rehan justru jijik dengan tingkah Angel,Rehan pun sedikit menjauh dari Angel.
" Apa pak Rehan haus " Tanya Angel
" Tidak " Ucap Rehan dingin
" Biar saya ambilkan" Ucap Angel yang berusaha mendekati Rehan
" Tidak perlu " Ucap Rehan yang sudah merasa rusuh denga tingkah Angel
Rehan memutuskan untuk pergi dari pesta itu " Tuan Desin, seperti saya akan pulang terlebih dahulu " Ucap Rehan pamit dengan Denis
" Loh kenapa pak, pestanya belom selesai" Ucap Denis
" Saya ada urusan mendadak,kalau ada sesuatu yang penting bisa bicara dengan asisten saya pak " Ucap Rehan
" Baiklah kalau,pan Rehan ingin oulang.Makasih sudah datang ke pesta ku " Ucap Denis
" Iya pak " Ucap Rehan dan pergi
__ADS_1
Angel yang melihat Rehan pergi,merasa kesal apa lagi dengan sikap Rehan yang cuke denganya.Rehan menghampiri Putri,yang lagi asik memakan kue yang baru saja ia ambil karena Putri merasa lapar.