Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
91


__ADS_3

Rara pun mempunyai ide jahat.Rara melihat sekeliling untuk memastikan kalau tidak ada orang disana.


Rara berjongkok dan mulai mengempeskan ban mobil itu.Bukan hanya satu bahkan ban mobil itu dibalut kempes semua oleh Rara.


Rara senyum senyum sendiri saat melakukan aksinya itu.Rara membayangkan bagaimana ekspresi pemilik mobil itu saat tau kalau ban mobilnya kempes.


Rara sangat puas dengan apa yang dia lakukan.


" Rasain,dasar laki-laki mesum " Ucap Rara


" Rara kamu sedang apa disana " Ucap Putri yang leihat Rara berdiri di samping mobil Bram


" Ah tidak ada,tapi ada tikus lewat " Ucap Rara berbohong dan ia berusaha bersikap biasa saja


" Tikus,ko bisa ada tikus " Ucap Putri bingung


Pasalnya selama dia tinggal dirumah ini.Putri belom pernah bertemu tikus,lalat pun tidak pernah Putri lihat.


" Tikusya sudah pergi,sudah ku usir " Ucap Rara


" Ya sudah sini masuk " Ucap Putri


" Ah iya " Ucap Rara menghampiri Putri dan ia langsung memeluk sahabatnya itu


" Aku kangen banget dengan mu " Ucap Rara


" Aku juga kangen sama kamu,Ra " Ucap Putri


" Kenapa kamu tidak memberitahu ku,kalau kau sudah melahirkan" Ucap Rara langsung mengintrogasi Putri


" Maaf aku lupa,saat itu aku sangat sibuk dan tidak sempat memegang hendphon" Ucap Putri


" Iya mama baru ,pasti sibuk " Ucap Rara


" Maaf ya Ra " Ucap Putri sekali lagi meminta maaf


" Baju kamu kenapa Ra,kenapa bisa kotor seperti ini " Tanya Putri saat meliha baju Rara yang sangat kotor baju Putih sudah berubah coklat


" Ini terkena genangan air,ada mobil lewat dengan kencang padahal didepan ada genangan air.Jadi gini deh" Ucap Rara


" Tapi kamu nggak apa-apa kan " Tanya Putri memastikan keadaan sahabat ini


" Iya gapapa,itu mobil punya siap Put kenapa disini " Tanya


." Itu Punya....." Belom sempat Putri menyelesaikan ucapannya Suara mama Raena sudah memanggil nya


" Put kenapa cuam diluar,suruh masuk temanmu itu " Ucap Mama Raena


" Iya Ma " Ucap Putri


" Masuk yuk " Ucap Putri menggandeng tangan Rara untuk masuk ke dalam

__ADS_1


Rara masuk ke dalam dan ia takjub dengan rumah ini sangat mewah dan megah, interior yang sangat indah apa lagi vas vas besar yang berjejer disana.


" Ini ruamh besar banget,apa kamu tidak nyasar Put " Ucap Rara dengan polosnya


" Awalnya sih nyasar, tapi sudah tidak karena udah terbiasa" Ucap Putri


" Ma,Pa ini Rara sahabatnya Putri" Ucap Putri memperkenalkan Rara


" Halo,,,Om Tante " Ucap Rara tersenyum


Dijawab dengan anggukan dari pasang suami istri itu.


" Apa kabar nak,Rara " Tanya Bu Eran


" Baik Bu " Jawab Rara


" Alhamdulillah" Ucap Bu Erna


Mama Raena melihat penampilan Rara dari bawah sampai atas.Saat dibagian atas mama Raena mengerutkan alisnya melihat baju Rara yang sangat kotor.


" Baju kamu kenapa,bisa kotor seperti itu "Tanya Mama Raena


Rehan dan Bram tidak memperdulikan Rara, mereka fokus dengan ponselny.


" Ini gara-gara kecipratan genangan air Tante " Ucap Rara


" Ko bisa " Tanya Mama Raena


" Iya Tante,karena ana mobil yang melaju sangat kencang jadi airnya terkena ke baju Rara " Ucap Rara


Saat Rara sudah mengingatnya ia langsung mengatakan.


" Laki-laki mesum " Ucap Rara lolos begitu saja


Orang yang dimaksud Rara ia menoleh ke Rara,betapa terkejutnya Bram melihat wanita itu di sini.


