
Orang yang di utus oleh Bram,ia telah selesai mengurus orang tersebut dan membawanya ke penjara.Sedangkan Rehan dan Bram ia merencanakan untuk mengrebek Markas tersebut,Tio juga sudah melaporkan nya ke polisi Bredlee.
Keesokan harinya
Rehan Bram dan yang lainya,pergi menuju ke markas dimana polisi sudah tiba dan mengepung tempat tersebut.Bredlee menunggu Rehan datang baru ia menyerbu masuk ke markas itu,tak berselang lama Rehan dan yang lainya sampai itu tempat.
" Gimana " Tanya Rehan ke Bredlee
" Semuanya sudah dikepung,mereka belum tau " Ucap Bredlee
" Bagus,kalau gitu kita masuk ke dalam " Ucap Rehan
Rehan sudah menyiapkan pistol dikemjanya ia menggunakan serba hitam dan tidak lupa menggunakan topeng.Saat mereka masuk langsung dihadang oleh penjaga, mereka pun berantem dengan penjaga yang ada disitu.Setelah mereka tumpang Rehan dan lainya masuk ke dalam,ada satu penjaga yang mengetahu kedatangan Rehan dan Bredlee ke,ia langsung melaporkan ke Bos nya.
" Bos gawat bos " dengan nafas yang tak beraturan
" Apanya yang gawat " Tanya Bos
" Diluar ada polisi " Ucap penjaga
" Apaa..." Kaget dengan apa yang anak buahnya katanya
" Kenapa polisi bisa datang kesini " Ucapnya dengan nada penuh emosi
" Saya tidak tau Bos,mungkin ada yang mengawasi kita Bos " Ucap penjaga
" Sialan.." mengebrak meja
" Cepat siapkan mobil " Ucap Bos dengan marah
" Baik Bos " Ia langsung menyiapkan mobil untuk Bosnya melarikan diri
Belom sempat mereka pergi,Rehan dan lainya muncul dengan mendobrak pintu.
Brakk
__ADS_1
" Siial,saya ketahua " Ucap Bimo
" Mau lari kemana lagi " Ucap Rehan
Saat Rehan mengeluarkan suara,Bimo seperti mengenal suara tersebut.
" Sepertinya saya kenal dengan suara itu " Ucap dalam hati
Bimo pun melihat kearah suara tersebut,betapa kagetnya ia melihat orang yang ada di depannya..
" Kenapa dia bisa menemukan bersembunyi saya " Ucap Bimo dalam hati
Bimo langsung lari ke arah pintu belakang,dengan dikawal beberapa penjaga.
" Jangan lari,atau saya tembak " Ucap Bredlee
Bimo tidak memperdulikan ucapan Bredlee,yang ia pikirkan bimana caranya untuk kabur dari Rehan .Karena tidak mendengarkan perkataan Bredlee ia pun melepaskan tembakan peringatan.
Dor dor dor
Rehan tidak tinggal diam,ia langsung menembaki anak buah Bimo satu persatu.Bimo yang berhasil pergi menggunakan mobil,Rehan langsung mengejarnya.
Dor dor dor
Suara tembakan dari pistol Rehan,kanan kiri menyetir sedang tangan kanan terus menbak ke arah Bimo.Mereka kejar kejaran sedangkan Bram dan Tio ia melawan anak buah Bimo yang menghalangi mereka untuk mengejar Rehan.
" Mau lari kemana lagi kamu " Teriak Rehan saat mobilnya tepat dibelakang Bimo
" Kamu tidak akan lolos lagi " Teriak Rehan
" Coba saja kalau bisa " sautan dari Bimo
Meraka saling tembak menembak..Dor.. Dor ..Dor suara tembakan yang terus bersautan,Rehan tidak kehabisan akal ia menebak ke arah ban,mobil Bimo oleh karena ban belakang pecah.
" Sialan " Ucap Bimo memukul stir
__ADS_1
Mau tidak mau Bimo haru lari kedalam hutan, Rehan yang melihatnya ia juga turun dan mengejar Bimo yang berusaha kabur.
Dor dor dor
" Mau lari keujung dunia pun akan saya kejar " Teriak Rehan terus mengejar Bimo
Rehan terus menembak ke arah Bimo,kaki Bimo terkenal peluruh dan membuat ia kesakitan bahkan berlari pun susah.
" Brengsek aku kena tembak " Ucap Bimo marah
Tak mau kalah Bimo juga menembak ke arah Rehan tapi tidak mengenai Rehan satupun,tak disangka ada orang lain yang mengikuti mereka.
Orang tersebut adalah anak buah Bimo,Rehan yang tidak menyadarinya.Rehan pun diserang dari belakan dan lengan Rehan terkena tembakan,darah mengalir dari lengan Rehan.
" Sialan" Ucap Rehan
Rehan tidak memperdulikan dengan luka tembakan tersebut,Rehan yang sudah sangat marah.Rehan langsung menghujani tembakan ke orang tersebut tanpa henti,sampai orang itu mati dengan bersimbah darah.
Rehan mengejar Bimo yang sudah jauh didepan nya,dari belakang Tio dan Bram menyusuk Rehan dan berteriak memanggil Rehan.
" Kak..tunggu aku " Teriak Bram
" Bram ke arah barat,Tio ke arah timur " Ucap Rehan
Merak langsung menuruti perintah Rehan.Bimo terkepung dan tidak bisa lari kemana-mana.
" Mau lari kemana lagi kamu " Ucap Rehan
Bram yang melihat lengan Rehan tertembak ia sangat marah,sekarang wajah Bram seperti sianga yang akan menerkam musuh.
Tanpa basa basi Bram memukul Bimo dengan tendangan melayang.
Brakk...
Bimo terlempar 2 meter dan tersungkur di tanah.Bram, menghampiri Bimi yang merintih kesakitan.
__ADS_1