Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
99


__ADS_3

Lima tahun kemudian


Kehidupan keluarga Rehan dan Putri selama empat tahun terakhir berjalan dengan bahagia, keluarga mereka sangat harmonis dan romantis.


Bahkan Putri sedang mengandung anak kedua,yang sekarang sudah memasuki tiga bulan.Rehan sangat senang saat mendapatkan kabar kalau Putri sedang mengandung anak ke dua.


Rehan yang sudah berjanji akan selalu menjadi suami siaga untuk Putri,ia akan melakukan apa saja yang Putri mau.


Rehan tidak mau melewatkan hal sedikitpun,karena saat kehamilan Raynad Rehan tidak ada di samping Putri.Saat Putri mengalami Tri semester pertama.


Ya meskipun kehamilan Putri kali ini sangat manja,bahkan perminta Putri sangat aneh dan kadang membuat Rehan pusing sendiri dengan permintaan Istrinya.Tapi Rehan tidak pernah menolak apa yang Putri mau.


Hampir setiap hari Putri ingin selalu di dekat Rehan,bahkan kekantor pun Putri ikut.Putri tidak ingin jauh jauh dari Rehan,mungkin itu bawaan bayi yang ada di dalam perut Putri.


Justru Rehan senang saat Putri terus ingin didekatnya,jadi Rehan bisa selalu mengawasi Putri setiap saat.


Raynad tumbuh menjadi anak yang pintar tapi ia memiliki sifat cuek,dingin dengan wajah datar jarang sekali Raynad menampakkan senyumannya.Sifat itu termurun dari sifat Rehan, bisa dibilang Raynad itu duplikat Rehan waktu kecil.


Raynad jarang sekali mengeluarkan suara,ia akan mengeluarkan suara disaat tertentu saja.Saat ditanya pun Raynad akan menjawab dengan kalimat yang singkat.


Kadang Putri dibikin pusing dengan sifat Raynad yang sangat dingin,kenapa Raynad bisa menuruni sifat Rehan.Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya,istilah itu menggambarkan Raynad dan Rehan.


Seperti pagi ini Putri tiba tiba ingin makan soto Lamongan,tapi harus dari dilamongan.Rehan yang mendengar permintaan Putri kaget,kenapa harus dari Lamongan langsung.


" Mas " Ucap Putri memeluk lengan suaminya


" Iya sayang ada apa " Ucap Rehan mengelus pucuk kepala Putri


" Aku pingin makan soto " Ucap Putri


" Iya nanti Mas bilikan " Ucap Rehan


" Soto Lamongan ya,Mas " Ucap Putri


" Iya Sayang,mau apa lagi.Biar sekalian belinya " Ucap Rehan


" Udah itu aja " Ucap Putri


" Ya udah,Mas pergi dulu " Ucap Rehan mengecup kening Putri dan baru saja ia melangkah untuk terhenti dengan ucapan Putri


" Tapi belinya di Lamongan,bukan disini Mas " Ucap Putri


" Apaaa,kamu serius sayang " Ucap Rehan kaget


" Iya,bayinya pingin yang langsung dari Lamongan" Ucap Putri mengelus perutnya


" Tapi Sayang,beli disini kan sama aja soto Lamongan" Ucap Rehan mendekatkan ke Putri

__ADS_1


" Aku gak mau,maunya yang dari Lamongan Mas.Kalau Mas Rehan gak mau beliin aku pergi beli sendiri " Ancam Putri


" Iya iya,Mas beliin.Mas pergi sekarang " Ucap Rehan pasrah


" Beneran Mas,mau beliin " Ucap Putri dengan mata berbinar


" Iya sayang,apa sih yang gak buat istri ku ini " Ucap Rehan


" Makasih mas " Ucap Putri mencium bibir Rehan sekilas


Eh bukan bukan Rehan namanya yang tidak memanfaatkan situasi,Rehan langsung menahan tengku leher Putri.Untuk memperdalam ciuman nya,Rehan melu..t menghi...ap bahkan lidah masuk ke dalam mulut Putri.


Ciuman itu berlangsung cukup lama,sampai suara pintu terbuka.Menampakan sosok anak kecil yaitu Raynad, Putri langsung mendorong tubuh Rehan agar ciumannya terlepas.