" Wanita gila " Ucap Bram tak kalah kaget


" Ngapain disini " Ucap Mereka bersamaan


Empat orang yang ada diruanan itu memasang wajah bingung,apa yang terjadi dengan mereka.


Kenapa Rara memanggil Bram dengan sebutan 'Laki-laki mesum ' dan Bram memanggil Rara " Wanita gila '.


" Heee justru aku yang bertanya,kenapa kau wanita gila disini " Tanya Bram dengan tatapan tajam


" Aku kesini untuk melihat keponakan ku,dan aku laki-laki mesum " Tanya Rara


" Melihat keponakan baru ku, lagian ini adalah rumah kakak ku " Ucap Bram


" Jangan bilang..... Putri dia siapa " Tanya Rara ke Putri

__ADS_1


" Dia adiknya Mas,Rehan.Kamu saling kenal Ra " Tanya Putri


" Tidak,dia orangnya yang menyebabkan aku seperti ini " Ucap Rara mengatakan dengan jujur


" Kenapa kau menyalakan ku " Ucap Bram yang tidak terima disalahkan


" Dasar laki-laki mesum,tidak mau mengakui kesalahannya.Kau yang berkendara sangat kencang padahal didepan ada genangan air,apa kau buat " Ucap Rara


Rara tidak sadar apa yang dia ucapkan,bahkan Rara tidak memperdulikan kalau dia ada di ruang Rehan.


Bahkan Semua orang sedang melihat kearah Rara dan Bram bergantian,mereka seperti sedang menonton serian drama secara langsung.


" Beraninya kau mengatai ku " Ucap Bram yang berdiri dan menghampirinya Rara


" Apa,,,mau apa kau " Ucap Rara berjinjit dan menantang Bram


Ya ampun Ra apa kau tidak sadar diri,badan mu kecil dan kau ingin menantang Bram yang sebesar itu " Guman Putri dalam hati


Berani sekali dia dengan Bram,dengan badan sekecil itu ingin melawan Bram.Belom tau saja kalau Bram itu Monster " Guman Rehan dalam Hati


Ah mereka bedua memang pasangan sejati, bahkan pikiran mereka sama.


" Dasar laki-laki MESUM " Ucap Rara menekan kata mesum


" Sekali lagi kau mengatakan itu,akan ku cincang tubuh mu dan akan ku berikan ke harimau untuk makan siangnya" Ucap Bram dengan tatap lebih tajam dengan wajah dingin


glek....seketika wajah Rara berubah menjadi pucat pias,tangan nya mulai gementar.Keberania yang tadi Rara tunjukan sekarang hilang enteh kemana.


Rara menjadi takut saat mendengar kata ' Cincang ' dari mulut Bram.Laki-laki yang dihadapannya ternyata sangat menakutkan.


Rara barusaha dengan keras untuk menelan ludah yang sangat susah,entahlah sekarang Rara merasa takut dengan tatapan laki-laki ini.


Hahahaha lihat itu wajahnya, sangat pucat bahkan tangan gemetar hebat" Rehan tertawa di dalam harinya


Rara hanya bisa diam membeku,bibir dan mulut sangat susah untuk berbicara.


Mama Raena yang melihat ketakutan di wajah Rara,ia tidak tegah.


" Bram..sudahlah,dia sudah sangat ketakutan" Ucap Mama Raena


Bram yang sadar saat mendengar perkataan Mama Raena,ia melihat ke arah Rara dan benae saja wanita itu sangat ketakutan dengan tangan dan kaki gemetar.


Bram pun kembali duduk seperti semula.Rara bisa bernafas lega tapi tangan dan kakinya belom bisa berhenti gemetar.


Kenapa dia takut,aku hanya bercanda.Aku tidak mungkin melakukannya beneran " Ucap Bram dalam hati tapi tatapan fokus ke handphone nya


" Put,bawa teman kamu ke atas " Ucap Mama Raena


" Iya Ma " Ucap Putri


" Yuk Ra ikut aku keatas,kamu juga harus ganti baju " Ucap Putri

__ADS_1


Rara hanya menganggap kepalanya,ia masih takut dengan berkata Bram.Rara tidak berani mengeluarkan suaranya.


Bahkan Rara sudah tidak berani menatap Bram,Rara terus menunduk dan berusaha untuk menenangkan diri.


__ADS_2