
Waktu berjalan sangat cepat,kini kehamilan Putri sudah memasuki dua bulan.Selama kehamilan Putri sangat tersiksa entah di setiap hari mengalahkan mual dan itu terjadi setiap pagi ia bangun tidur.
Sunggu Putri sangat tersiksa, untungnya mbak Lisa dan Budi selalu mendampingi Putri.Dan merawat Putri sangat baik,karena Putri masih tinggal di kediaman Budi.
Sedangkan Bu Erna ia kembali ke kota,untuk mengurus Bima.Tapi sesekali Bu Erna berkunjung entah itu denga Bima atau Rara,iya Rara sudah mengetahui kalau sahabatnya itu hamil.Rara senang akan mempunyai ponakan,tapi Rara juga merasa sedih karena sahabat ia harus menanggung semuah beban sendiri.
Rara terus menyemangati Putr,agar Putri tidak mengalami stress dalam masa kehamilannya.Tanpa mereka sadar setiap malam Putri menangi, meratapi nasibnya.Terkadang Putri kangen dengan sosok Rehan,apa Rehan masih mencintai apa Rehan mencari keberadaan nya pikiran itu selalu memenuhi otak Putri.
Sepertinya pagi hari ini,ia bangun tidur karena perut merasa sangat mual, rasanya ingin memutihkan semua isi perutnya.
Uwekk....uwekk..uwekk
"Put,kamu gapapa " Tanya Lisa yang sudah memijat tengu leher Putri
" Gak papa mbak,aku cuma mul " Ucap Putri
" Hampir setiap hari kamu muntah Put,aku kasih lihat kamu seperti ini " Ucap Lisa merasa iba dengan Putri
" Ini efek hamil mbak, bukannya mba Lisa juga pernah mengalami ini " Tanya Putri yang sudah duduk di sofa
" Iya,tapi tidak separah kamu " Ucap Lisa
" Bentar mbak ambil obat,pereda mual " Ucap Lisa bangkit dan berjalan untuk mengambil obat
" Iya mbak " Ucap Putri
Tak lama kemudian Lisa kembali dan membaringkan obat pereda mual, Putri meminum obat tersebut dan benar saja perutnya sedikit merasa enakan.Tiba-tina Putri ingin mangga muda yang ada di depan Rumah
" Mbak Lisa " Ucap Putri lirih
" Iya kenapa " Tanya Lisa
__ADS_1
" Tiba-tiba aku, kepingin mangga muda.Yang ada didepan Rumah " Ucap Putri
" Kamu lagi ngidam yah,ya udah nanti pas mas Budi pulang.Mbak suruh petik mangg,buat kamu " Ucap Lisa
" Makasih ya mbak,maaf aku sudah merepotkan mbak Lisa sama Paman Budi " Ucap Putri lemas karena merasa tidak enak hati
" Tidak papa,Mbak sama Mas Budi senang ko.Merawat kamu " Ucap Lisa dengan tulus
" Hiks...hiks..hiks aku tidak tau haru berbuat apa,kalian sangat banget " Tiba-tiba Putri menangis itu membuat Lisa kaget
" Huus...sudah jangan menangi,kasihan bayi kamu nanti sedih " Ucap Lisa menepuk punggung Putri
" Iya mbak " Ucap Putri menghapus air mata
Hari sudah semakin sore,Budi yang baru saja pulang kerja langsung dihadang Putri dari depan Pintu.Budi bingung kenapa ia tidak diperbolehkan masuk kedalam rumahnya sendiri,Fariz juga ikut menghadang.
" Stop,paman tidak boleh masuk " Ucap Putri merentangkan tangan di depan Pintu
" Kalain kenapa,kenapa ayah tidak boleh masuk " Ucap Budi bingung
" Paman boleh masuk, setalah mengambilkan mangga.Aku ingin makan mangga paman " Ucap Putri dengan wajah memelas
" Iya benar,dari tadi kak Putri ingin makan mangga ayah.Tapi ibu menyuruh nunggu ayah pulang " Ucap Fariz
" Huuff...baiklah,ayah akan memetik mangga untuk kak Putri" Ucap Budi
" Yehhh, akhirnya aku bisa makan mangga" Teriak Putri kegirangan dengan wajah berseri-seri
" Fariz juga mau yah,tapi yang sudah matang " Ucap Fariz
" Iyah,akan ayah ambilkan untuk kalia berdua" Ucap Budi yang sudah memanjat pohon mangga yang tidak terlalu tinggi
__ADS_1
Lima menit Budi diatas pohon, akhirnya ia sudah mendapatkan empat buah mangga muda dan sudah matang.Ia pun turun dengan hati-hati takut tergelincir
" Nih mangganya " Ucap Budi memberikan mangga ke Putri
" Makasih paman " Ucap Putri dengan senang
" Iya sama-sama,ya udah yuk masuk.Sudah mau magrib" Ucap Budi
" Iya paman " Ucap Putri
Masuk ke dalam Rumah dengan mengandeng tangan Fariz untuk kedalam.Sedangkan Budi ia memilih untuk membersihkan tubuhnya,karena seharian ia bekerja.
Lisa yang baru saja selesai masak,ia menghampiri Putri dana anaknya di ruang keluarga.Lisa melihat Putri sangat lahap memakan mangga muda,bagi orang yang tidak sendang ngidam mangga itu rasanya sangat asam.Tapi bagi Putri itu sangat enak,dan manis.
" Wah kalian lagi pada makan mangga " Ucap Lisa bergabung dengan mereka berdua
" Mbak Lisa mau " Ucap Putri menyodorkan mangga ke arah Lisa
" Mbak gak mau punya kamu,itu pasti asam " Ucap Lisa dengan menelan air liurnya
" Ini gak asam ko mba,malah ini enak seger lagi " Ucap Putri dengan mulut penuh
" Itu menurut kamu Put,yang lagi ngidam.Mbak mau minta punya Fariz aja " Ucap Lisa
" Ibu mau " Ucap Fariz
" Iya,ibu minta dikit yah " Ucap Lisa meminta persetujuan anaknya
" Iya boleh Bu,nih " Ucap Fariz memberikan satu potong mangga
" Makasih " Ucap Lisa
__ADS_1
" Sama-sama Bu" Ucap Fariz dengan mulut penuh makanan membuat Putri gemes dengan pipi chubby nya