Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
51


__ADS_3

" Kalau gini pasti Putri,bakalan betah disini paman " Ucap Putri


" Syukurlah kalau kamu betah, terserah kamu mau tinggal disini berapa lama " Ucap Paman


" Makasih ya paman,udah izinin Putri tinggal disini " Ucap Putri


" Iya Put,kamu kan keponakan paham.Mbak Lisa juga bakalan seneng kamu tinggal disini " Ucap Paman


" Oh iya,mbak Lisa dimana paman " Tanya Putri yang tidak melihat Mbak Lisa istri dari Budi


" Sepertinya ke warung,mungkin bentar lagi pulang " Ucap Budi


" Oh..." Ucap Putri anggukan kepala


Dan benar saja tak berselang lama,Mbak Lisa istri dari paman nya Putri pulang.Dan kebetulan Putri yang sedang duduk diruang tamu, sekaligus ruangan Tv.


" Assalamualaikum " Ucap Lisa dan anak laki usia 5 tahun


" Waalaikumsalam " Jawab Putri dan menoleh ke arah Pintu


" Kamu sudah sampai Put " Tanya Mbak Lisa


" Iya mbak,baru beberapa menit nyampe " Ucap Putri Salim ke mbak Lisa


" Hay Fariz " Sapa Putri dengan lambaian tangan ke anak laki-laki itu

__ADS_1


" Kak puput " Jawab Fariz


" Bukan kak puput sayang,tapi kak Putri " Ucap Mbak Lisa membenarkan ucapan Fariz


" Hehehe maaf, Fariz lupa Mah " Ucap Fariz dengan senyuman Pepsodent


" Gapapa mbak,Fariz sekarang umur berapa " Tanya Putri yang sudah jongkok di depan Fariz


" Eee...Lima tahun kak " Ucap Fariz terjeda karena ia sedang menghitung berapa umurnya


" Wah udah gede dong " Ucap Putri


" Hehehe iya kak " Ucap Fariz


" Put,mbak tinggal ke belakang dulu yah " Ucap Lisa pamit untuk pergi ke belakang


Putri mengajak Fariz untuk bermain dihalaman depan, Fariz juga tidak menolak.Karena selama ini ia kesepian tidak yang mau bermain dengannya,selain mamah dana bapaknya.


Jadi kedatangan Putri membuat anak itu senang,dan mempunyai teman baru untuk bermain.Putri juga senang dengan anak kecil,apalagi Fariz merupakan anak yang imut dan lucu.Dengan pipi yang gembul bibir kecil,membuat Putri gemas melihatnya.


Fariz sangat senag bermain dengan Putri, terbukti dari canda tawa Fariz yang keluar dari mulutnya.Budi yang melihat kedekatan anaknya dan ponakan nya,merasa senang.


Mbak Lisa yang sendang menyiapkan makan siang untuk mereka, Putri masih asik bermain dengan Fariz.Sedang kan Budi menonton siaran televisi,karena kebutulan hari ini tidak bekerja.


" Fariz, Putri.Makan siang dulu yuk " Ucap Lisa

__ADS_1


" Bentar mah,lagi asik main " Ucap Fariz yang masih fokus bermain pazel dengan Putri


" Dilanjut nanti mainya,kita makan dulu " Ucap Lisa


" Fariz,makan dulu yuk.kaka udah laper nih " Ucap Putri seraya anak kecil yang sedang kelaparan dan mengelus perutnya


" Kak Putri,sudah lapar " Tanya Fariz


" Iya kak Putri sudah lapar " Ucap Putri lirih


" Ya yuk makan " Ucap Fariz dan langsung menarik tangan Putri masuk ke dalam tanpa menghiraukan Mamahnya yang ada di samping pintu


Lisa yang melihat kedekatan Fariz dan Putri,bibir nya tersenyum tipis.Dan merasa heran kenapa Fariz lebih nurut dengan Putri,padah tadi ia mengajak untuk makan tapi langsung ditolak.Sedangkan dengan Putri langsung mau,aneh.


" Sepertinya Fariz nyaman dengan Putri " Guman Lisa


" Syukurlah Fariz,bisa dekat dengan Putri " Ucap Lisa


Di tempat lain


Rehan yang rencan akan ke rumah Putri saat pulang kerja,Rehan ke rumah Putri tidak dengan Tio.Kalau Tio tau pasti tidak akan mengijinkan nya,untuk ke Rumah Putri.


Yang dipikiran Rehan gimana caranya,agar Putri memaafkan nya.Yang sudah membuat ia terluka,dan kecewa.Ia takut akan diusir oleh keluarga Putri,secara dia sudah merenggut mahkota berharga Putri.


Satu jam untuk menuju ke Rumah Putri,dan akhirnya Rehan sudah berada di depan rumah Putri.Ada sedikit keraguan untuk mengetuk pintu,karena sadar dengan kesalahnya.

__ADS_1


Beberapa menit ia melamun,dan memberi keyakinan untuk dirinya.Rehan pun mengetuk pintu rumah Putri,tapi tidak ada jawaban.Rehan tidak langsung menyerahkan ia mencoba mengetuk kembali,dan benar saja yang punya rumah mendengar ketukan Rehan.


Perlahan pintu itu terbuka,dan menampakkan sosok anak Remaja yang membuka pintu itu.Yang tak lain dalam Bima,Bima yang melihat orang didepannya seketika raut wajahnya berubah memerah menangah emosi dengan orang itu.


__ADS_2