
Jangan membuatku malu " Ucap Putri menunduk
" Kenapa, sekarang kan kamu sudah menjadi istri ku " Ucap Rehan di telingan Putri
Lagi-lagi Putri dibikin malu dengan ucapan Rehan,yang selalu menggoda nya.Rehan yang melihat wajah lucu istrinya itu sangat gemas,ingin rasa mencium bibir mungil itu tapi Rehan harus menahannya sampai malam nanti.
Hari semakin sore para tamu juga sudah berhambur pergi,dan sekarang hanya ada keluarga Rehan dan keluarganya Putri.Rehan menyarankan ke Bu Erna dan Bima untuk menginap saja diruamhnya,karena ia tau pasti mereka capek.
" Bu menginaplah disini " Ucap Rehan
" Apa tidak merepotkan nak " Ucap Bu Erna
" Tidak Bu,ibu kan sekarang sudah menjadi mertua ku " Ucap Rehan
" Benar Bu,ibu menginap saja yah " Ucap Putri
" Baiklah,ibu akan menginap disini dengan Bima " Ucap Bu Erna menerima tawaran Rehan
Malam pun tiba,semua orang sudah berkumpul untuk makam malam bersama.Makan malam hari sunggu berbeda,karena dua keluarga berkumpul di meja makan.Canda gurau terdengar di meja makan,meja makan yang sebelumnya sepi sekarang ramai.
Setelah selesai makan malam,mereka memutuskan untuk duduk di ruangan keluarga untuk menonton televisi dan bercanda gurau.Sedangkan Putri ia memilih untuk ke kamar,karena tubuhnya merasa sangat lelah jelas saja Putri sedang mengandung jadi ia gampang lela.
" Semuanya,aku keatas dulu yah,aku sangat lelah " Ucap Putri
" Iya sayang, sebaiknya kamu istirahat.Pasti kamu capek,apalagi perut kamu sudah semakin besar " Ucap Mama Raena
" Ibu antar kamu ke kamar " Ucap Bu Erna
__ADS_1
" Iya Bu " Jawab Putri
Bu Erna mengantar anaknya untuk istirahat dikamar, sedang Rehan ia masih asik mengobrol dengan Adi dan Bima.Rehan juga memberikan waktu untuk Putri istirahat sebelum ia melakukan aksinya nanti,Rehan sudah menantikan malam ini dan dia tidak mau melewatkan nya.
" Istirahat lah nak,jaga kondisi kamu jangan sampai kecapean" Ucap Bu Erna menutupi tubuh Putri dengan selimut
" Iya Bu, Putri akan mengingat pesan ibu " Ucap Putri
" Ya udah,ibu keluar dulu " Ucap Bu Erna
" Iya " Jawab Putri
Bu Erna keluar dan menutup pintu,sedangkan Putri ia belom memejamkan matanya ia masih tidak menyangka kalau ia akan menjadi Istri seorang Rehan.
" Aku seperti mimpi,bisa menjadi istri pak Rehan " Ucap Putri
Tak berselang lama Putri tertidur karena rasa kantuk yang melanda,sudah jam dua belas lebih Rehan belom juga masuk ke kamar.Entah apa yang mereka bicara kan,kenapa bisa selama ini Meraka mengonbrol.
Jam sudah menunjukkan pukul satu akhir Rehan masuk juga ke kamar,tapi Rehan tidak langsung naik ke keranjang ia memilih untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Selesai membersihkan tubuhnya Rehan perlahan masuk ke dalam Putri,ia memeluk Putri dari belakang.
Bukan hanya memeluk tangan Rehan sangat usil,ia mengelus elus perut buncit Putri dan menciumi leher jenjang Putri.Putrri yang tidur terganggu ia pun terbangun karena ulah tangan Rehan.
" Pak Rehan " Ucap Putri yang melihat tangan Rehan yang sudah masuk ke dalam bajunya tepat di perut buncit Putri
" Kenapa bangun " Tanya Rehan yang pura-pura tidak tau
" Tangan kamu yang membuatku bangun " Ucap Putri
__ADS_1
" Aku hanya ingin mengelus perut mu " Ucap Rehan yang terus mengelus perut Putri
" Baiklah,tapi jangan ganggu aku.Aku sangat ngantuk " Ucap Putri
" Iya tidurlah " Ucap Rehan
Itu tidak mungkin terjadi kalau Rehan tida akan melakukan sesuatu,ia sudah merencanakan semuanya untuk malam ini.Benar saja tangan Rehan mulai nakal,tanngan nya sekarang sudah menjalar ke bukit kembar dan mulai mer3m4s lembut.
Putri belom menyadari nya,Rehan yang mengatahui tidak ada respon oleh istrinya itu.Ia mulai mengeraskan r3m4san bahkan jari Rehan,bermain dengan biji kacang gunung kembar itu.Rehan sangat menikmatinya,mungkin ini akan menjadi candu untuk Rehan.
" Pak Rehann.. " Ucap Putri yang sudah bangun karena merasakan ada yang mer3m4s gunung nya dan benar saja itu ulang suaminya
" Ada apa " Tanya Rehan yang jarinya masih asik bermain
" Tangan pak Rehan " Ucap Putri yang masing memunggungi Rehan
" Tangan ku kenapa " Tanya Rehan pura-pura tidak tau
" Tangannya....ada di gunung milik ku " Ucap Putri ragu
" Maksudnya kamu ini " Ucap Rehan meremas kedua bukit Putri
" Ahh pak Rehan " kata yang seharusnya tidak dia keluar itu lolos pegitu saja membuat Rehan terus melakukan aksinya itu
" Pak Rehan berhenti " Ucap Putri berusaha melepaskan dirinya dari aksi nakal Rehan
" Tidak akan " Ucap Rehan ditelinga Putri
__ADS_1
Rehan terus mer3m4s bukit itu bahkan sekarang Rehan dengan mencumbu leher Putri,dengan rakus.Putri mulai menggeliat dan merasakan sensasi yang berbeda di tubuhnya,sunggu Putri bikin buat gila oleh Rehan