Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
84


__ADS_3

Putri mulai merasakan kontraksi di usia kehamilan yang memasuki tiga puluh delapan Minggu.Hal yang tak pernah dia duga sebelumnya.


Menurut prediksi dokter, Putri akan melahirkan sekitar dua Minggu lagi.


Putri berusaha untuk tetap tenang di saat dia mengalami kontraksi.Putri merasakan kontraksi setiap sepuluh menit sekali.


Putri berusaha menahan rasa sakit akibat kontraksi itu,ia berjalan untuk mengambil koper dan memasukkan beberapa baju bayi dan baju untuk ia kenakan saat di RS.


Sedangkan Rehan masih di perusahaan,karena ia harus mengerjakan pekerjaan sebelum dia tinggalkan nanti.


Rehan yang sudah mengetahui kelahiran Putri dua Minggu lagi,dia harus menyelesaikan pekerjaan dengan cepet.Tapi yang sekiranya bisa dikerjakan Tio,Rehan tinggal.


Putri yang sudah mengikuti les yoga dan latihan pernafasan,agar saat mengalami kontraksi bisa rileks seperti saat ini.


Putri yang sudah yakin kalau kontraksi yang ia alami sekarang,itu merupakan tanda-tanda ia akan melahirkan.Putri menelfon mama Raena dan Bu Erna untuk mengabari kalau ia akan melahirkan.


" Halo ma " Ucap Putri


" Iya sayang kenapa " Tanya Raena


" Sepertinya aku mau melahirkan ma,sejak dua jam lalu perut aku sudah kontraksi" Ucap Putri


" Apa kamu mau melahirkan,mama kesana sekarang.Kamu tenang jangan panik,kamu ingat apa yang diajarkan pelatih kan sayang " Ucap Raena


Sebenarnya bukan Putri yang panik tapi Raena yang panik,dia langsung mengajak suami untuk kerumah Rehan.


Kebetulan Raena dan Adi sudah tidak menginap di rumah Rehan,ia lebih memilih tinggal di rumah utaman.Risa juga ikut dengan kedua orang tuanya.


Putri yang sudah mengirimkan pesan ke Bima.Bu Eran panik mendengar keadaan Putri,Bima langsung menuju ke ruang Rehann menggunakan motor yang di berikan Rehan untuk nya.


Satu jam sudah Mama Raena dan Bu Erna sudah tiba di rumah Rehan,mereka langsung menuju ke kamar Putri yang ada di lantai 2.


Putri yang sedang menahan rasa sakit sembari membereskan baju ke dalam koper.Putri menengok saat pintu kamar terbuka menampakan sosok dua wanita siapa lagi kalau bukan Bu Erna dan Mama Raena.


" Ya ampun sayang,kamu membereskan ini sendiri " Ucap Mama Raena langsung menghampiri Putri

__ADS_1


" Iya ma " Ucap Putri


" Rehan mana nak " Tanya Bu Erna


" Mas Rehan masih di kantor Bu " Ucap Putri


" Apaa,kenapa anak nakal itu tidak menjadi suami siaga.Bisa-bisanya dia bekerja disaat istrinya akan melahirkan" Ucap Mama Raena kesal


" Putri sengaja gak ngabari mas Rehan,kalau ngabarin pasti mas Rehan panik.Putri takut kenapa sama mas Rehan dijalan Ma,Bu " Ucap Putri menjelaskan alasan ia tidak mengatakan ke Rehan


" Benar juga " Ucap Mama Raena


" Pak Joko, siapakan mobil " Ucap Mama Raena yang sudah turun ke bawa


Sedangkan Bima dan Bu Erna membantu Putri turun.Putri langsung dilarikan ke rumah sakit


Sesampainya dirumah sakit, Putri langsung dibawa ke ruangan persalinan.Mama Raena membari kabar ke Rehan untuk datang ke rumah sakit.


" Anak nakal,datang kerumah sakit cepat.Putri akan melahirkan" Ucap Raena


" Bukannya dia Minggu lagi ma " Ucap Rehan di ujung sana


Rehan langsung bergegas ke rumah sakit saat mendapatkan kabar kalau Putri akan melahirkan. setengah jam kemudian Rehan sudah sampai di


rumah sakit.


Rehan langsung bergegas ke ruangan persalinan Bima sedang menunggu di depan.Rehan menghampiri mereka bertiga.


" Bim " Ucap Rehan


" Mbak Putri didalam mas,sama ibu " Ucap Bima


" Iya " Ucap Rehan langsung masuk ke dalam


" Mas " Ucap Putri saat melihat Rehan yang baru masuk

__ADS_1


" Iya sayang " Ucap Rehan menghampirinya Putri


" Mama dan Bu Erna keluar dulu " Ucap Mama Raena


" Iya ma " Ucap Rehan


Mama Raena dan Bu Erna keluar, membiarkan pasang suami istri itu berdua.


" Mas sakit " Ucap Putri hampir menangis mencengkram Langan Rehan kuku-kuku tangannya mencakar lengan Rehan.


Meskipun sedikit perih,namun Rehan yakin sakitnya tak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit Putri yang ia rasakan sekarang


Tangan Rehan satunya yang tak di genggam Putri,mengusap punggung Putri untuk membantu meringankan rasa sakit Putri yah meskipun efeknya tak seberapa bagi Putri.


" Mas sakit hiks..hiks.." Putri sudah menangis


" Ya sayang,mas tau pasti sakit " Ucap Rehan menatap Putri dengan rasa kasihan dan tidak tega


" Mas Rehan tidak tau gimana sakitny,ini beneran sakit banget mas "


" Setelah ini aku gak mau hamil lagi " Ucap Putri


Rehan yang hampir protes.Tapi sadar kalau Putri kini tengah berjuang menahan sakit,Rehan urungkan niatnya.Rehan hanya mengangguk mengiyakan saja


" Mas Rehan janji habis ini jangan bikin aku hamil lagi,Sakit mas huhu...."


Sekali lagi Rehan hanya bisa menganggukkan kepalanya.Dalam hati dia tidak janji untuk tidak membuat Putri hamil lagi.


Keringan mulai bercucuran di dahi Putri,Rehan membantu untuk mengusap dengan tengan nya.


" Mas sakit banget,aku gak kuat " Ucap Putri


" Sabar sayang,kata dokter sebentar lagi " Ucap Rehan mengecup pucuk kepala Putri


" Ini gara-gara kamu mas.Kamu yang hamilin aku "

__ADS_1


" Iya yang hamilin kamu mas,maaf ya sayang " Ucap Rehan


" Son jangan bikin momy kamu sakit yah,kamu harus sabar menunggu.Kasihan momy kamu kesakitan " Ucap Rehan mengelus perut Putri berharap rasa sakitnya akan hilang begitu saja


__ADS_2