Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
73


__ADS_3

Rehan membenamkan kepala Putri didada nya,dan Rehan membisikkan sesuatu di telinga Putri.


" Aku sangat mencintaimu" Ucap Rehan lirih di telinga Putri


" Aku juga sangat mencintai pak Rehan " Balas Putri


" Benarkah " Ucap Rehan


" Iya " Ucap Putri


" I love you" Ucap Rehan


" I love to " balas Putri


Rehan mempererat pelukannya dan lagi-lagi Rehan menghujani pucuk kepala Putri dengan ciuman.Rehan sangat bahagia karena mengetahui kalau Putri, mencintai dirinya.


" Pak nafasku hampir habis " Ucap Putri dengan dada naik turun karena sesak di dadanya


Rehan melepaskan pelukan,dan saat itu juga Rehan melihat Risa dan Tio sedang berpelukan.Raena melihat arah mata Rehan,Raena


dan Adi melihat kesamping.


" Ehemm " Demen Raena membuat Risa sadar


Risa kaget kenapa ia bisa memeluk Tio,dan ia tidak menyadari tindakan nya.Malahan Risa menyalakan Tio,yang tidak melakukan apa-apa.


" Apa yang asisten Tio lakukan" Ucap Risa mendorong tubuh Tio menjauh darinya


" Saya tidak melakukan apapun" Ucap Tio datar


" Tadi barusan,kau memelukku" Ucap Risa bekaca pinggang


" Tidak,nona yang memelukku" Ucap Tio


" Apaa,kau bilang.Mana mungkin aku memelukmu" Ucap Risa mengelak


" Itu kenyataan nona,kalau tidak percaya tanya kepada Tuan Rehan " Ucap Tio


" Memang kau yang memeluk Tio,Risa " Ucap Rehan


" Kak Rehan,ko gak belain aku sih " Ucap Risa kesal


" Sudah sudah jangan berdebat,Tio panggil dokter untuk mengecek keadaan Rehan " Ucap Raena


" Baik nyonya" Ucap Tio patuh dan ia keluar dari ruangan untuk memanggil Dokter


Dokter ana masuk dan mengecek kondisi Rehan,setelah mengecek keseluruhan tubuh Rehan.Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,tubuh Rehan sekarang sudah sangat baik hanya saja ia harus menjalani perawatan untuk sementara waktu dan akan selalu di cek kondisinya karena Rehan baru saja sadarkan diri.


" Kondisi Rehan sangat baik nyonya,tuan " Ucap Ana


" Syukurlah " Ucap Raena

__ADS_1


Mata Ana melirik ke arah Putri,dan ia melihat ke perut buncit Putri.Didalam pikiran bertanya,siapa wanita hamil itu .


" Dia siapa Ris " Bisik Ana ditelinga Risa


" Oh dia Putri,calon istrinya kak Rehan " Ucap Risa


Ana kaget mendengar penuturan Risa


" Apaaaa " Ucap Ana


" Kamu kenapa " Tanya Rehan


" Wanita itu,calon istri mu " Tanya Ana menunjuk ke arah Putri


" Iya,memang kenapa " Tanya Rehan


" Dia sedang hamil,apa kamu yakin " Tanya Ana memastikan tidak mungkin Rehan akan menikahi wanita yang sedang hamil


" Yang diperutnya itu anak ku " Ucap Rehan santai


" Apaa,kau tidak gila kan " Teriak Ana kaget bukan main


" Tidak " Ucap Rehan santai


" Yang dikatakan Rehan benar nak Ana,dia sedang mengandung anaknya " Ucap Raena


" Ko bisa " Tanya Ana


" Bukan dipaksa,tapi itu sebuah kecelakaan " Ucap Rehan tidak terima dengan tuduhan Risa kepadanya


" Sudah sudah jangan berdebat " Ucap Raena


" Pantas saja waktu itu kamu,mengalami mual " Ucap Ana


" Apa hubungannya " Tanya Rehan


" Jelas saja ada hubungannya,dia sedang hamil anak mu dan kamu mengalami nyidam " Ucap Ana


" Apa itu nyidam " Tanya Rehan yang tidak tau hal semacam itu


" Nyidam itu dialama saat, pasangan kita sedang hamil.Dan akan merasa mual atau menginginkan sesuatu " Timpal Raena


" Ohh " Ucap Rehan


Tiba-tiba Putri ingin makan sesuatu


" Pak Rehan " Ucap Putri


" Ada apa " Tanya Rehan


" Aku ingin makan sesuatu " Ucap Putri

__ADS_1


" Apa katakan " Ucap Rehan


" Aku ingin cimol,olos dan cilok" Ucap Putri


Rehan yang bingung dengan makanan yang disebutkan oleh Putri ia mengerutkan dahi,jelas saja Rehan baru mendengar makanan semacam itu.


Karena selama ini Rehan memakan makanan yang mahal dan hanya ada di Restoran,jenis makanan apa itu


" Apa itu makanan" Tanya Rehan bingung


" Jelas saja itu makanan kak " Ucap Risa


" Kenapa namanya aneh sekali " Tanya Rehan


" Dimana belinya " Tanya Rehan


" Dipinggir jalan, pokoknya cari saja " Ucap Putri


" Tidak boleh " Ucap Rehan menolak


Rehan tidak akan memperbolehkan Putri makan sembarangan,apa lagi makan makanan dipinggir jalan.Itu pasti kotor dan tidak higienis,Rehan tidak mau terjadi sesuatu kepada Putri dan anaknya.


Rehan akan membelikan apa saja yang Putri inginkan,tapi tidak hal yang seperti itu.Bahkan rumah atau pesawat akan Rehan belikan untuk Putri.


" Kenapa,aku ingin makan itu " Ucap Putri dengan mata berkaca-kaca


" Itu tidak baik,pasti kotor karena dipinggir jalan " Ucap Rehan


" Huwaaa....huwaaaa aku ingin makan itu,kenapa tidak boleh " Tangis Putri pecah membuat seluruh ruangan mengema dengan tangisnya


Semua ora panik dan kaget melihat Putri menangis,wajah Raena beruha mendaj merah madam.Seperti petasan yang akan meledak kapan saja.


" Rehannnnn " Teriak Raean


" Kenapa kau bikin, Putri menangis " Ucap Raena geram


" Aku tidak melakukan apa-apa mah" Ucap Rehan yang tidak tau letak kesalahannya


" Tadi barusan apa,kenapa kau tidak menuruti kemauan Putri " Ucap Raena


" Karena makanan itu tidak baik mah " Ucap Rehan


" Kau harus menuruti kemauan Putri,kalau kamu tidak mau anak mu ileran " Ucap Ana


" Amit amit anak ku ileran " Ucap Rehan


" Makanya kamu harus menuruti kemauan Putri,apapun itu " Ucap Ana


" Tapi...." Belom selesai bicara Raena menimpal


" Tio belikan apa yang Putri katakan tadi,sekarang " Ucap Raena menekan kata Sekarang

__ADS_1


" Baik nyonya " Ucap Tio patuh


__ADS_2