
Risa langsung menghampiri Tio,yang hendak membuka klop pintu.
" Kak Rehan kenapa " Tanya Ris ayang sudah berada di samping Tio
" Tuan Rehan mabuk nona " Ucap Tio dan masuk ke dalam
" Apaa,mabuk " Ucap Risa mengerutkan dahinya
" Iya nona " Ucap Tio yang sudah membaringkan Rehan di ranjang
" Kenapa kak Rehan bisa mabuk, selama ini kak Rehan gak pernah mabuk " Ucap Risa bingung
" Tuan sedang banyak pikiran,jadi melampiaskan dengan mabuk " Ucap Tio menjelaskan ke Risa
" Gak mungkin,kak Rehan meskipun banyak pikiran masalah kantor.Dia tidak pernah mabuk " Ucap Risa menyangkal ucapan Tio
" Apa ada masalah lain,yang kalian sembunyikan dari aku " Ucap Risa menatap intens ke Tio untuk mencari jawaban
" Kalau masalah itu,Nona bisa langsung menanyakan ke Tuan " Ucap Tio
" Kenapa tidak asisten Tio ,yang menyampaikan" Tanya Risa
" Maaf nona,saya tidak berani " Ucap Tio
" Baiklah,makasih sudah membawa kak Rehan pulang " Ucap Risa memberi senyuman manisnya
" Sama-sama nona,kalau begitu saya permisi dulu " Ucap Tio pamit untuk pergi
Keesokan harinya
__ADS_1
Rehan mulai mengejapkan matanya karena pantulan sinar matahari,yang menembus kamar Rehan.
" Sial, kepala ku pusing " Ucap Rehan memegang kepalanya yang merasa sedikit pusing gara-gara efek minuman semalam
" Sudah bangun kak " Ucap Risa yang masuk ke dalam
" Ada perlu apa,kamu masuk ke dalam kamar kakak" Ucap Rehan yang sudah besandar di ranjang
" Aku butuh penjelasan dari kak Rehan " Ucap Risa yang sudah duduk di tepi ranjang
" Penjelasan apa maksud mu " Tanya Rehan
" Apa yang terjadi semalam,kenapa kak Rehan bisa mabuk " Tanya Risa
" Oh itu " Ucap Rehan berhenti untuk memikirkan alasan apa yang harus diberikan
" Kakak lagi banyak pikiran,jadi kak minum deh biar ngilangin stress" Ucap Rehan
" Hemm " Rehan menjawab dengan deheman
" Ya udah,Risa berangkat ke kantor dulu " Ucap Risa pamit dengan Rehan
" Iya " Ucap Rehan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu bulan berlalu,apa yang ditakutkan oleh Bu Erna,Rara,dan Bima terjadi.Putri mengandung anak dari Rehan
Awalnya Putri tidak mengatahui kalau dia sendang mengandung,karena Putri belom berpengalaman jadi tidak tau kalau mual yang ia alami setiap hari tanda dari kehamilan.
__ADS_1
Beruntung ada mbak Lisa yang sudah pernah mengandung,jadi dia tau gejala seseorang yang sedang mengandung
Tapi Putri terus mengelak kalau mual yang dia alami,hanya masuk angin biasa.Dan tidak percaya dengan perkataan Lisa.
Putri yang sekarang hidup bahagia di desa pamannya,tapi ada kalanya ia merindukan Rehan dan sahabat nya.
Merindukan perhatian Rehan,sentuhan Rehan,dan kenyaman yang ia rasakan saat berada di dekat Rehan.Entah kenapa akhirnya-akhir ini Putri menangis setiap malam.
Karena ia merindukan sosok Rehan,apa itu bawaan dari jabang bayi yang Putri kandungan.
uwekk uwekkk
Putri memuntahkan semua isi perutnya, sebenarnya hanya mengeluarkan cairan.
" Putri,kamu gapapa " Tanya mba Lisa depan pintu kamar mandi
" Gapapa mbak,aku cuma masuk angin " Ucap Putri
" Beneran,apa kita ke puskesmas aja " timpa Lisa
" Gak usah mbak, Putri cuma butuh istirahat nanti juga sembuh sendiri " Ucap Putri dan membuka pintu kamar mandi
" Tapi muka kamu pucat banget Put " Ucap Lisa
" Gapapa mbak, percaya sama Putri " Ucap Putri untuk meyakinkan mbak Lisa
" Ya udah,kamu istirahat di kamar.Mbak buatkan teh anget ya " Ucap Lisa
" Iya mbak " Ucap Putri dan ia masuk ke dalam kamar
__ADS_1
GEAS MAAF YAH KALAU CERITANYA KURANG BAGUS, AUTHOR BARU BELAJAR NIH.DUKUNG AUTHOR TERUS YA😘😘