
" Seperti saya harus undur diri Pak " Ucap Putri
" Loh, kenapa terburu-buru sekali " Tanya Burhan yang tidak mau Putri pulang terlalu cepat
" Ini sudah sore pak,nanti takutnya saya kemalaman sampai ke jakarta" Ucap Putri
" Baiklah,kalau gitu hati-hati " Ucap Burhan
" Iya pak,makasih " Ucap Putri
Putri beranjak dari ruangan Burhan,ia menuju ke lift untuk turun ke bawah.Saat Putri akan masuk ke lift,ia berpapasan dengan laki-laki yang tak lain adalah anak Burhan.Laki-laki itu yang melihat Putri langsung terpesona dengan kecantik natural Putri,bahkan ia tidak memalingkan wajahny meskipun ia sudah keluar dari Lift.
Putri yang tidak memperhatikan laki-laki itu,ia pun cuek dan langsung memencet tombol lantai 1 karena supir sudah menunggu terlalu lama.
" Pak kita pulang sekarang" Jawab Putri saat sudah ada di samping Mobil
" Baik mbak " Ucap Supir masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil
" Apa sudah selesai mbak, urusannya" Tanya Supir ke Putri saat ia sudah mulai meninggalkan pekarangan Perusahaan YYY
" Sudah pak " Jawab Putri
" Pak mampir ke Rumahan makan,kita belom makan dari tadi " Ucap Putri
" Pasti bapak lapar kan " Inbuh Putri
" Baik mbak " Jawab Supir
Supir itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,setiap jalan ia mencari Rumah makan untuk mengisi perut mereka.
" Mbak di depan ada Masakan Padang " Ucap Supir
" Ya udah,kita makan disitu aja pak " Ucap Putri
" Baik Mbak " Ucap Supir
Supir itu menghentik mobilnya,didepan WR.Padang Putri memesan beberapa menu makanan,tak berselang lama pesanan mereka samoau.Putri dan supir langsung memakan makanan yang ia pesan sampai habis, setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
__ADS_1
Setelah perjalanan jauh dan melelahkan, akhirnya Putri sampai di Perusahaan.Sebenarnya Putri langsung pulang dan tidak kembali ke perusahaan juga tidak masalah,tapi karena ada sesuatu yang ketinggalan mau tidak mau Putri harus kembali ke perusahaan.
Padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 malam,bisa ditebak semua orang sudah pulang.Supir yang mengantar Putri juga sudah pulang,karena ia kelelahan.Putri yang baru saja ingin masuk ke lift, tiba-tiba tangan ditarik oleh seseorang dari belakang dan membawa Putri ke sebuah ruangan, seperti gudang.
" Itu bukanya, wanita yang waktu itu keruangan saya " Ucap Joko
" Ngapain dia malam-malam ke perusahaan" Ucap Joko lirih yang masih memperhatikan Putri
" Boleh juga,wanita itu " Ucap Joko menelan ludah dengan kasar
" Sepertinya,dia masih bersegel " Ucap Joko
Joko memiliki pikiran kotor saat melihat tubuh Putri dari belakang,ia pun akan berbuat yang tidak senonoh ke pada Putri.
" Hemm " Ucap Putri dengan mulut di bekam dan ia berusaha melepaskan diri dari orang itu
Putri dilempar ke ruang itu,dan Joko mengunci ruang itu.Agar tidak ada yang bisa masuk,dan menganggu nya.
" Pak Joko " Ucap Putri saat melihat Joko berjalan kearah nya
" Pak Joko mau apa,kenapa saya di bawa kesini " Ucap Putri yang mulai ketakutan melihat wajah mesum Joko
" Kita main sebentar " Ucap Joko yang melonggarkan dasinya
" Maksudnya Pak Joko apa " Ucap Putri yang belom mengetahui motif Joko
" Tidak usah, berpura-pura" Ucap Joko terrua mendekati Putri
" Jangan mendekat,Pak kalau gak aku teriak " Ancam Putri
Hahahahha " Teriak lah,tidak ada orang yang mendengar mu.Semua orang sudah pulang " Ucap Joko licik
" Aku mohon jangan mendekat" Ucap Putri air matanya mulai membasahi pipinya
Tangan Joko sudah ada di bahu Putri,ia akan memulai aksinya itu.Taoi Putri berusaha memberontak tak memukul punggung Joko dengan sekuat tenaga,tapi Joko tidak memperdulikan pukulan Putri.
" Pak aku mohon,jangan lakukan ini " Ucap Putri disela tangis nya
__ADS_1
" Gak usah menangis,ini akan terasa nikmat" Ucap Joko
Toloongg tolong siapapun,yang diluar tolong aku " Teriak Putri histeris karena ia takut badan Putri yang sudah begetar
Rehan yang kebetulan masih didalam ruangan,dan ia akan Pulang karena sudah malam.Baru saja keluar dari lift,ia mendenger ada suara yang minta tolong .
" Sepertinya ada yang minta tolong " Ucap Rehan
" Tolong tolong saya,pak Jangan lakukan ini.Aku mohon " Ucap Putri memohon belas kasihan ke Joko
Hisk hisk hisk " Pak Rehan tolong aku " Guman Putri dalam hati entaj kenapa Putri menyebut nama Rehan
" Sepertinya aku mengenali suara itu " Ucap Rehan yang mencari sumber suara
" Putrii " Ucap Rehan yang sudah mengenali suara yang berteriak minta tolong
Rehan berlari dan mancari keberadaan Putri,saat di sudut ruang Rehan mendengar Isak tangis dari dari hudang.Tak berpikir lama Rehan langsung mendobrak Pintu itu,Joko yang sedang mencium leher Putri kaget dengan suara pintu yang di dobrak
Brakkk
" Sial " Ucap Joko kesal
" Pak Rehan " Ucap Putri saat melihat Rehan di depan Pintu
Darah Rehan mendidih bahkan wajah sudah merah, menunjukkan kalau ia sangat murka dengan Joko.Joko yang melihat Rehan dengan wajah yang mengerikan,tubuh Joko begetar ia ketakutan setenga mati.
" Brengsek" Rehan lari ke arah Joko dan meniju wajah Joko dengan keras sampai ia terlempar
" Berani kau, melakukan ini ke Putri" Ucap Rehan sangat marah sembari menghampiri Joko yang tersungkur
" Ini tidak seperti,yang pak Rehan lihat " Ucap Joko begetar
" Tidak udah bohong,saya sudah melihat nya " Ucap Rehan dengan mata yang melotot
Rehan sudah tidak tahan dengan orang yang didepannya,ia pun memukul Joko bertubi-tubi sampai Joko tidak sadar kan diri.Putri yang ketakutan ia pun berteriak.
" Hentiikannn " Teriak Putri tadi tidak didengar Rehan
__ADS_1