Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
94


__ADS_3

Aaa,kenapa mengigit tangan ku " Ucap Bram kesakitan


" Kau " Ucap Rara melotot melihat Bram di depannya


" Iya kenapa " Ucap Bram mendekat ke arah Rara


Rara pun berjalan mundur untuk menjauh dari Bram.Tapi justru Bram terus melangkah mendekati nya.


Seketika wajah Rara pucat dan ia ketakutan,dengan tatapan Bram yang tidak bisa dia artikan itu.


Rara terus berjalan mundur menghindari Bram.Tapi sayangnya tubuh Rara sudah tidak bisa mundur lagi,karena punggung Rara menabrak kulkas jadi Rars tidak bisa bergerak lagi.


Bram langsung mengurung Rara menggunakan kedua tangannya,tangan Bram berada di antara tubuh Rara menyentuh kulkas.


"Kau ma-mau apa " Tanya Rara gagap


" Menurut mu " Ucap Bram mendekatkan wajah ke wajah Rara


Rara langsung memalingkan wajahnya ke arah kanan,agar wajah mereka tidak saling berhadapan.


Jantung Rara seketika berdetak sangat kencang mungkin Bram bisa mendengar,suara detak jantung Rara.


Apa yang akan dilakukan,dengan laki-laki mesum ini " Guman Rara dalam hati


" Jangan macem-macem dengan ku,kalau mau tidak mau aku teriak " Ucap Rara mengancam Bram


" Coba saja kalau berani " Bram malah menantang Rara


Rara pun bersiap untuk teriak,Rara membuka mulutnya.Belom sempat Rara berteriak wajahnya ditarik oleh Bram.


Dan Bram langsung membungkam mulut Rara dengan bibir nya.Rara yang mendapatkan ciuman mendadak dia melotot dan diam membeku.


Rara tidak bisa bergerak,Bram yang merasakan Rara hanya diam saja tanpa ada perlawanan.Bram langsung memyesap bibir Rara dengan rakus bahkan sedikit kasar.


Bram sangat leluasa menyelusuri setiap inci rongga mulut Rara.Karena tadi mulut Rara sempat terbuka saat ingin teriak jadi mempermudah Bram.


Rara yang sadar kalau ini tidak bener,dia langsung mendorong dada Bram dengan sangat kuat.Dan itu berhasil melepaskan ciuman dari Bram.


Bram mengerutkan dahinya dan menatap wajah Rara.Ari mata Rara sudah menetas dalam hati Rara dia sangat marah dengan Bram bisa-bisanya dia mencuri ciuman pertamanya.


Rara memang sempat pacaran tapi Rara belom pernah berciuman.Dulu saat berpacaran yang Rara lakukan hanya gandengan tangan dan pelukan tidak lebih.


Jadi Rara kali ini sangat marah dengan Bram.Bahkan Rara menatap Bram dengan tatapan yang penuh kebencian dan amarah.


Bram bisa melihat dari mata Rara,yang sudah penuh dengan genangan air.

__ADS_1


Rara langsung menampak Bram sangat Keras


Plak........


Bram yang mendapatkan tamparan dari Rara yang cukup keras,dia memegangi pipi yang sedikit panas itu.


" Kau laki-laki kurang ajar,aku tidak mau bertemu dengan mu lagi " Ucap Rara dengan lantang


Entah kenapa hati Bram sangat nyeri saat Rara mengatakan itu.Bram tidak tau apa yang terjadi dengan nya.


Rara langsung pergi begitu saja tanpa menoleh ke Bram.Rara menghapus air matanya dengan kasar.


" Ra, tunggu" Ucap Bram berusaha mengejar Rara


Tapi sayang Rara sudah berlari naik ke atas dan langsung menguci pintu kamar nya.


Bram berusaha mengetuk pintu Rara,dan memanggil Rara.Dia ingin meminta maaf apa yang barusan dia lakukan.


" Rara,buka pintunya " Ucap Bram dari ujung pintu


" Jangan panggil aku dan jangan menampakkan wajah mu dihadapan ku " Teriak Rara di dalam kamar


Untung nya kamar Rehan, Raynad dan kamar mama Raena kedap suara.Jadi mereka tidak bisa mendengar keributan yang terjadi antara Rara dan Bram.