" Sayang " Ucap Rehan protes karena Rehan belom puas menyusuri rongga mulut Putri


" Ada Raynad mas " Ucap Putri lirih dan melirik ke arah pintu,Rehan pun melihat ke arah pintu


" Ada apa Son " Tanya Rehan


" Ada Oma " Ucap Raynad dan langsung pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tuanya


" Ya ampun mas,lihat kelakuan Raynad " Ucap Putri yang tak percaya dengan sifat Raynad


" Sudah sayang biarkan,kan memang Raynad seperti itu.Kita lanjutkan lagi yuk " Ucap Rehan langsung mencium bibir Putri tanpa meminta persetujuan Putri


Bahkan ciuma itu semakin panas,ciuma sudah berpindah ke leher tangan Rehan tidak diam saja.Tangan Rehan sudah masuk ke dalam baju Putri,Rehan meremas gumpalan kenyal itu.


" Mas ada Mama Raena dibawah " Ucap Putri


" Biaekan saja,mas sudah gak tahan " Ucap Rehan dengan wajah penuh dengan gairah


" Tapi Mas " Ucap Putri belom selesai langsung mendapat ciuman


Rehan mengangkat tubuh Putri digendong depan,Rehan berjalan menuju ke pintu untuk mengunci agar tidak ada yang menggangu.Tapi ciumannya tidak terlepas masih berlangsung.


Terjadilah pergulatan panas di pagi hari ini,yang berlangsung selama setengah jam.


" Ah mas,apa gapapa.Dibawa ada mama " Ucap Putri disela desahnya


" Gapapa sayang,mama pasti paham ko.Kita lakuin ini dengan cepet " Ucap Rehan terus memaju mundurkan pinggulnya


Akhirnya Rehan dan Putri sudah memasuki. puncak kenikmatan dunia.Rehan langsung menyembur laharnya ke dalam,dan terjatuh di samping tubuh Putri.


" Makasih sayang " Ucap Rehan mengecup kening Putri


" Iya mas,buruan bersihin mama udah nunggu lama Mas " Ucap Putri

__ADS_1


" Mandi bareng yuk " Ucap Rehan menawarkan


" Gak mau,nanti terulang lagi " Ucap Putri menolak


" Gak sayang,kali ini cuma mandi saya " Ucap Rehan


" Beneran,hanya mandi " Ucap Putri


" Iya " Ucap Rehan langsung menggendong tubuh polos Putri masuk ke dalam makar mandi


Dua puluh menit kemudia,Rehan dan Putri sudah selesai mandi bersama.Mereka berdua pun turun ke bawa dengan bergandengan tangan dengan nampak wajah bahagia.


Mama Raena yang sudah menunggu lama dibawa,ia nampak kesal.Mama Raena tau apa yang dilakukan menantu dan anaknya dikamar, bisa-bisanya meraka membiarkan Mama Raena munggu lama.


" Apa semalam belum cukup,Re " Ucap Mama Raena langsung menatap ke Rehan


" Hehehehe,maaf Mah.Kalau soal itu Rehan tidak ada rasa cukup " Ucap Rehan mengaruk kepala yang tidak gatel


" Dasar anak nakal, Putri sedang hamil mudah kamu ingat itu " Ucap Raena geram dengan kelakuan putranya


" Putri juga mau ko mah,iya kan sayang " Ucap Rehan mengedipkan satu mata


" Mas..." Ucap Putri ia malu dengan ucapan Rehan, bisa-bisanya suaminya mengatakan soal urusan ranjang ke mertua sekaligus orang tua Rehan


" Gak usah malu Sayang " Ucap Rehan mencium pipi Putri


Putri langsung melotot dengan apa yang Rehan lakukan, pasalnya ada Raynad disana.Putri tidak mau Raynad berpengaruh dengan apa yang dia lihat.


Putri langsung mencubit pinggang Rehan cukup keras


" Awuh,sayang sakit" Ucap Rehan


" Lagian kamu main cium aja,gak lihat apa ada Raynad" Ucap Putri


" Maaf sayang " Ucap Rehan


" Raynad sayang,jangan ditiru kelakuan papah mu itu yah " Ucap Oma Raena menasehati Raynad


" Iya omah " Ucap Raynad


" Anak pintar " Ucap Oma Raena mengelus pucuk kepala Raynad


Putri dan Rehan menghampiri Oma Raena,dan duduk di ruangan tengah.


" Ada apa,Oma kesini " Tanya Rehan


Rehan sengaja memanggil Mama Raena dengan sebutan Oma,karena untuk mengajarkan Raynad untuk memanggil Oma.

__ADS_1


" Oma ingin bertemu dengan cucu,,Oma yang ganteng ini " Ucap Oma Raena mencubi pipi Raynad


Jangan lupa bantu like komen dan vote yang gaes,maaf ini baru up soalnya kemarin outhor sakit jadi gak sempet upload


__ADS_2