Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
50


__ADS_3

Sedangkan Rehan yang lebih memilih untuk masuk ke kantor, meskipun ia bekerja tapi pikiran nya tidak ke pekerjaannya melainkan ke Putri.Ia takut kalau Putri benar benar pergi dari hidupnya,bisa gila Rehan kalau itu terjadi.


Rehan yang terus memikirkan Putri,dan ia ingin sekali menemui Putri.Tapi menurut Tio,Rehan harus memberikan waktu untuk Putri agar dia tenang.


Tanpa Rehan ketahui Putri sudah pergi dari kota ini,entah sampai kapan Putri akan pergi.Hanya waktu yang bisa menentukan ini semua,semoga saja Putri tidak terlalu lama memendam kekecewaan ke Rehan.


Rehan rencana besok ini ia akan pergi ke rumah Putri,ia sudah tidak sabar untuk menemuinya.Rehan tidak perduli lagi dengan perkataan Tio,yang ada di otak Rehan hanya nama Putri Putri dan Putri.


Rehan sudah sangat tergila-gila dengan Putri,entah kenapa wanita itu bisa membuat manusia dingin dan galak itu bisa melunak.Sebelumnya tidak pernah berhubungan dengan wanita mana pun.


Tok tok tok


" Masuk " Ucap Rehan


" Tuan,ini ada dokum yang harus di tandatangani" Ucap Tio


" Letakan disitu " Ucap Rehan


" Tio,menurut kamu keadaan gimana " Tanya Rehan yang sudah meletakkan kepala di punggung kursi


" Keadaan nona Putri baik-baik saja Tuan,semalam dia menginap di kosan sahabatnya " Ucap Tio


" Bagiamana kamu tau " Tanya Rehan

__ADS_1


" Saya menyuruh anak buah saya,untuk mengikuti nona Putri semalam " Ucap Tio


" Hanya untuk memastikan,nona Putri pulang dengan selamat " Ucap Tio


" Syukurlah kalau Putri,baik-baik saja " Ucap Rehan


" Apa dia akan memanfaatkan aku " Tanya Rehan dengan lirih


" Semoga saja Tuan,Nona Putri bisa memaafkan anda " Ucap Tio yang melihat raut wajah Bosnya itu bersedih


" Huuuff....semoga saja " Rehan menarik nafa dengan kasar


Kembali ke Putri


" Aku akan meninggalkan kota ini,rasa sangat berat " Ucap Putri lirih melihat pemandangan kota di balik kaca bus


" Aku sangat kecewa dengan mu Pak,apa pak Rehan akan mencari ku " Guman Putri


" Semoga saja tidak,aku tidak mau bertemu dengannya untuk sementara waktu " Ucap Putri yang masih melihat ke arah jendela


Setalah menempuh jarak yang sangat jauh,bahkan membutuhkan waktu sekita 7 jam lebih.Itu pun kalau tidak macet, Putri tiba di terminal Bus di jawa Tehan.


Putri sudah meminta dijemput sama pamannya,yang kebetulan Putri akan tinggal di rumah pamannya yang ada dikampung untuk sementara waktu.

__ADS_1


" Putri " Teriak laki yang udah menginjak kepala empat


" Paman " Ucap Putri saat melihat Paman yang tak jauh dari tempat Putri berdiri


" Sudah lama disini" Tanya Budi paman Putri


" Belom paman, Putri baru saja nyampe " Ucap Putri


" Ya udah yuk,paman bantuin bawa tas kamu " Ucap Budi yang sudah memegang tas Putri


" Gap usah paman,biar Putri bawa sendiri " Ucap Putri mengambil tas nya di tangan Budi


" Gapapa,pasti kamu capek.Habis perjalanan jauh " Ucap Budi yang mengambil tas itu lagi dari tangan Putri


" Gapapa nih paman " Ucap Putri yang tidak enak dengan pamanya itu


" Gapapa,sama siapa aja " Ucap Budi


Budi berjalan menuju dimana ia memarkirkan motornya,dan diikuti oleh Putri dari belakang.Putri menaiki sepeda motor untuk menuju ke Rumah paman,yang ada di kaki gunung.


Sekitar setang jam, Putri sampai di rumah pamannya.Rumah yang sangat sederhana, pagarnya pun masih menggunakan mambu.Ada sebuah pohon mangga di depan rumah itu,dan beberapa pohon lainnya.


Putri sangat terpesona dengen keindahan alam di depan matanya, Putri bahkan menghirup udara dengan nafas panjang sungguh udara yang sangat sejuk dan asri membuat semua orang betah berada ditempat itu.

__ADS_1


" Gimana, pemandangannya bagus kan " Ucap Budi yang melihat keponakannya sangat menikmati udah di tempat itu.


" Iya paman,disini sangat sejuk.Pemandanganya juga sangat indah " Ucap Putri dengan mata berbinar-binar


__ADS_2