Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
27


__ADS_3

" Ini pak,sudah selesai" Ucap Putri memberikan tumpukan dokumen yang tadi ia susun


" Sudah selesai" Tanya Rehan


" Iya sudah pak " Ucap Putri


Rehan tidak pemberdulikan apa yang Putri ucapkan,ia sibuk dengan komputer yang ada dihadapanya.Putri yang masih berdisi,ia bingung apa yang harus ia lakukan.Putri takut akan dimarahin oleh Rehan, kalau ia melangkah tanpa sepertujuan dari Rehan.


Akhirnya Putri terus berdiri,sampai Tio datang ke ruangan Rehan.Sebenarnya Rehan mengatahui kalau Putri,masih berdiri dihadapannya tapi ia mengabaikannya.


Sampai kapan aku harus berdiri disini,kaki aku dah pegel.Sebernya ini orang maunya apa sih,aku disuruh datang kesini dan kerja dengan dia.Tapi aku rasa aku dikerjain sama nih orang,Guman Putri dalam hati


" Permisi Tuan " Ucap Tio yang sudah di depan Rehan


" Bawa dia keruangan nya " Ucap Rehan tanpa melihat ke arah Putri


" Baik Tuan " Ucap Tio patuh


" Mari, saya antar " Ucap Tio


" Iya " Ucap Putri mengikuti langkah Tio ke sebuah ruangan yang cukup beser,ruang itu akan digunakan oleh Putri.Selama ia kerja di perusahaan Rehan


" Ini ruangan anda,kalau butuh sesuatu bisa hubungi saya " Ucap Tio


" Baiklah,makasih " Ucap Putri


" Sama-sama " Ucap Tio


Tio hendak pergi,tapi tertahan oleh Putri yang memanggil nya


" Tunggu pak " Ucap Putri


" Iya kenapa " Ucap Tio


" Saya disini harus ngapain " Tanya Putri terhadap Tio


" Anda tinggal nunggu,perintah dari Tuan Rehan " Ucap Tio


" Jadi kalau pak Rehan tidak menyuruh,aku disini cuma duduk duduk aja " Tanya Putri


Tio hanya membalas dengan senyuman tipis


Apa maksudnya dari senyuman itu ,gimana Putri


" Panggil saya, asisten Tio.kalau tidak yang lagi saya permisi nona " Ucap Tio dan pergi tanpa menunggu jawaban dari Putri


Drett drett drett

__ADS_1


Ponsel Putri berdering,ia melihat ke layar ada nama Rara yang muncul.Rara menelfon Putri,karena sampai siang hari Putri belom masu kerja.Putri juga lupa kalau ia,tidak menggabari sahabat nya itu bahkan ia lupa untuk mengundurkan diri dari Restoran.


" Halo,Ra " Ucap Putri


" Put,kamu ko belom berangkat.Apa ada masalah " Tanya Rara ke sahabat


" Iya Ra,aku lupa tidak mengabari kamu Kalau mulai hari ini aku sudah tidak bekerja lagi di Restoran" Ucap Putri menjelaskan


" Kenapa,apa kamu ada masalah " Tanya Rara


" Panjang ceritanya Ra,nanti aku akan menceritakan lain waktu " Ucap Putri


" Baiklah,aku akan menunggu penjelasan dari kamu " Ucap Rara


Baru saja beberapa menit ia mengobrol dengan sahabatnya, panggil masuk dari Rehan, Putri mengangkat panggilan itu.


" Hallo " Ucap Putri


" Keruangan saya, sekarang juga " Ucap Rehan dari ujung telfon dan langsung memutuskan tanpa memberi waktu untuk Putri menjawab


" Ada apa lagi sih " Ucap Putri yang didengar oleh Rara


" Kenapa put " Tanya Rara


" Ah...tidak apa-apa Ra,Ra udah dulu yah Nanti aku telfon lagi " Ucap Putri


Putri memutuskan panggilan,dan ia langsung menuju ke ruang Rehan.Entah apa yang ingin Rehan lakukan, langka Putri sangat berat untuk menuju ke Ruangan Rehan.Karena Putri sangat kesal dengan sifat Rehan yang dingin,dan cuek itu.


Sesampainya didepan ruangan Rahan, Putri mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok tok tok


" Masuk " si empunya


" Permisi pak,ada yang bisa saya bantu " Tanya Putri


" Ikut saya " Ucap Rehan


" Kemana pak " Tanya Putri


" Gak usah banyak tanya, tinggal ikut saya " Ucap Rehan


" Baik pak " Ucap Putri patuh


Rehan keluar dari ruangan diikuti Putri dari belakang,Tio yang sudah menunggu nya dibawah.Sebenarnya Rehan akan pabrik kosmetik yang ia kelolah,karena ada masalah yang terjadi dan Rehan harus.


Putri yang tadinya akan duduk di depan,tapi tidak diberbolehkan oleh Rehan.Dan akhirnya Putri duduk bersebelahan dengan Rehan, selama perjalan ke pabrik pandangan Putri terus mengarah ke jalanan.Ia tidak malu melihat ke arah Rehan,entah kenapa kalau Putri melihat ke wajah Rehan ingin rasanya untuk memakai laki-laki tersebut.

__ADS_1


Setibanya di pabrik,Rehan langsung menghampiri orang yang bertanggung jawab dipabrik.Rehan dan Tio berbincang cukup lama diruangan itu, sedangkan Putri yang hanya duduk, dan mendengar pembicaraan tiga lelaki yang ada didepannya.Setelah urusannya selesai Rehan dan Tio keluar dari ruangan itu,dan beralih ke gudang.


" Siapa beberapa Sempel,untuk saya bawa " Ucap Rehan ke penanggung jawab pabrik


" Baik pak " Ucap Orang itu


Ia pun menyiapkan beberapa Sempel kosmetik yang mereka produksi,dan meletakan ke dalam kardus yang cukup besar.Rehan memanggil Putri,yang berdiri agak jauh dari nya.


" Kau kesini " Teriak Rehan


" Saya pak " Ucap Putri menunjuk diri


" Iya siapa lagi " Ucap Rehan


Putri pun menghampiri Rehan


" Ada apa ya pak " Tanya Putri


" Bawa kardus itu,ke mobil " Ucap Rehan


" Sa...saya pak " Ucap Putri yang tak percaya untuk membawa kardus yang cukup besar dah berat


" Iya,tidak mau " Ucap Rehan


" Ta.." Belom sempat Putri menyelesaikan ucapannya sudah dipotong oleh Rehan


" Tapi apa " Ucap Rehan menatap Putri


" Baik pak,akan saya bawa " Ucap Putri patuh


" Biar saya aja Taun yang bawa, seperti itu berat " Ucap Tio menawarkan diri


" Tidak perlu,bia dia yang bawa " Ucap Rehan dan meninggalkan Putri


" Yang benar saja,aku harus bawa kardus sebenar ini dalah lagi berat " Gerutu Putri


Tapi mau tidak mau, Putri harus melakukan apa yang Rehan suruh,karena kau ia menolak nya.Putri takut, akan mengungkit masalah biaya ganti rugi.


Berat bengat,tangan aku sakit,tuh orang gak kasihan apa sama aku.Badab sekecil ini disuruh bawa kardus sebenar ini, Guman Putri


Akhirnya Putri sampai di depan mobil,dan ia tidak muat lagi untuk mengangkat kardus itu dan ia letakan di samping mobil.


" Biar saya saja yang masukin nona " Ucap Tio yang melihat putri kelelahan


" Makasih asisten Tio " Ucap Putri


" Sama sama nona " Jawab Tio

__ADS_1


__ADS_2