
" Tio,belikan apa yang Putri inginkan " Ucap Raena
" Baik Nyonya" Ucap Tio patuh
Tio segera keluar untuk membalikan apa yang colan nyoya muda inginkan,Tio juga baru pertama kali mendengar nama makanan itu.
Sepanjang jalan Tio melihat ke kanan dan kekiri untuk mencari makanan yang Putri ingin kan,pasalnya tadi Putri bilang kalau makanan itu dijual pinggir jalan.Jadi setiap Tio melewati jalan,ia melirik ke semua penjual pinggi jalan.
Tio sudah hampir dua jam mengelilingi jalanan itu,tapi dia belom juga menemukan makanan itu.Tio dibikin pusing oleh bumil, benar-benar keinginan yang aneh.
" Aku harus cari kemana lagi,sudah dua jam aku berkeliling tapi tidak ada aku menemukan makan itu " Ucap Tio
" Tapi apa namanya,momol cikol sama apa lagi satunya " Ucap Tio mengigat ingat lagi perkataan Putri
" Ahh osol iya itu " Ucap Tio
Tio berhenti didepan sekolahan SMA,ia berhenti karena ingin menelfon Rehan.Tio akan mematikan nama makan yang ia sebutkan bener atau tidak, soalnya ia dari tadi berkeliling tidak menemukan itu.
Drett....drett....
" Ada apa Tio " Ucap Rehan
" Tuan makanan yang nona Putri pesan,apa benar namanya momol,cikol sama osol.Aku sudah berkeliling dua jam tapi tidak menemukan nya " Ucap Tio di ujung telfon
Dan kebetulan Rehan mengeraskan suaranya telfonnya,jadi semua orang mendengar apa yang Tio bicarakan.
Hahahaha para wanita itu tertawa mendengar perkataan Tio barusan.
" Kalian kenapa " Tanya Rehan bingung
" Tio lucu " Ucap mereka kompak
__ADS_1
Tio mendengar ucapan dari tiga wanita itu mengerutkan dahinya,apa yang lucu darinya.Dia kan hanya bertanya
" Jelas saja asisten Tio tidak akan menemukan nya, nyebutnya aja salah " Ucap Risa menahan tawanya
" Namanya itu olos,cilok dan cimol.Bukan momol olos apalagi cikol " Hahahaha tawa Risa pecah
Diujung sana Tio mengaruk kepalanya yang tidak gatal
" Pantas saja aku tidak menemukan nya " Ucap Tio dalam hati
" Ya udah tuan,aku matikan telfonnya aku sudah menemukan makan itu " Ucap Tio melihat ke arah deretan pedagang di depan SMA
" Oke " Ucap Rehan
Tio turun dari mobil dan ia langsung menghampiri pedangan cimol dan beruntung sekali Tio,bukan hanya pedangn cimol tapi ada cilok dan olos disitu.
Jadi Tio tidak usah untuk mencarinya lagi,karena apa yang Putri ingin sudah ada semua di situ.Tio langsung membeli itu semua, masing-masing tiga bungkus karena ia pikir pasti Risa dana nyonya Raena suka.
Ceklik....
suara pintu terbuka
" Asisten Tio " Ucap Putri dengan mata berbinar-binar melihat kantong keresek yang dipegang Tio
" Ini pesanan nona " Ucap Tio meletakan kantong kresek itu di ata meja
" Wah makasih asisten Tio " Ucap Putri senang
" Ehemm,ini enak banget " Ucap Putri dengan mulut penuh makanan
" Pelan-pelan makanya nak,nanti kamu kesedak " Ucap Raena
__ADS_1
" Hehehe,maaf mah soalnya ini enak banget sih " Ucap Putri dengan senyuman
" Kenapa kamu beli sangat banyak " Tanya Raena
" Oh itu saya sengaja nyoya,siapa tau nona Risa dan nyonya ingin makan juga " Ucap Tio
" Wah kamu sangat perhatian sekali Tio " Ucap Raena memuji asisten nya Rehan
" Ah tidak nyonya " Ucap Tio menunduk karena dipuji oleh nyonya besar
Putri menghampiri Rehan dan ia duduk di samping Rehan,ia menyodorkan cilok ke arah Rehan.
" Pak Rehan mau " Ucap Putri menyodorkan cilok ke depan Rehan
" Tidak mau,nanti aku sakit perut " Ucap Rehan menolak tawaran Putri
" Tidak akan sakit perut pak,ini enak " Ucap Putri membujuk Rehan
" Apa kau yakin " Tanya Rehan ragu melihat ke arah makan itu, Putri mengangguk
Perlahan tapi pasti,Rehan menyodorkan makan itu ke dalam mulutnya.Rehan mengunyah perlahan,dan seketika mata Rehan membulat dan cilok yang ada ditangan Putri diambil.
" Pak Rehan itu punya ku " Ucap Putri merengek
" Aku minta,ini bener sangat enak " Ucap Rehan sambil memasukkan cilok ke dalam mulut
" Kan sudah ku bilang,kalau ini enak " Ucap Putri
" Tapi jangan dimakan semua,ini kan punya ku " Ucap Putri merebut cilok nya dari tangan Rehan
dengan bibir mengerucut
__ADS_1
Rehan yang tidak akan kuat melihat bibir Putri seperti itu,ia langsung menarik Putri.Dan terjadilah ciuman memang Rehan tidak tau tempat,dan tidak tau malu.