
" Apa kau bilang aku mesum " Ucap Bram yang sudah sadar
" Iya kau laki-laki mesum " Ucap Rara dengan lantang
" Kau yang menyuruh ku untuk melihat nya,apa kau ingin mengoda ku " Ucap Bram tak mau kalah
" Tapi tetap saja kau mesum,kau yang menyebabkan baju ku basah.Apa kau tau akalu aku akan menemui keponakan ku, bagaimana bisa aku menemuinya dengan keadaan seperti ini " Ucap Rara kesal
" Dasar wanita gila " Ucap Bram berlalu pergi meninggalkan Rara yang masih kesal kepadanya
Bram melajukan mobilnya ke rumah Rehan dan tidak memperdulikan Rara bahkan Bram tidak meminta maaf.
Rara sangat kesal dengan Bram, bisa-bisanya dia bertemu dengan laki-laki yang menyebalkan itu.
Mobil Bram sudah berada di halaman rumah Rehan,ia langsung masuk kegitu saja.
" Welcome to Back Bram " Teriak Bram menyambut dirinya sendiri
Raena dan Adi yang kebetulan ada di ruangan tengah.Mereka berdua langsung menolek ke sumber suar itu.
" Bram " Ucap Raena dan Adi bersamaan
" Mama,papah " Teriak Bram langsung lari ke arah mereka bedua dan berhampur memeluknya
" Sejak kapan kamu di Indonesia" Tanya Raena
" Baru saja sampai ma " Ucap Bram yang sudah melepaskan pelukannya
" Apa Rehan tau " Tanya Raena
" Tidak " Ucap Bram santai
" Jadi kamu ke sini,tanpa memberitahu Rehan " Tanya Raena
" Iya " Ucap Bram
" Apa kamu tau Bram,kalau Rehan tau kamu ke Indonesia tanpa memberitahunya " Ucap Adi
" Iya Bram tau Pa,pasti kak Rehan akan marah " Ucap Bram
" Itu kamu tau,tapi kenapa kamu tidak mengatakan ke Rahan terlebih dahulu " Ucap Raena
" Kalau aku kasih tau,pasti tidak diperbolehkan ke Indonesia Ma,Pa " Ucap Bram
Benar juga kata Bram entah kenapa setiao,Bram ingin ke Indonesia tidak di perbolehkan Rehan tanpa seizinnya.
Rehan yang ada di kamar Raynad,ia sedang menemani istrinya menidurkan Raynad.Yang sejak tadi terus menangis tanpa henti.
Beberapa menit kemudia Rehan dan Putri turun ke bawah,dan akan bergabung dengan mereka bertiga.
Rehan yang melihat ke arah ruangan tengah,Rehan seperti mengenal sosok laki-laki yang sedang berbicara dengan orang tuanya itu.
Langkah Rehan semakin dekat dan wajah laki-laki itu pun semakin jelas.Rehan menatap tajam ke arah laki-laki itu,yah yang ditatap Rehan adalah Bram.
Bram yang ditatap langsung menunduk dan berlindung di belakang punggung Mama Raena.Raena hanya menggelengkan kepala.
__ADS_1
" Bramm...." Ucap Rehan dengan suara menggelegar
" Mas...jangan keras-keras nanti Raynad bangun " Ucap Putri mengingatkan suaminya
" Iya maaf sayang " Ucap Rehan dengan nada lembut
Beda halnya Rehan akan berkata kasar dingin ke orang lain,tapi tidak dengan istri adik perempuan dan kedua orangtuanya.
" Kenapa kau disini " Ucap Rehan yang sudah duduk di sofa bersebelahan dengan istrinya
" Aku ingin bertemu dengan keponakan ku,Kak " Ucap Bram
" Lihat ke arah ku " Ucap Rehan tegas
Bram pun memberanikan diri untuk menatap Rehan,yang menatap seperti ingin memakan Bram.