Didalam selimut terdengar Isak tangis Rara,yang begitu menyayat hati siapapun yang mendengar nya.


" Kenapa dia melakukan ini,dia sudah mencuri ciuman pertama ku " Hiks...hiks..hiks...


" Aku harus pergi dari sini,aku tidak mau melihat wajah brengs3k dia " Ucap Rara


Bram yang sudah tidak mendengar suara Rara lagi,ia pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya.


Kamar Bram berada di lantai bawah.Perasaan Bram sedikir kacau dia tidak tau dengan perasaannya ini.


" Arghh...ada apa dengan ku,kenapa hati ku sangat sakit " Bram menjambak rambut frustasi


" Apalagi saat Rara mengatakan tidak aku bertemu dengan ku lagi.Matanya penuh kebencian saat menatapku" Ucap Bram dia membanting vas bunga yang ada dikamar nya


Sungguh saat ini Bram sangat frustrasi,kenapa wanita itu bisa membuat Bram seperti ini.


Sepanjang hidupnya dia tidak pernah merasa kacau kecuali saat kehilangan orang tuanya.Kali ini bahkan lebih para dari dulu.


Bram membanting tubuhnya ke atas ranjang.Lambat laut Bram mulai memejamkan mata dan masuk ke dalam dunia mimpi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul empat pagi Rara sudah bangun.Rara sengaja bangun sangat pagi karena rencananya Rara akan pergi tanpa berpamitan dengan siapapun.


Rara juga sengaja pergi pagi pagi sekali agar tidak ada yang melihat Rara pergi dari rumah ini.Semua orang masih didalam dunia mimpi,yang tahu kalau Rara pergi hanya Satpam yang menjaga pintu gerbang Rumah Rehan.


" Pak Satpam " Teriak Rara


" Ada apa mbak,pagi-pagi sudah bangun bahkan sudah sangat rapi " Tanya Satpam itu saat melihat penampilan Rara dan melihat ke arah jam dinding


" Saya mau pulang Pak,bisa bukain gerbangnya" Ucap Rara


" Pulang,kenapa sepagi ini.Nona Putri dan Tuan Rehan belom bangun,apa mbak tidak menunggu sampai mereka bangun " Ucap Satpam


" Tidak usah Pak,saya semalam sudah berpamitan dengan yang lain" Ucap Rara berbohong


" Oh gitu ya mbak " Ucap Satpam


" Iya Pak,bisa bukain gerbangnya" Ucap Rara


" Bisa mbak, sebentar" Ucap Rara


Satpam itu pun keluar dari pos nya dan membukakan gerbang untuk Rara.


" Makasih ya Pak,saya pamit dulu " Ucap Rara


" Iya mbak hati-hati yah " Ucap Satpam


" Iya pak " Jawab Rara


Rara yang sudah memesan ojek online,dan Rara sengaja tidak naik tepat di depan rumah Rehan.


Rara menyuruh tukang ojek itu untuk menunggu agak jauh dari rumah Rehan.Rara sangat tau pasti dirumah itu terpasang CCTV.


Rara berpamitan ke Putri hanya lewat pesan singkat.


Putri aku pamit pulang dulu,maaf aku tidak bisa berpamitan dengan mu secara langsung.Karena ada urusan mendadak,dan aku pulang lebih awal


kalau ada yang bertanya tentang keberadaan ku,jangan kasih tau keberadaan ku.Semoga kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti.


Seperti itu lah sekiranya pesan dari Rara.Rara pulang ke kontrakan karena hari ini,Rara harus bekerja.


Rara yang sudah tau kalau tempat dia bekerja adalah milih Rehan.Rara sudah memutuskan untuk berhenti bekerja dan akan mencari pekerjaan lainya.


Kalau Rara masih tetap bekerja disana bisa dipastikan.Bram akan mengetahui keberadaan Rara.


Jangan lupa kasih bintang yang terbaik untuk novel author,makasih yang selalu mendukung author sampai sejauh ini😘😘

__ADS_1


__ADS_2