
Putri menerima map itu,dan membaca isi kontrak kerja itu.Saat membaca dibagian akhir Putri mengernyitkan dahinya,dan kaget dengan isi kontrak tersebut.
" Kenapa aku harus kerja,selama 10 tahun " Tanya Putri
" Dan ini kenapa gaji aku,dibayar cuma lima puluh persen" Ucap Putri lagi
" Terus ini kenapa,harus siaga dua puluh empat jam.Emang kau Rumah sakit " Ucap Putri bertubi-tubi membuat pusing Rehan dengan ocehan Putri
" Apa sudah selesai" Ucap Rehan dengan menatap Putri
" Sudah " Jawab Putri
" Terserah kamu,mau setuju apa gak.Kalau tidak setuju saya bisa menggunakan jalur hukum " Ucap Rehan mengancam Putri
Kenapa selalu melibatkan polisi,apa dia mengancam ku guman Putri dalam hati
" Kenapa bengong " Ucap Rehan membuat buyar pikiran Putri
" Ahh..iya saya setuju,saya akan menandatangi kontrak nya " Ucap Putri
Putri pun langsung menandatangani Kontrak tersebut, Putri langsung bekerja dihari itu juga.
" Buatkan saya Kopi " Ucap Rehan
" Haaaa,Kenapa saya harus membuatkan dia kopi " Guman Putri lirih
" Kenapa masih disini " Ucap Rehan dengan nada sedikit tinggi
" Iii....iya pak " Ucap Putri gugup
Putri langsung keluar dari ruangan Rehan,dan langsung menuju ke pantry untuk membuatkan kopi.Setelah beberapa saat Kopi pun siap,dan Putri mengantar ke ruangan Rehan.
" Permisi pak,ini kopi yang pak Rehan inginkan" Ucap Putri
" Letakan disitu " Ucap Rehan menunjukan dengan lirikan mata
__ADS_1
" Baik pak " Jawab Putri
Putri langsung pergi,setelah meletakan kopi itu dimeja kerja Rehan.Baru saja tiga langkah, Putri langsung berhenti saat Rehan menganggil nya.
" Siapa yang suruh kamu pergi " Ucap Rehan
Putri langsung membalikan badan, menghadap Rehan yang sedang menatap tajam kearahnya.Putri langsung menunduk,melihat tatapan tajam Rehan.
" Bawah dokumen itu,dan susuun sesuai bulan dan tahun " Ucap Rehan menunjukan dokumen yang menumpuk di rak samping meja kerja Rehan
" Ba..baik pak " Jawab Putri
Putri langsung mengambil setumpuk domuken,dan ia akan bawa keluar.Lagi-lagi dihentikan oleh Rehan.
" Kerjakan disitu " Ucap Rehan mengehentikan langka Putri
Putri menuruti apa yang dikatakan Rehan,ia pun duduk di sofa yang ada di ruang Rehan.Puyri, langsung menyusun dokumen itu sangat fokus,ia takut akan dimarahi Rehan karena melakukan kesalahan.
Sudah tiga jam aku duduk disini,dan menyusun dokumen ini.Tapi kenapa belom selesai-selesai juga,aahhh... rasanya aku ingin teriak.Guman Putri dalam hati
" Belom " Ucap Putri lemas
" Lambat " Ucap Rehan
Dan membuat Putri kesal
" Apaa, bisa-bisanya dia mengatakan aku lambat " Ucap Putri libur tapi bisa di dengar Rehan
" Apa kamu bilang " Tanya Rehan menatap JATAM ke arah Putri
" Aahh..tidak pak tidak,tadi ada nyamuk " Ucap Putri asal
Nyamuk,sejakan kapan diruangan saya ada nyamuk.Dasae wanita aneh Gumun Rehan dalam hati
" Pak Rehan,apakan saya boleh istirahat sebentar " Ucap Putri
__ADS_1
" Rasanya mata dan tangan saya mau lepas " Guman Putri dalam hati
Karena ini pertama kali Putri melakukan pekerja seperti itu,ia merasa sangat pegal.Padahal di restoran pekerjaan Putri lebih berat,tapi entah kenapa Putri rasa ini sangat melelahkan.Apa karena ada Rehan.
" Hem " Ucap Rehan
" Hemm,apa pak " Tanya Putri yang bingung dengan jawab Rehan
" Boleh " Ucap Rehan
" Makasih pak " Ucap Putri
Setelah mendapat ijin dari Rehan, Putri ingin keluar dan membuat minuman di pantry.Karena ia sangat haus bahkan lapar,tapi ditahan oleh Rehan.Seketika bibir Putri manyun,karena kesal dengan Rehan.
" Mau kenama " Tanya Rehan tanpa melihat ke arah Putri
" Mau istirahat pak " Ucap Putri
" Kan bisa disini,kenapa keluar" Ucap Rehan
" Ya ampun pak,saya tuh bosen diruangan ini terus.Lagian satu tuh keluar mau bikin minuman,masa mau bikin minuman aja gak boleh " Protes Putri ke Rehan
Karena ia sangat kesal dengan Rehan,sejak Putri datang ke ruangan nya ia tidak dikasih minum apa lagi diperbolehkan keluar.
" Kalau haus tinggal amabil,dilemari Es " Ucap Rehan dengan menunjukkan lemari Es yang ada di pojok ruangan itu, Putri melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Rehan.
" Kenapa dari tadi gak bilang,aku dah hampir dehidrasi " Ucap lirih Putri
" Apa kamu bilang " Ucap Rehan menatap Putri
" Ahh...tidak pak tidak apa-apa " Ucap Putri menggelengkan kepala
" Cih,aku dengar apa yang kamu ucapkan " Ucap Rehan
" Hehehe..maaf Pak " Ucap Putri menunduk
__ADS_1