Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
56


__ADS_3

" Gimana keadaan keponakan saya Bu,ada di baik-baik saja " Ucap Budi


" Keadaannya baik,ini merupakan hal biasa yang dialami ibu hamil " Ucap Bidan Santi


" Apaaa,ma... maksudnya Bu Bidan keponakan saya hamil " Ucap Budi


" Iya pak, kehamilannya sudah memasuki tiga Minggu " Ucap Bu Santi


" Saya harap,jangan membuat dia stree dan kecapean.karena kandungnya masih lemah dan rentan akan keguguran " Ucap Bu Santi


" Apa lagi,ini kehamilan pertaman.Jadi dijaga dengan baik-baik " Imbuh Bu Santi


" Baik Bu,saya akan menjaganya dengan sangat baik " Ucap Lisa


" Kak Putri kenapa mah " Tanya Fariz bingung


" Kak Putri, kecapean sayang.Jadi dibawa ke puskesmas " Ucap Lisa mencari alasan untuk anaknya


" Apa gara-gara Fariz,yang setiap hari minta ditemenin bermain sama kak Putri mah " Ucap Fariz dengan wajah polosnya


" Tidak sayang,kak Putri kurang tidur jadi sakit " Ucap Lisa mengelus pucuk kepala Fariz

__ADS_1


Setalah Putri siuman,Budi dan Lisa membawa pulang ke rumah.Ia belom memberitahukan keadaan yang sebenarnya ke Putri,meraka sudah mengabari Bu Erna melalu chat.


Bu Erna saat mendengar kabar Putri hamil,ia sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang terjadi kepada Putri.Saat itu juga Bu Erna ingin bertemu dengan Putri, ditemani oleh Bima.


Bu Erna tidak tahu harus berbuat apa,tidak mungkin ia memberitahu ke Rehan.Kalau Putri sedang mengandung anaknya


Setalah menempuh waktu yang cukup lama,Bu Erna dan Bima sudah berapa di rumah Budi.Putri tidak tau kalau Ibunya dan Bima, berkunjung pasalnya Budi tidak memberitahu kan ke Putri.


" Paman sebenarnya Putri kenapa,ko tadi Putri di bawa ke Puskesmas " Tanya Putri kebingungan


" Tadi kamu Pingsan,Jadi mas Budi bawa kamu ke Puskesmas " Ucap Lisa


" Terus apa kata dokter,kenapa Putri bisa pingsan" Ucap Putri


" Sebenarnya kamu itu...." Ucap Budi terjeda


" Putri,kamu harus janji ke Mbak.Apapun yang terjadi kamu tidak boleh stres,tidak boleh nangis dan tidak boleh menyalahkan apa yang sudah ditakdirkan" Ucap Mba Lisa dengan lembut


" Maksudnya mbak Lisa apa paman, Putri tidak tau " Ucap Putri bingung dengan apa yang Lisa ucapkan


" Sebenarnya kamu....hamil " Ucap Lisa dengan lirih

__ADS_1


" Apaaa...tidak mungkin mbak, Putri cuma masuk angin " Ucap Putri tidak percaya dengan perkataan Lisa


" Mbak tidak bohong Put,Bidan Santi yang mengatakan nya " Ucap Lisa


Hati Putri seperti mendapatkan seribu Pahan yang mengenaik hatinya,sungguh sakit dah hancur.Ia tidak percaya hal ini akan ia halami dalam hidupnya.


Dia hamil tanpa mempunyai suami,tanpa setatus pernikahannya.Tangisan Putri pecah ia tidak mempercayai itu, Putri sangat histeris dengan kabar kalau ia hamil.


Hiks..Hiks...hiks " Ini gak mungkin,,,,kalian pasti bohong " Ucap Putri histeris


" Tenang Putri,kamu tidak boleh stres.Tadi kan dah bilang kamu jangan nangis,dan tidak boleh memikirkan macam-macam" Ucap Lisa menenangkan Putri di dalam pelukannya


" Bagaimana hasip Putri mbak, Putri hamil tanpa suami " Hiks..hiks..hiks


" Kenapa takdir selalu mempermainkan Putri mbak " Ucap Putri dengan bibir gemetar


" Sabar Put,ini udah takdir.Kamu tidak boleh menyalakan takdir,apa lagi menyalahkan Tuhan " Ucap Lisa menepuk punggung Putri dengan lembut


" Putri harus gimana mbak,,, Putri takut " Hiks...hiks..hiks dengan nada gemetar ketakutan


" Udah kamu gak usah memikirkan itu,lebih baik kamu istirahat yah " Ucap Lisa pelan

__ADS_1


Putri menjawab dengan anggukan ia membaringkan tubuhnya,Mba Lisa menyelimuti Putri sampai sebatas dada.Lisa mengelus pucuk kepala Putri agar ia merasa nyaman,Lisa akan pergi setelah Putri tertidur.


Setengah jam sudah, Putri sudah berada di alam mimpi.Budi dan Lisa keluar dari kamar Putri,ia duduk di ruang tamu menunggu kedatangan Bu Erna dan Bima yang sudah di perjalanan ke rumahnya.


__ADS_2