
" Yuk Ra ikut aku keatas,kamu juga harus ganti baju " Ucap Putri
Rara hanya menganggukan kepalanya,ia masih takut dengan berkata Bram.Rara tidak berani mengeluarkan suaranya.
Bahkan Rara sudah tidak berani menatap Bram,Rara terus menunduk dan berusaha untuk menenangkan diri.
Putri menarik Rara untuk menuju ke kamar tamu.Rara berjalan dengan menundukan kepala,Rara berani mengangkat kepalanya saat di dalam kamar.
Rara bisa bernafas lega dan ia terduduk lemas di rajang,kakinya sudah tidak bisa untuk berdiri.
Huufff " Akhirnya aku tidak melihatnya lagi " Ucap Rara dengan menarik nafas panjang
" Kamu takut " Ucap Putri
" Jelas saja aku takut,apa kamu tidak lihat Put.Tatapanya sangat mengerikan apa lagi saat mengatakan Akan ku cincang kau,sumpah itu menakutkan " Ucap Rara mengelidik ngeri saat mengingat tatapan Bram saat itu
" Lagian kamu sih,bikin Bram marah " Ucap Putri
" Loh ko malah kamu nyalahin aku sih,kan dia yang salah.Dia juga tidak minta maaf ke aku saat,aku terkena air gara-gara dia" Ucap Rara
" Sudah gak usah dibahas,buruan kamu mandi.Aku akan mengambilnya baju ganti ke kamu " Ucap Putri
" Iya,tapi nanti aku boleh kan melihat keponakan ku " Tanya Rara
" Iya boleh, setelah mandi " Ucap Putri
" Okey " Ucap Rara langsung masuk ke dalam kamar mandi
Diruangan tengah Bram terkena amukan Mama Raena,karena ia sudah menakut nakuti Rara.
" Dasar anak nakal,apa kau tidak lihat dia sangat ketakutan " Ucap Raean kesal
" Mana aku tau,lagian dia yang mulai dulu,Ma " Ucap Bram membela diri
" Heeyy dia marah karena kamu membut bajunya kotor,bukanya kamu minta maaf malah menakut nakutinya " Ucap Raena
" Benar kata Mama Bram,kamu harus minta maaf.Dia pasti saat ini sangat ketakutan bahkan tadi Papa lihat tubuhnya gemetar " Ucap Adi menasehati anaknya yah meskipun bukan anak kandung Tapi Raean dan Adi tetap sayang dengan Bram
" Aku tidak mau minta maaf " Ucap Bram
" Bramm...pantas saja kamu masih jomblo,untuk minta maaf ke perempuan saja gak bisa " Ucap Raena kesal
" Seharusnya kamu tuh, sedikit lembut dengan wanita.Apa kamu mau seperti kakak mu Rehan yang menikah dengan umur yang sudah tua " Ucap Raena
Rehan yang diam saja terkena sasaran amukan Mama Raena.
" Ma,ko aku kena juga " Ucap Rehan
" Diam, sekarang kamu lihat Raynad kedalam siapa tau dia bangun " Ucap Raena menatap tajam ke Rehan
__ADS_1
" Iya,Ma " Ucap Rehan
Rehan pun naik ke lantai dua menuju ke kamar Putranya,dan benar saja kata Mama Raena kalau.Raynad terbangun tapi herannya dia tidak menangis.
Rehan mengendong Raynad sembari menepuk nepuk pantat nya agar dia tidak menangis.
Putri sudah berada di kamar tamu,Rara sudah selesai membersihkan tubuhnya.Rara menerimanya baju dari Putri untuk ia kenakan.
Putri memberikan dress selutut untuk Rara berwarna Biru tua.Untung tubuh Rara dan Putri hampir sama hanya terpaut tinggi badannya saja.
Putri lebih tinggi dibanding Rara,tinggi badan Rara 150 sedangkan Putri 160 beda jauh bukan.
" Dress nya bangus sekali Put,aku nggak masalah aku memakainya" Tanya Rara saat menerima dress dari Putri
" Tidak,pakai saja " Ucap Putri
" Nanti kalau suami mu marah gimana " Tanya Rara yang masih ragu
" Mas Rehan tidak akan marah,baju ku sangat banyak kamu tenang saja " Ucap Putri
" Baiklah aku pakai sekarang " Ucap Rara
" Iya buruan,anak ku sudah bangun " Ucap Putri
" Iya bentar " Ucap Rara
Rara masuk ke kamar mandi dan ia berganti pakaian.Rara menatap dirinya dipantulan jermin didalam kamar mandi,dia seperti bukan Rara yang biasanya.