" Siapa yang suruh kamu datang kesini " Ucap Rehan
" Tidak ada " Ucap Bram
" Kenapa kau tidak memberitahuku,kalau akan ke Indonesia" Ucap Rehan
" Kalau aku memberitahumu kak,pasti tidak akan diizinkan" Ucap Bram jujur
" Tapi setidaknya kamu mengatakan nya " Ucap Rehan lagi
" Iya maaf,dimana keponakan ku.Aku ingin melihatnya" Ucap Bram mencari keberadaan keponakannya
" Dia sedang tidur,sejak tadi menangis" Ucap Putri
" Nanti kalau dia bangun,kamu boleh menggendongnya " Ucap Putri
" Benarkah " Ucap Bram
" Iya " Jawab Putri
Rara yang masih mencari alamat yang dikirim kan Bima.Sudah hampir setengah jam Rara berkeliling tapi belom juga menemukannya.
Rara sudah mulai lelah dan haus.Apalagi dengan penampilan Rara seperti ini pasti orang yang melihat mengira kalau Rara itu gembel.
" Ahh akhirnya ketemu juga, rumahnya" Ucap Rara yang melihat rumah di depan nya itu
" Besar sekali rumahnya,apa bener ini rumah Putri" Ucap Rara masih menatap ke arah rumah itu
" Permisi mbak,disini tidak menerima sumbangan " Ucap Satpam
Kurang ajar memang satpam itu.Tapi Rara tidak marah ke satpam itu,karena penampilang yang sangat berantakan membuatnya dikirim pengemis atau gembel.
" Maaf pak,saya bukan pengemis" Ucap Rara
" Lalu mbak kesini mau apa " Tanya Satpam
" Apa bener ini ruangnya,Pak Rehan " Tanya Rara
" Iya bener,ada perlu apa ya mbak " Ucap Satpam
__ADS_1
" Saya tidak ada perlu dengan Pak Rehan.Tapi saya ingin bertemu istrinya Putri" Ucap Rara
" Mbak ko bisa tau nama istrinya pak Rehan "Tanya Satpam menyelidiki
" Saya Rara sahabat nya pak,bisa minta tolong panggilkan Putri pak " Ucap Rara
" Sebentar ya mabk,saya laporkan dulu " Ucap Satpam
" Ah iya pak " Ucap Rara
Satpam itu pun meninggal Rara yang ada di depan gerbang.Satoam itu masuk kedalam menghampiri Putri yang kebetulan masih di ruangan tengah.
Satpam itu membungkuk saat menghadap ke Putri yang sekarang sudah menjadi nyonya Rehan.
" Permisi nyonya, Putri" Ucap Satpam
" Ada apa pak " Tanya Putri
" Diluar ada wanita muda,dan ia mengatakan kalau dia sahabatnya nyonya " Ucap Satpam
Putri mengerutkan keningnya.Sahabat Putri hanya Rara tidak mungkin Rara kesini.Putri belom pernah memberitahukan alamat rumahnya ke Rara.
Tapi Satpam itu mengatakan kalau wanita itu mengaku kalau dia sahabatnya Putri.
" Namanya siapa pak " Tanya Putri
" Namanya Rara nyonya " Ucap Satpam
" Rara...suruh dia masuk pak " Ucap Putri langsung berdiri
" Dia siapa Put " Tanya Mama Raena
" Dia sahabat Putri Ma,dia sangat baik ke Putri.Kalau Putri ada masalah Rara pasti selalu ada untuk Putri" Ucap Putri
" Oh iya " Tanya Mama Raena
" Iya Ma, Putri keluar dulu Ma " Ucap Putri
" Iya hati-hati " Ucap Raena
" Mas aku ke depan dulu " Ucap Putri
" Iya sayang " Ucap Rehan
Putri berjalan menuju ke depan,ia akan menyambut Rara karena Putri sudah kama tidak bertemu Rara.
Semenjak Putri menikah samaou sekarang belom beetemu dengan Rara lagi.Apa lagi dengan kondisi yang sekarang Putri memilih anak pasti akan sulit untuk bertemu.
Rara yang sudah diizinkan untuk masuk oleh satpam itu.Rara bejalan santai dan disaat bersamaan ia melihat mobil yang tadi menyebabkan Rara seperti ini.
Rara pun mempunyai ide jahat.Rara melihat sekeliling untuk memastikan kalau tidak ada orang disana.
Rara berjongkok dan mulai mengempeskan ban mobil itu.Bukan hanya satu bahkan ban mobil itu dibalut kempes semua oleh Rara.
Rara senyum senyum sendiri saat melakukan aksinya itu.Rara membayangkan bagaimana ekspresi pemilik mobil itu saat tau kalau ban mobilnya kempes.
__ADS_1