
" Mas,ngapain kesini " Tanya Putri yang melihat Rehan masuk ke dalam
" Mau tidur " Ucap Rehan santai dan membaringkan tubuh ke atas ranjang
" Terus aku, tidur dimana" Tanya Putri sembari menujuk kedirinya
" Disini " Ucap Rehan menepuk kasur disampingnya
" Maksudnya tidur bareng " Ucap Putri
Rehan mengangguk, Putri langsung menolaknya.
" Tidak mau,kalau mas Rehan mau tidur disini.Aku tidur di sofa " Ucap Putri berbalik badan dan hendak keluar,tapi ditahan oleh Rehan
" Baiklah,kau tidur dikamar.Biae aku yang di sofa " Ucap Rehan bangkit dari ranjang
" Tangan masuk kedalam, waktu aku tidur " Ancam Putri
" Iya tidak " Ucap Rehan
Rehan pun pergi keluar dan berbaring disofa, meskipun sofa itu empuk tapi tidak nyaman buat Rehan yang postur tubuh tinggi dan besar.Kaki Rehan bahkan tidak nyukup disofa itu,jadi Rehan akan kekuasaan.Putri yang sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik Rehan.
" Nyaman banget,apa lagi baunya harum.Seperti tubuhnya pak Rehan " Guman Putri sambil mencium bantal
Tak lama kemudian, Putri sudah terpejam.Sedang Rehan yang belom bisa tidur,karena sofa itu terlalu kecil untuk tubuhnya yang besar.
" Aarg, aku tidak bisa tidur.Sofa ini terlalu sempit " Ucap Rehan mengusap wajahnya dengan kasar
" Sepertinya Putri sudah tidur " Ucap Rehan ia bangkit dari sofa dan menuju ke kamar
__ADS_1
Putri sudah mengantisipasi kemungkinan Rehan akan masuk,jadi ia kunci agar Rehan tidak masuk.Tapi Rehan sangat pintar ia masuk menggunakan kunci ganda,bukan Rehan nama kalau tidak bisa menyelesaikan masalah kecil seperti itu.
" Wah kau sangat pintar,bahkan pintunya dikunci " Ucap Rehan saat ingin membuka pintu
" Tapi aku memiliki,kunci cadangan sayang " Ucap Rehan dengan senyuman licik
Rehan pun masuk menggunakan kunci cadangan,dan benar dugaannya kalau Putri sudah tertidur bahkan sangat lelap.Rehan perjalan sangat pelan menghampiri Putri agar Putri tidak terbangun,Rehan pun naik ke keranjang dengan penuh hati-hati kalau Putri kebangun bisa gawat nanti.
Rehan merebahkan tubuhnya disamping Putri,Ia pun memeluk Putri dari belakang.Putrinyang sudah sangat pulas ia tidak merasakan kehadiran Rehan, justru Putri merasakan kehangatan yang diberikan oleh Rehan.Mereka tidur berpelukan sampai pagi.
" Besok aku harus bangun lebih awal,kalau tidak aku bisa gawet " Guman Rehan dalam Hati
Rehan mulai memejamkan matanya,dan terlelap dengan memeluk Putri sampai pagi.Pagi harinya Rehan bangun lebih awal,dan ia langsung keluar dari kamar dan berpura-pura tidur di sofa tidak lupa ia mengunci pintu seperti semula,agar Putri tidak mengurangi.
Putri mulai membuka mata,karena terganggu dengan cahaya matahari yang menyilaukan.
" Apa,pak Rehan masih diluar " Guman Putri
" Pasti pak Rehan kedinginan,semalem tidur di luar " Ucap Putri merasa kasihan dengan bosnya sekaligus pacar barunya
" Semalem aku bermimpi,kalau pak Rehan memelukku sambil tidur " Guman Putri mengingat dalam mimpinya Rehan tidur disampingnya dan memeluk dirinya
Sebenarnya mimpi itu kenyataan,tapi Putri tidak mengetahui kalau semalam Rehan tidur disampingnya bahkan memeluknya.Mungkin gara-gara Putri kelelahan dengan kejadian hari itu, Putri tertidur sangat pulas.Putri keluar dari kamar itu,dan melihat Rehan masih tertidur di sofa.Putri menghampiri Rehan dan duduk tepat di depan Rehan.
" Ahhh kau sangat tampan Pak,pasti banyak wanita yang tergila-gila dengan ketampanan mu ini " Ucap Putri lirih
Tak terasa hari Putri menyentuh hidung Rehan yang manjung seberti prosotan anak TK,dan beralih di alis tebal mikil Rehan.Putri senyuman senyum sendiri dengan aksi yang ia lalukan, secara diam-diam.
Kenapa aku sangat berani, menyentuh wajahnya.Kalau pak Rehan tau pasti marah, tunggu,,,,,dia kan sekarang pacar ku.Jadi tidak masalah dong kalau aku menyentuh wajahnya " Ucap Putri
__ADS_1
Jelas Rehan mendengar apa yang Putri ucapkan sejak tadi,secara Rehan berpura-pura tidur.Ia ingin melihat apa yang Putri lakukan dengan nya,Rehan yang sedang menahannya senyuman karena ucapan Putri barusan.Apa lagi melihat wajah Putri yang lucu itu,membuat Rehan tidak tahan ingin menciumnya.
" *Aargh,,,kenapa kau sangat imut sekali,,,kau membuatku gila Putri" Guman Rehan dalam hati
" Ingin sekali,aku memiliki mu seutuhnya" Guman Rehan*
Putri berdiri dan akan pergi,tapi ditahan oleh Rehan yang menarik tangannya.Dah alhasil Putri terjatuh di dada bidang Rehan.
" Mau kemana sayang " Ucap Rehan dengan senyuman jailnya
" Eee,,,mau ke toilet " Ucap Putri gugup
" Benarkah,kenapa wajahmu merah " Ucap Rehan menggoda Putri
" Benarkah " Ucap Putri yang langsung menyentuh pipinya
Rehan menahan tawanya agar tidak pecah,tapi Rehan sudah tidak tahan lagi melihat tingkah polos pacarnya itu.
Hahaha " Kalau lucu sekali sayang " Ucap Rehan dengan tawanya
Putri yang pertama kali melihat Rehan tertawa,ia terpesona dengan ketampanan laki-laki yang ada didepannya.
" Ya ampun,ganteng bangett.Pak Rehan memang sempurna" Ucap Putri memandang Rehan yang sedang tertawa
" Kau kenapa,melihat ku seperti itu " Ucap Rehan bingung dengan tatapan Putri
" Kau sangat tampan Pak " Ucap Putri
" Apa kamu bilang " Ucap Rehan
__ADS_1