Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
85


__ADS_3

Sabar sayang,kata dokter sebentar lagi " Ucap Rehan mengecup pucuk kepala Putri


" Ini gara-gara kamu mas.Kamu yang hamilin aku "


" Iya yang hamilin kamu mas,maaf ya sayang " Ucap Rehan


" Son jangan bikin momy kamu sakit yah,kamu harus sabar menunggu.Kasihan momy kamu kesakitan " Ucap Rehan mengelus perut Putri berharap rasa sakitnya akan hilang begitu saja


Dokter Ana yang menangani kelahiran Putri.Itu adalah permintaan Rehan karena Rehan percaya kalau Ana kan melakukan yang terbaik untuk Putri dan calon anaknya.


Dokter Ana masuk dengan beberapa perawatan yang akan menangani persalinan Putri.


" Pembukaan sudah lengkap,apa nona Putri sudah siap " Tanya Ana


" Insyaallah siap dok " Ucap Putri yang masih mengegam tangan Rehan


" Kalau gitu saya persiapkan untuk semuanya" Ucap Dokter Ana


" Mas jangan pergi yah, temanin aku disini aku takut " Ucap Putri menatap Rehan


" Iya sayang,mas disini akan menemani kamu " Ucap Rehan


" Siap ya nona " Ucap Ana


Putri menganggukan tanda dia sudah siap,untuk melahirkan.


" Narik nafas nano dan hentakan " Ucap Ana mengintruksikan


Huufff Aaaaaa


Putri mengikuti instruksi apa yang di katakan Dokter Ana.Beberapa kali Putri menghentakan dan buliran keringat mulai bercucuran.


Rehan mengalap dengan tangannya.Rehan terus menciumi pucuk kepala Putri untuk memberikan penyemangat.Rehan juga membisikkan kata-kata penyemangat untuk Putri.


" Semangat sayang kamu pasti bisa " Bisik Rehan


" Kamu wanita yang kuat,aku mencintaimu" Bisik Rehan dan mencium Putri


Tepat jam dua puluh kosong kosong anak Rehan dan Putri lahir kedunia.Rehan sangat bahagia buah hati mereka sudah lahir dengan sehat dan selamat.


Anak Rehan dan Putri berjenis kelamin laki-laki.Dengan panjang tujuh delapan centimeter berat tiga koma lima.Bayi yang sangat tampan dengan hidung mancung kulit putih.


Bayi itu sangat presisi seperti Rehan.Mungkin saat besar dia akan menjadi dubplikat Rehan.


Bayi dibawa oleh Ana untuk dibersihkan terlebih dahulu.Baru memberikan ke Rehan untuk di adzan'in.


" Makasih sayang kamu sudah berjuang untuk melahirkan anak kita " Ucap Rehan terus mengatakan terimakasih ke Putri Tersu menerus

__ADS_1


" Mas kamu sudah dua puluh kali mengatakan terimakasih" Ucap Putri


" Aku tidak akan berhenti mengatakan itu sayang,karena aku tidak bisa membiarkan apapun.Atas apa yang kamu berikan ke mas,Mas sangat bersyukur anak kita lahir dengan sehat " Ucap Rehan


" Iya mas,aku juga senang bisa memberikan kamu keturunan" Ucap Putri tersenyum


" Silakan Tuan,di adzan'in terlebih dahulu " Ucap Ana memberikan anak Rehan ke gendongan Rehan


Rehan mulai mengadzani anaknya.Setalah itu memberikan ke ana lagi.Dan ana meletakan bayi ke dada Putri.


" Mas ini benar anak kita " Tanya Putri yang tidak percaya kalau bayi yang didepannya keluar dari rahimnya


" Iya sayang,dia bayi kita " Ucap Rehan


" Aku tidak menyangka,aku bisa melahirkan dia mas " Ucap Putri meneteskan air mata


" Mas sudah punya nama untuk bayi kita " Tanya Putri


" Sudah sayang " Ucap Rehan


" Apa mas " Tanya Putri


" Raynad Alfatih Marva, bagaimana kamu suka sayang " Ucap Rehan


" Aku suka mas,nama yang bagus " Ucap Putri


" Nona Putri sudah bisa dipindahkan ke ruangan perawatan Tuan " Ucap Ana


Suster mendorong brankar Putri menuju ke ruangan perawatan VVIP yang sesuai yang Rehan minta.Karena Rehan ingin memberikan yang terbaik untuk Putri dan anaknya.


Saat Putri keluar Bu Erna mama Raena Adi dan Bima langsung berdiri.Raut wajah mereka terukir senyum lebar dan mereka bersyukur keadaan Putri dan anaknya sehat.


Putri sudah berada di ruangan perawatan.


" Bu ma " Ucap Putri


" Iya sayang " Ucap Mereka kompak dan menghampiri Putri


" Mama sama ibu apa tidak mau mengendong cucunya " Ucap Putri


" Jelas mau dong sayang " Ucap Mama Raena


" Ibu juga ingin mengendong nak " Ucap Bu Erna


Mama Raena mengendong cucu pertama.Sedang Bu Erna duduk dikursi samping brankar Putri.Sekalian menunggu gantin untuk mengendong.


" Nama siapa sayang " Tanya mama Raena

__ADS_1


" Raynad Alfatih Marva,Ma " Jawab Rehan


" Wah nama yang bagus " Ucap Mama Raena


" Kenapa dia mirip dengan Rehan " Ucap Mama Raena melihat intens wajah cucunya itu


" Kan dia aku Rehan mah " Ucap Rehan


" Iya sih,tapi kenapa harus mirip kamu.Tidak mirip Putri" Ucap Raena


" Mungkin karena cowok Ma " Timpal Putri


" Bisa jadi " Ucap Raena


Mereka semua bergantian menggendong Raynad.Sekarang Raynad jadi pusat perhatian bahkan Raynad akan mendapatkan kasih sayang dari mereka.


Secara ini adalah cucu pertama dari mereka.Dan yang lebih senang ada cucu pertama mereka berjenis kelamin laki-laki itu tandanya akan menjadi penerus mereka.


Tiba-tiba pintu terbuka dengan lebar,nampak sosok gadis dengan wajah cemas dan kesal.


" Risa " Ucap mereka kompak


" Kenapa kalian tidak memberitahu aku,kalau Putri lahiran " Ucap Risa kesal


" Maaf mama lupa,ngasih kamu kabar.Waktu itu mama panik sayang " Ucap Mama Raena menjelaskan


" Sudahlah,mana keponakan ku.Aku ingin mengendongnya " Ucap Risa


" Apa kamu bisa " Tanya Rehan


" Tenang aja kak,Risa bisa ko " Ucap Risa


Bu Erna yang sedang mengendong Raynad memberikan ke Risa.Risa menerima dengan sangat hati hati


" Ulululu lucu banget sih keponakan aunty " Ucap Risa gemas dan mencium pipi gembul Raynad


" Namanya siapa " Tanya Risa


" Raynad Alfatih Marva" Ucap Putri


" Nama yang bagus, seperti orangnya sangat tampan " Ucap Risa


" Siapa dulu papahnya" Ucap Rehan menyombongkan diri


" Ih apaan sih kak " Ucap Risa mereka jijik melihat tingkah kakaknya


" Lah kan bener, ketampanan dia menurun dari aku " Ucap Rehan

__ADS_1


" Iyain aja biar cepet " Ucap Risa


Merak tertawa dengan berdebatan Risa dan Rehan.Tiba-tiba Rarnad menangis mungkin ia merasa lapar karena sejak tadi belum menyusu.Karena sibuk digendong kesana kemarin.


__ADS_2