Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
98


__ADS_3

Putri kembali ke kamarnya dan dengan bersamaan Rehan baru selesai mandi,melihat wajah istriny seperti kebingungan Rehan menghampiri Putri dan duduk di sebelah Putri.


" Kamu kenapa sayang " Tanya Rehan


" Eee,kata Lilis kalau Raynad ingin asi dia tidak pernah nangis Mas katanya cuma mengeliat saja.Padahal kan dulu setiap lapar Raynad nangis mas " Ucap Putri merasa khawatir dengan keadaan putranya


" Ya sudah besok,coba ke rumah sakit.Jangan khawatir sayang Raynad pasti baik-baik saja ko " Ucap Rehan menenangkan Istrinya


" Iya mas " Ucap Putri


" Sayang " Ucap Rehan menarik pinggang Putri


" Iya Mas,kenapa " Tanya Putri menatap suaminya


" Aku haus " Ucap Rehan


" Aku ambilkan minum,Yah " Ucap Putri akan bangkin tapi ditahan oleh Rehan


" Aku tidak mau minum air " Ucap Rehan


" Terus mau minum apa,Mas " Tanya Putri


" Minum ini " Ucap Rehan m3r3mas gumpalan empuk


" Ih masss " Ucap Putri saat Rehan meremas nya


" Boleh ya " Ucap Rehan memohon


" Eee,ya sudah " Ucap Putri


" Beneran boleh,Sayang " Tanya Rehan memastikan ia takut kena tipu


" Beneran mas,kamu boleh meminum ini samapi kamu kenyang " Ucap Putri menggoda Rehan dan ia mengeluarkan gumpalan kenyal itu dari kaca matanya


" Ah sayang,kamu menggoda ku.Aku akan meminumnya sampai aku puas " Ucap Rehan langsung menarik Putri dan merebahkan tubuh Putri.


Rehan berada di atas tubuh Putri,tidak menunggu lama Rehan langsung menghisap gundukan itu dengan sangat rakus.


Bahkan suara decapan Rehan sangat keras,bukan hanya menyedot saja tapi lidah Rehan bermain dengan biji kacang coklat itu.


" argh ah,mas " Desah Putri keluar begitu saja saat Rehan terus bermain-main dengan biji kacang itu


" Ehem " Rehan menjawab dengan deheman itu,Rehan tidak melepaskan gumpalan itu dari mulutnya.


Sekarang pindah ke sebelah Kiri,Rehan harus merasakan dua duanya.Ah bagi Rehan ini sangat nikmat meskipun boleh bisa masuk ke gua berbulu.


" Sayang ini sangat nikmat " Ucap Rehan disela menyedot


" Argh,jangan di lepas mas.Asinya terus keluar " Ucap Putri menikmati permainan suaminya dengan memejamkan mata


" Tidak akan Sayang " Ucap Rehan


Rehan terus berganti kanan ke kiri kiri ke kanan,berulang ulang.Saat ada sesuatu yang mengeras di bawah Rehan mengehentikan aktifitasnya


" Mas ko berhenti" Tanya Putri melihat ke arah suami nya

__ADS_1


" Tongkay ku menegang,sayang " Ucap Rehan menahan hasratnya


" Terus gimana,aku masih nifas mas " Ucap Putri


" Ada cara kain,sayang " Ucap Rehan


" Apa " Tanya Putri


Rehan melepaskan celana dan kini Rehan tidak mengenak celana,polos los saja.


" Mas ko kamu lepas celana " Ucap Putri kaget dengan tindakan Rehan


" Memang harus gitu,Sayang " Ucap Rehan


" Ini masukan ke mulut mu " Ucap Rehan


" Mas,gak usah bercanda deh " Ucap Putri mencubit perut Rehan


" Gak sayang Mas serius,Kita bikin sensasi baru " Ucap Rehan dengan wajah menahan hasrat


Rehan pun menjelaskan apa yang Rehan maksud,Rehan meyakinkan ke Putri kalau ini akan sangat nikmat.


Awalnya Putri menolak dengan ide gila suaminya ini,tapi Rehan terus saja memaksa karena Rehan sudah sangat menginginkan itu.


Putri pun menuruti kemauan Rehan.Awalnya Putri merasa mual di perutnya kareni ini pertama kali Putri melakukan ini.


Tapi Rehan terus bilang tahan jangan sampai muntah.Rehan terus menekan kepala Putri untuk melahap tongkatnya sampai tidak terlihat.


Rehan memaju mundur kan kepala Putri,bahkan Rehan menyuruh Putri untuk membayangkan kalau dia sendang makan es krim.


" Ah ah terus seperti itu sayang,ini sangat nikmat" Racau Rehan


Rehan yang sudah merasakan puncak kenikmatan dia mendorong tubuh Putri di rajang,Rehan memuntahkan cairan bening tepat di dada Putri.Dan tumbang di atas tubuh istrinya membenamkan wajahnya ke dada Putri.


