
" Arghh,,,bodoh sekali kamu put,sangat memalukan " Ucap Putri mengutuki dirinya
" Aa,,aku tidak bilang apa-apa ko Pak " Ucap Putri gugup
" Oh ya " Ucap Rehan mendekatkan wajahnya ke Putri
Deg,,deg,,deg
Jantung Putri berdetak sangat kencang,mungkin Rehan bisa mendengar nya karena tubuh Rehan sangat dekat ke Putri.Wajah Putri sangat merona saat ini,Rehan mengambil tangan Putri dan ia letakan diwajah nya.Sontak Putri membulatkan matanya,tapi ada rasa bahagia bias menyentuh wajah Rehan yang tampan itu.
" Apa kau suka, menyentuh wajah ku " Ucap Rehan
Putri menggunakan kepalanya,dan ia saat ini sangat malu.
" Kalau ingin menyentuh, hidung ku atau alisnya ku bilang saja Gak usah diam-diam saat aku tidur " Ucap Rehan dengan senyuman jahil
" Jadi Pak Rehan tadi,tidak tidur " Ucap Putri kaget
" Tadinya aku tidur,tapi saat ada yang menyuh wajahku.Aku terbangun " Ucap Rehan
" Kenapa tidak,bilang kalau pak Rehan sudah bangun " Ucap Putri Protes
" Kenapa kau, memanggil aku dengan sebutan itu.Bukanya kemarin kamu panggil aku,dengan kata Mas " Ucap Rehan
" Hehehe,,, rasanya aneh kalau aku panggil dengan sebutan Mas " Ucap Putri menunjukkan deretan gigi yang Putih
" Kenapa aneh " Tanya Rehan
" Karena kita,bukan pasangan suami istri " Ucap Putri dan langsung menutup mulutnya
" Hooo,,,jadi kamu mau,menjadi istri " Ucap Rehan dengan menahan tawanya
" Bukan....bukan itu maksud ku " Ucap Putri memalingkan wajahnya
Rehan sudah tidak tahan lagi,dengan wajah imut yang sedang merona itu.Rehan langsung menyambar bibir Putri dengan sangat lembut,agar Putri tidak kesakitan.Ini sudah menjadi candu bangi Rehan,mencium bibir mungil Putri.
Cupp
" Ehem,,, " Desis Putri yang mendadak mendapat ciuman dari Rehan
Tapi Putri menikmati sentuhan itu, Putri melingkarkan tangannya ke lerah Rehan agar.Rehan lebih mudah menciuma nya, setelah beberapa menit berciuman Rehan melepaskan ciuman itu dan menyandarkan wajahnya ke wajah Putri dan saling memejamkan matanya.
__ADS_1
" Aku sangat mencintaimu " Ucap Rehan lirih membuat senyuman Putri terkulai
" You Merry me " Ucap Rehan tiba-tiba
Putri langsung memundurkan wajahnya menjauh dari Rehan.Mata Putri membulat,ia tidak percaya dengan perkataan yang baru saja dilontarkan oleh Rehan.
" Kenapa kamu diam saja " Tanya Rehan ada sedikit keraguan
" Kau tidak mau jadi,istri ku " Ucap Rehan
" Apa ini tidak, terlalu cepat" Ucap Putri
" Kita baru saja saling kenal,bahkan kita baru kemarin pacaran.Kenapa sekarang Pak Rehan,mengajak saya menikah " Ucap Putri dengan wajah yang tidak bisa diartikan
" Karena aku mencintaimu,dan ingi memiliki ku sepenuhnya " Ucap Rehan dengan lembut dan sangat tulus
" Tapi Pak " Ucap Putri terputus karena Rehan memotong perkataan Putri
" Tidak perlu menjawab sekarang,aku akan tunggu kamu.Saat sudah siap " Ucap Rehan dengan tulus
" Pak Rehan tidak marah kan " Ucap Putri memastikan karena raut wajah Rehan berubah
" Baik lah Pak " Ucap Putri bangkin dan menuju ke toilet
Saat sudah masuk didalam ia baru sadar,kalau dirinya tidak membawa pakaiannya ganti.Putri pun keluar dan menghampiri Rehan,yang sudah duduk di meja kerjanya.
" Pak " Ucap Putri menunduk
" Ada apa " Tanya Rehan
" Saya tidak membawa, pakaian ganti " Ucap Putri menunduk
" Tenang,aku sudah menyiapkan nya.Di atas meja ada paper bag,isinya pakaian ganti untuk mu " Ucap Rehan
" Makasih pak " Ucap Putri dengan senyuman manisnya
" Sama-sama,apa mau mandi bareng " Ucap Rehan menjahili Putri
" Pak Rehaannnn " Ucap Putri dengan nada manja dan ia langsung masuk ke kamar mandi
" Ya ampun Putri,giman aku gak tergila-gila dengan mu " Ucap Rehan melihat ke arah kamar mandi
__ADS_1
" Apa aku terlalu cepat,untuk menjadikan kau istri ku " Guman Rehan dan tiba-tiba Tio masuk tanpa mengetuk pintu
" Re,kau dari mana saja " Ucap Tio langsung duduk di sofa
" Aku telfon sejak semalam,tidak diangkat " Ucap Tio kesal dengan Bos sekaligus sahabatnya
Rehan panik saat Tio masuk keruangan,ia takut kalau dia tahu Putri ada didalam.Bahkan Putri sedang mandi, pasti akan ketahuan hubungan Rehan dan Putri.
" Kenapa masuk,tidak ketuk pintu dulu " Ucap Rehan menatap tajam ke arah Tio
" Kau kenapa,kan aku sudah biasa seperti itu " Ucap Tio curiga dengan Rehan
" Tunggu,,,kenapa ada suara percikan air didalam " Ucap Tio menatap Rehan meminta penjelasan
" Kau salah dengar " Ucap Rehan
" Tidak mungkin,aku tidak tuli Re " Ucap Tio tegas
" Pak Rehan,apa aku boleh menggunakan shampo milik pak Rehan " Teriak Putri dalam kamar mandi
Tio langsung menatap Rehan,dan ia langsung mendekat ke Rehan.Apa sahabatnya ini menyembunyikan sesuatu dari dirinya,Kali ini Rehan merasa gugup.Badahal sebelumnya ia tidak pernah merasa gugup,saat bertemu klien atau presentasi di depan klien
" Kenapa pak Rehan tidak menjawabnya" Ucap Putri
" Apa dia tidak, mendengar nya " Ucap Putri
" Sudah lah aku pakai saja " Ucap Putri
" Rehan,kau harus menjelaskan.Siapa yang didalam kamar mandi " Ucap Tio
" Ituu.... Putri " Ucap Rehan
" Putri, maksudnya kamu asisten pribadi kamu " Ucap Tio
" Iya " Ucap Rehan
" Apa kamu, mempunyai hubungan dengannya " Tanya Tio menyelidik
" Iya,kita sudah pacaran " Ucap Rehan dengan santai
" Apaaa " Ucap Tio keget dengan penjelasan Rehan
__ADS_1