Rara keluar dari kamar mandi menghampiri Putri.
" Wah kamu cantik sekali Ra " Ucap Putri
" Bukan aku yang cantik,tapi baju ini " Ucap Rara
" Tidak,kamu memang cantik" Ucap Putri
" Jangan terus menuju ku,nanti puser ku geser ke belakang" Ucap Rara
" Hahaha kau ada-ada saja Ra,yuk keluar" Ucap Putri mengajak Rara keluar
Putri keluar dan diikuti Rara di belakang.Rara tidak berani mengangkat wajahnya karena disana masih ada Bram.
Rambut Rara dibiarkan tergerai,rambut hitam berkilau dengan panjang sepunggung.Membuat Rara terlihat sangat cantik.
" Ma, Putri dan Rara keatas dulu " Ucap Putri panit ke Mama mertuanya
Raena melihat ke arah Putri dan beralih ke Rara yang menunduk.
" Wah Rara kamu sangat cantik sekali " Ucap Raean memuji penampilan Rara
__ADS_1
Rara hanya menanggapi dengan senyuman dan disaat itu pula Bram melihat ke arahnya.Tatapan Rara dan Bram bertemu,Rara buru-buru menunduk untuk menghindari tatapan Bram yang menurutnya sangat menakutkan.
"Cantik " Guman Bram lirih
Bahkan Bram terus melihat ke arah Rara tanpa mengedipkan matanya.Mama Raena menyadari tatapan Bram kemana,ia pun menggoda Bram .
" Cantik yah,sampai tidak mengedipkan mata " Ucap Raena membuat Bram sadar
Bram langsung mengalihkan pandanganya dan kembali fokus ke layar handphone.Rara hanya terdiam tanpa bersuara sedikitpun, Putri yang menyadari kalau sahabatnya itu tidak nyaman.
Putri membawa Rara untuk naik ke lantai dua,dan menuju ke kamar anaknya.
" Yuk naik,kita kekamar Raynad" Ucap Putri
" Iya " Ucap Rara
Putri menaiki tangga menuju ke kamar Putranya,diaman ada Rehan yang sedang menggendong Raynad.
Saat sampai di kamar Raynad, Putri langsung menghampiri suami dan mengambil alih Putra ke gendongannya.
" Sini Mas,gantian.Kamu istirahat biar aku dan Rara yang menjaga Raynad" Ucap Putri
" Hem,kalau gitu Mas keluar dulu " Ucap Rehan dan keluar dari kamar Raynad membiarkan Putri dan Rara berdua
" Aku boleh mengendong " Tanya Rara
" Boleh dong " Ucap Putri menyerah Raynad ke Rara
" Ahhh,lucu banget...dia ganteng seperti papanya " Ucap Rara gemas
" Iya kamu bener,kenapa Raynad sangat persis dengan Mas Rehan " Ucap Putri
" Mungkin waktu ku lagi hamil,membenci Pak Rehan jadi dia mirip " Ucap Rara
" Gitu ya " Ucap Putri
" Iya,Ra kenapa kamu tadi manggil.Bram dengan sebutan laki-laki mesum " Tanya Putri
" Oh itu...." Ucap Rara
" Katakan saja,tidak ada siapapun disini " Ucap Putri
" Itu karena baju ku basah dan kebetulan aku pakai baju putih,jadi bagian dalem kelihatan.Dan saat itu dia melihat ke arah situ " Rara menjelaskan penyebab dia memanggil Bram dengan laki-laki mesum
" Oh seperti itu kejadiannya " Ucap Putri
" Iya,kenapa Pak Rehan bisa mempunya adik seperti dia.Sangat menyeramkan " Ucap Rara
" Entah lah aku juga tidak tau,yang aku tau Mas Rehan itu cuma punya adik kandung satu yaitu Risa" Ucap Putri
__ADS_1
" Jadi dia bukan adik kandung pak Rehan " Ucap Rara menebak
" Iya,dia bukan adik kandung Mas Rehan.Aku tidak tau bagaimana ceritanya dia bisa jadi adik nya mas Rehan " Ucap Putri