Bukan cuma membenamkan Rehan mengelap cairan itu,dengan tangannya.Agar cairan itu hilang dan Rehan akan melahap gundukan itu lagi lagi dan lagi.


" Mas aku lelah " Ucap Putri padahal hanya melakukan itu tapi Putri merasa lelah


" Tidurlah Sayang,biarkan Mas bermain sendiri " Ucap Rehan terus menyedot tanpa henti


" Apa kamu belom kenyang " Tanya Putri dengan polosnya


" Belom,mana mungkin aku akan kenyang.Sayang " Ucap Rehan


" Ya sudah lah,aku mau tidur " Ucap Putri


Putri memilih untuk tidur,dia membiarkan suami bermain dengan gundukan kenyal miliknya.Putri tau dia tidak akan bisa menghentikan aksi suaminya ini.


Pagi harinya,,,,


Rehan tidur dengan posisi diatas tubuh Putri,pantas saja Putri merasa kalau dadanya sesak ternyata Suaminya itu tidur diatas tubuhnya.


" Mas " Putri membangunkan Rehan dengan menepuk pipinya


" Hem " Rehan mengeliat tapi tidak membuka matanya

__ADS_1


" Mas bangun,kamu berat tau " Ucap Putri mulai kesal karena Rehan tidak bangun bangun juga


" Aku masih ngantuk sayang " Ucap Rehan memegang gumpalan kenyal


" Mass...tangan kamu tuh nakal banget sih " Ucap Putri memukul tangan Rehan


" Sayang biar seperti ini sebentar " Ucap Rehan


Putri pasrah saja,ia membiarkan Rehan ada di atas tubuhnya untuk beberapa saat.


Lima menit kemudian,Rehan bangkin dari atas tubuh Putri.Ia langsung masuk ke kamar mandi,karena jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh.


Dua puluh menit kemudia,Rehan telah selesai mandi.Sedangkan Putri duduk ditepi ranjang menunggu suaminya selesai mandi.


" Sayang mandi gih,aku udah nyiapin air hangat buat kamu " Ucap Rehan mengahampiri Putri


" Makasih ya mas " Ucap Putri berdiri dan akan menuju ke kamar mandi


" Cuma bilang makasih aja nih,gak ada yang lain " Ucap Rehan melihat ke punggung istrinya itu


" Yang lain apa mas " Tanya Putri membalikkan badan menghadap ke Rehan


Rehan memberikan kode dengan memanyunkan bibirnya.Putri paham dengan kode itu ia langsung berjalan dan mencium bibir Rehan sekilas.


Cup!


Putri langsung lari masuk ke kamar mandi,kalau tidak lari bisa-bisanya ciuman itu akan menjadi panas.


Rehan yang melihat tingkah Istrinya itu tersenyum, menurut Rehan itu sangat lucu dan menggemaskan.


Rehan mausk ke ruangan pakaian,untuk memakai baju Putri sudah menyiapkan baju untuk Rehan kenakan ke Kantor.


20 menit kemudian Putri sudah keluar,yang sudah memakai pakaian rapih.Putri duduk depan cermin ia akan mepakai bedak tipis dan mengoleskan bibir dengan lipstik.


Rehan yang memperhatikan istrinya sedang merias wajah.Ia langsung menghampiri Putri dan memeluknya dari belakang.


" Sayang kamu sedang apa " Tanya Rehan


" Sedang dadan Mas " Ucap Putri


" Kenapa dadan,sih " Ucap Rehan


" Kan biar,cantik mas " Ucap Putri


" Gak perlu Dadan,kamu sudah terlihat cantik sayang.Ini nih kenapa bibir kamu pakai lipstik,Mas gak suka " Ucap Rehan menunjukan nunjuk bibir Putri


Rehan sangat posesif terhadap istrinya,bagi Rehan tidak ada yang boleh melihat istrinya berdandan kecuali dirinya.


" Aku pakainya tipis ko mas " Ucap Putri


Rehan tidak menjawab pertanyaan Putri,ia langsung memutar tubuh Putri dan mencium bibirnya dengan sedikit kasar.


Putri kaget dengan aksinya suaminya,tapi Putri juga menikmati itu.Beberapa menit kemudian Rehan melepaskan ciuman itu.


" Manisnya" Ucap Rehan membersihkan bibir Putri yang masih karena ulahnya

__ADS_1


" Ih Mas Rehan,jadi hilangkan lipstik nya " Ucap Putri kesal


" Udah gak usah pakai lagi,kita turun yuk.Pasti Raynad sudah menggu kamu " Ucap Rehan menggandeng tangan Putri untuk keluar


__ADS_2