Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
81


__ADS_3

" Aku harap kamu selalu disisi ku,sampai maut memisahkan" Ucap Rehan memeluk Putri


" Tentu saja,aku akan selalu disisi kapan pun itu Mas " Ucap Putri membalas pelukannya Rehan


" I love you " Ucap Rehan


" I love you to mas " Ucap Putri


Putri dan Rehan sudah sampai dirumah, Putri sudah ditunggu mama Raena di depan tv.


" Kalian dari mana,kenapa lama sekali " Ucap Raena menghampiri menantunya


" Habis belanja ma " Jawab Putri


" Belanja apa " Tanya Raena


" Baju bayi,mama mau lihat " Ucap Putri


" Wah mama mau lihat,ah jadi gak sabar menunggu cucu mama lahir " Ucap Raena


Putri dan Raena sudah duduk mereka berkumpul di ruangan Tv,Raena membuka paper bag satu bersatu.Raena sangat gemas melihat baju dan sepatu cucunya.


Rehan yang melihat kedekatan Mama dan istrinya bahagia,dan Putri bisa diterima sangat baik dikeluarga nya.Rehan terus memandang ke arah Putri,bahkan Rehan mengabaikan ucapan Adi.


Adi yang melihat arah mata Rehan, tersenyum dan bersyukur Rehan bisa mendapatkan wanita yang baik dan penyayang seperti Putri.


" Gak usah dilihatin terus " Ucap Adi


" Habisanya cantik banget pa istriku ini " Ucap Rehan tak mengalihkan pandangan dari Putri sedikitpun


" Cantik Istri ku " Ucap Adi tak mau kalah


" Ih cantikan Istri ku lah pah,lihat tuh matanya sendu bibir mungil pipi cabi apa lagi kalau senyum aargh bikin gak kuat iman " Ucap Rehan


Karena Rehan mengatakan dengan suara sedikit keras, Putri dan Raena kompak melihat ke arah Rehan.


" Pokoknya lebih cantik istriku Raena,dia seperti bidadari turun dari kayangan.Kulit putih,body seperti gitar sepanyol,mata belo Raena Istri memang gak ada lawan " Ucap Adi memuji istrinya


Mereka berdua yang asik bedebat,tidak menyadari kalau istri mereka sedang memperhatikan tingkah dan kekonyolan suami nya.

__ADS_1


Raena dan Putri saling pandang dan menggelengkan kepala melihat tingkah konyol suami masing-masing,mereka berdua tidak habis pikir dengan suaminya.


Apa lagi Raena dia heran kepada suaminya, bedebat dengan anak sendiri saling mengunggulkan istri masing-masing dan tidak mau kalah.


" Tidak lebih cantik istri ku pah, Putri masi muda dan seger di banding kan dengan ma...." Ucap Rehan berhenti karena mendengar suara melengking dari mama nya


" Maksudnya kamu mama udah tua, udah keriputan dan udah gak seger haaa " Ucap Raena yang sudah bekaca pinggang


" Bu..bukan begitu ma " Ucap Rehan gugup melihat mama nya dengan wajah emosi


" Terus tadi apa, bandingkan sama siapa " Ucap Raena


" Samaaa...Bi sum ia bi sum ma " Ucap Rehan mencari alasan,Bi sum yang tidak bersalah malah jadi sasaran


" Putri lihat tingkah suamimu,yang mengejek mama " Ucap Raena mengadu ke Putri


" Maaf kelakuan nya Mas Rehan ma,mama tenang aja aku bakalan kasih hukuman ke Mas Rehan " Ucap Putri menatap ke Rehan


" Bagus,kamu harus kasih hukuman yang berat " Ucap Raena mengompori Putri


" Kalau bisa jangan di kasih jatah,selama seminggu " Ucap Raena


" Oke mah, Putri juga berpikir apa yang mama ucapkan tadi " Ucap Putri tersenyum sinis


" Mulai malam ini sampai Minggu depan,tidak ada jatah " Ucap Raena dan Putri kompak


" Loh kalian ko kompak banget sih " Ucap para suami


" Jangan gitu dong sayang,tadi kamu bilang kalau nanti malam mau kasih jatah sampai aku puas " Ucap Rehan menagih janji Putri


" Aku tarik ucapan ku yang tadi " Ucap Putri


" Sayang jangan gitu,aku gak bakalan kuat.Melihat mu tersenyum aja aku langsung ingin memakanmu,apa lagi melihat mu saat mandi " Ucap Rehan memohonkan belas kasihnya ke Putri


" Tidak ada penolakan,kamu mas harus puasa selama satu Minggu " Ucap Putri tegas


" Sayang kamu tega banget,Boy bantu papa untuk membujuk mama mu.Jangan biarkan papa tersiksa " Ucap Rehan


Sudah berjongkok dan mengelus perutnya Putri berharap anaknya akan membuat nya, bagaimana caranya dia aja belom lahir ada ada saja Rehan.

__ADS_1


" Sayang Raena jangan siksa mas seperti ini " Ucap Adi


Kali ini Adi yang sedang rengek dan merayu istrinya,untuk tidak melakukan mogok jatah malam.


" Tidak,kamu juga harus puasa mas " Ucap Raena acuh


" Sayang jangan begitu,nanti kalau aku kedinginan waktu malam gimana " Tanya Adi


" Pakai selimut lah,apa guna selimut kalau tidak bisa menghangatkan" Ucap Raena


" Tidak akan cukup kalau pakai selimut,harus kamu yang menghangatkan nya sayang " Ucap Adi


Para suami sudah berjongkok di depan istri masing-masing, seperti anak kecil yang ingin minta dibelikan es krim kepada ibunya.


Rehan yang terus berusaha merayu Putri, berharap Putri tidak akan melakukan itu.Ini semua salah Mama sang sudah menghasut Putri


Tidak tau diri,ini kan kesalah kamu sendiri yang bertingkah konyol


" Sayang " Ucap Rehan dan Adi kompak


" Tidak " Ucap Para istri


" Jadi beneran,aku harus puasa selama satu Minggu " Ucap Rehan dengan wajah memelas


" Iya,aku tidak main-main dengan ucapan ku Mas " Ucap Putri


" Jadi kalau melakukan sekarang boleh kan " Tanya Rehan mencari cara agar tongkat nya bisa masuk ke Guo berbulu


" Tidak mas " Ucap Putri


" Tadi kamu bilang,mulai malam ini.Jadi kalau sekarang bisa dong " Ucap Rehan yang masih berusaha


" Kalau aku bilang tidak ya tidak mas, ucapan ku berlaku saat aku selalu ngomong" Ucap Putri


" Kamu jahat banget,sayang " Ucap Rehan pasrah kepalanya bersandar di paha istrinya


Jangan ditanya lagi seperti apa Adi yang masih berusaha meluluhkan hati Istrinya,Ayah dan Anak sama sama tidak dikasih jatah oleh Istrinya.


Jelas saja para Istri sangat senang, mengerjai suami mereka.Akhirnya malam ini sampai Minggu depan tidur mereka akan sangat nyenyak,karena tidak ada gangguan dari suami.

__ADS_1


__ADS_2