
Dua jam Putri pingsan, akhirnya Putri siuman.Dan semua orang sangat senang Putri sudah bangun,apalagi Risa ia sangat khawatir saat Putri Pingsan.
Semua orang mendekat ke brakar Putri,Reana duduk di kursi sedangkan Risa di sebelah kiri ranjang dan Adi di samping istrinya.Raena menggenggam tangan Putri dengan lembut, Putri yang belom tau kalau orang didepannya adalah orang tua Rehan.
" Alhamdulillah nak,kamu sudah sadar " Ucap Reana bersyukur saat Putri membuka mata
" Tante siapa " Ucap Putri dengan Sura lemas
" Jangan panggil Tante, panggil saya mama " Ucap Raena dengan senyum tipis
" Maksudnya Tante " Ucap Putri bingung
" Put,dia mama ku dan ini papah ku " Ucap Risa menjelaskan ke Putri
" Jadi,Tante dan Om.Orang tuanya pak Rehan " Ucap Putri
" Iya, panggil aku mama " Ucap Raena
" Tapi..." Ucap Putri belom selesai sudah di potong oleh Raena
" Gak ada tapi-tapian, panggil aku Mama " Ucap Raena tegas
" Bener nak,kau adalah menantu ku " Ucap Adi
" Menantu " Ucap Putri membulatkan matanya
" Iya sayang,kamu kan sedang mengandung cucu kami " Ucap Raena
" Tapi aku bukan istri nya Pak Rehan " Ucap Putri menunduk
" Sekarang memang belom,tapi saat Rehan bangun kamu akan jadi istrinya " Ucap Raena
" Pak Rehan " Ucap Putri bangkin saat mengingat Rehan yang sedang terbujur di atas ranjang
" Aku ingin melihat pak Rehan " Ucap Putri dengan air mata yang sudah jatuh
" Tenang dulu sayang,kamu baru siuman Mama.panggil dokter dulu untuk mengecek keadaan kamu,baru nanti kamu temui Rehan " Ucap Raena
__ADS_1
" Tapi ma,aku ingin melihat pak Rehan " Hiks...hiks..hiks
" Iya tapi nanti,kamu sedang hamil nak.Kamu gak boleh stres " Ucap Raena mengingat kalau Putri sedang mengandung
Sepontan Putri mengelus perutnya,dan Putri mint
maaf ke calon bayinya.
" Maafkan Momy sayang " Ucap Putri mengusap air matanya
Semua orang yang melihat tindakan Putri,sangat tersentuh sunggu Putri sudah memiliki jiwa keibuan dengan penuh kasih sayang.
Tak lama kemudian dokter Ana masuk,dan ia akan mengecek kondisi Putri.Setelah selesai mengecak kondisi Putri, Putri meminta ijin untuk melihat Rehan ke Dokter Ana.
" Keadaan nona Putri sudah sangat baik,jadi kalian tidak usah khawatir" Ucap Ana
" Dok,apa aku boleh melihat Rehan " Tanya Putri
" Boleh nona,tapi ingat nona tidak boleh stree atau kecapean.Karena Nona sedang mengandung" Ucap Ana mengingat kan
" Iya dok,saya janji.Saya akan menjaga diri saya dan calon bayi saya " Ucap Putri
" Makasih ya Dok " Ucap Putri
" Sama-sama Nona " Ucap Ana dan ia keluar
Putri dibantu Risa untuk menuju ke Rehan,karena Rehan ada di sebelah ranjang Putri hanya dibatasi oleh dirai Hijau.
Putri kembali menangis saat melihat kondisi Rehan,yang sangat lemah.Ia tidak tega melihat laki-laki yang ia cintai terbaring lemah, Putri duduk di kursi tepat di samping Rehan terbaring.
" Risa bisa tinggalkan aku sendirian" Ucap Putri
" Tapi Put " Ucap Risa
" Aku mohon, percaya lah aku akan baik-baik saja " Ucap Putri memohon ke Risa
" Baiklah,kalau membutuhkan sesuatu panggil saja aku " Ucap Risa
__ADS_1
" Iya " Ucap Putri
Risa meninggalkan Putri sendirian, sebenarnya ia ragu meninggalkan Putri sendirian.Tapi mau gimana lagi, Putri ingin berduaan dengan Rehan.
" Pak apa yang terjadi,kenapa kamu seperti ini " Ucap Putri menahan tangisnya
" Hati ku sangat sakit,melihat kondisi mu seperti ini " Ucap Putri
" Pak Rehan bangun,aku mohon "
" Aku sudah kembali pak,apa Pak Rehan bisa mendengar ucapan ku " Ucap Putri
" Pak bangun " Ucap Putri menggoyangkan lengan Rehan
" Pak Rehan " Hiks..hiks..hiks...
" Kau jahat,kau jahat.Apa kau tau aku sedang hamil anak mu dan aku sangat tersiksa " Hiks..hiks...hiks
" Setiap hari aku mengalami muntah,bahkan aku sempat akan kehilangan bayi ku.Setiap malam aku menangis gara-gara merindukan mu apa kau tau" Hiks..hiks...hiks
" Awalnya aku sangat kecewa kepada mu Pak,tapi entah kenapa saat ada janin diperutku rasa kecewa itu hilang " Ucap Putri mengelus perutnya
" Pak Rehan bangun,apa kamu tidak ingin melihat anak kita " Hiks...hiks ..hiks
Semua orang yang mendengar ucapan Putri,merasa kasihan dan sedih.Raena dan Risa sudah menangis sesugugukan,Adi menenangkan istrinya
" Kenapa anak mu yang bodoh itu,tidak bangun pah " Ucap Raena disela tangisnya
" Sudah mah,jangan menyalakan Rehan.Dia sudah berusaha mencari keberadaan Putri, yang terpenting sekarang kita berdoa agar Rehan cepat sadar " Ucap Adi
" Aku ingin kamu ada di sampingku saat aku melahirkan,dan aku ingin anak kita di adzan'in kamu pak " Hiks..hiks...hiks
" Aku sangat takut Pak,kalau saat anak kita lahir kamu tidak ada di sampingku.Aku mohon bangun lah pak " Ucap Putri menangis sesugugkan dan membaringkan kepalanya di dada Rehan dengan wajah menghadap ke arah Rehan
...****************...
**JUJUR AUTHOR SANGAT SEDIH ADA YANG NGASIH BINTANG JELEK, UNTUK KALIAN YANG TIDAK SUKA DENGAN NOVEL ATAU CERITA AUTHOR JANGANLAH KASIH BINTANG JELEK.ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
KALAU EMANG TIDAK SUKA GAK USAH DIBACA,BIKIN RETING NOVEL AUTHOR TURUN.HARGAILAH USAHAN PARA PENULIS,KALIAN TIDAK TAU GIMANA MEREKA MEMBUAT CERITA ITU
AUTHOR BELA-BELAIN SAMPAI TENGAH MALAM LOH NULISNYA,UNTUK KALIAN.UNTUK YANG SAYANG AUTHOR DUKUNG TERUS YAH KASIH BINTANG TERBAIK DAN VOTE NOVEL AUTHOR.....MAKASIH😘😘😘😘😘**