
" Iya,kenapa Pak Rehan bisa mempunya adik seperti dia.Sangat menyeramkan " Ucap Rara
" Entah lah aku juga tidak tau,yang aku tau Mas Rehan itu cuma punya adik kandung satu yaitu Risa" Ucap Putri
" Jadi dia bukan adik kandung pak Rehan " Ucap Rara menebak
" Iya,dia bukan adik kandung Mas Rehan.Aku tidak tau bagaimana ceritanya dia bisa jadi adik nya mas Rehan " Ucap Putri
Hari semakin sore,Rara belom juga beranjak dari kamar Raynad.Rara masih betah untuk bermain dengan Raynad padahal bocah itu belom tau apa yang dikatakan Rara.
Yang bisa Raynad lakukan hanya tidur nangis dan enen.Itu sudah wajar bagi seorang bayi.
" Ra,besok kamu libur kan " Tanya Putri
" Nggak besok aku berangkat,tapi shift dua.Kenapa " Tanya Rara
" Tidur sini yah,biar aku ada temen ngobrol" Ucap Putri menawarkan Rara untuk menginap dirumahnya
" Apa aku boleh, menginap disini " Tanya Rara
" Boleh,nanti aku bilang sama Mas Rehan" Ucap Putri
" Terus aku dimana " Tanya Rara
" Dikamar tamu,yang tadi buat kamu mandi " Ucap Putri
" Ya udah aku mau,menginap disini " Ucap Rara
" Kalau gitu aku tinggal dulu,aku mau bicara dengan ma Rehan " Ucap Putri
" Iya,jangan lama-lama.Nanti Raynad bangun " Ucap Rara
" Iya cuma bentar ko " Ucap Putri
Putri pergi meninggalkan Rara sendiri dengan Putra nya yang masih tidur.
Putri akan mencari Rehan untuk mengatakan kalau Rara akan menginap disini,satu malam saja.
Saat Rara sedang berdiri sambil mendorong ayunan Raynad, tiba-tiba ada suara pintu terbuka.Rara pikir itu Putri
Tapi ternyata itu bukan Putri, melainkan Bram yang akan menemui keponakannya ini.
" Put,ko cepet banget belom ada Setu menit kamu per....." Ucap Rara berhenti ia tidak melanjutkan perkataannya karena melihat Bram yang ada di ambang pintu
Rara langsung menunduk dan bergeser sedikit menjauh dari ayunan Raynad.Bram tidak memperdulikan Rara.
Bram memasang wajah datar dan ia melangkah mendekati ayunan sekaligus tempat tidur Raynad.Bram mengelus pipi mulus bayi itu.
" Apa sejak tadi dia tidur " Tanya Bram
Rara yang merasa takut dan mulutnya sangat susah untuk menjawab.Rara berusaha keras untuk mengeluarkan suara
__ADS_1
Rara belom berani mengangkat wajahnya,ia terus saja menunduk saat ada Bram.Dipikiran Rara masih terngiang ucapan ' Akan ku cincang tubuh mu dan akan ku berikan ke harimau untuk makan siangnya ' kata itu terus saja ada dikepala Rara
Bram yang tidak mendapatkan jawaban dari Rara,ia menoleh ke Rara.Bram melihat wajah ketakutan Rara
Kenapa dia menunduk,apa dia masih takut kepada ku. Apa seseram itu kan aku " Guman Bram di dalam hatinya
" Kenapa diam " Ucap Bram
" Ii-iya Ray-Raynad sejak tadi ti-tidur " Rara menjadi gagap padahal Rara tidak gagap.Itu karena Rara ketakutan dari berbicara gagap
" Oh " Jawab Bram singkat
Pintu kamar kembali terbuka dan menampakan sosok wanita yang baru saja menjadi seorang ibu,Iyah itu adalah Putri.
Rara bisa bernafas lega saat Putri datang, setidaknya dia tidak sendirian dengan Bram.
Huuff" Akhirnya Putri datang " Guman Rara yang masih bisa didengar Bram
" Setakut itu kan dia " Ucap Bram dalam hati
" Sedang apa kamu Bram,disini " Tanya Putri saat melihat Bram berdiri di depan ayunan Raynad
" Ingin melihat keponakan ku, sayangnya dia tidur " Ucap Bram
" Raynad kan masih bayi,jadi dia sering tidur.Kalau sudah satu atau dua bulan baru dia tidak tidur terus " Ucap Putri menjelaskan
" Oh,ya udah aku pergi " Ucap Bram
Putri mendekat ke Rara seperti patung dia tidak ada pergerakan sedikitpun.
" Mas Rehan ngizinin kamu menginap disini " Ucap Putri
" Serius " Tanya Rara dengan mata berbinar
" Iya " Ucap Putri
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari pun tiba......
Keluarga Rehan sudah berkumpul di meja makan.Mereka akan makan malam bersama suasana meja makan sangat ramai ditambah ada Bram dan Rara.
Sesekali mereka bercanda untuk membuat suasana di meja makan hangat.Tapi tidak dengan Rara dia hanya dia dan sesekali mengulas senyum tipis yang terukir di bibir nya.
Setelah selesai makan malam Putri dan Rehan memutuskan untuk pergi ke kamar Raynad.
Sedangkan Rara dia memilih ke kamarnya karena tidak mungkin dia akan bergabung dengan Mama Raena,Papa Adi dan Bram yang di ruangan keluarga.
Setelah dipikir-pikir Rehan akan mencarikan pengasuh untuk Raynad,Rehan tidak mau kalau istrinya akan kecapean karena harus mengurus Raynad belom lagi dirinya.
Awalnya Putri menolak mencari pengasuh untuk Raynad.Tapi Rehan terus membujuk Putri agar dia mau dengan usulannya ini.
__ADS_1
Putri pun terpaksa mengiyakan kemauan Rehan.Meskipun nanti ada pengasuh Raynad Putri tidak akan lepas tangan begitu saja.
Putri akan terus memantau Raynad, Putri tidak mau kelak anaknya akan lebih dekat dengan pengasuhnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari semakin Malam kini semau orang sudah berada di kamar nya masing-masing.
Rara juga sudah memejamkan mata sejak tadi,ia memilih untuk tidur lebih awal.Tapi sayangnya ditengah malam dia terbangun karena Marasa haus.
Rara melihat ke arah jam,yang menujukan pukul satu dini hari.Rara memutuskan untuk keluar kamar dan menuju ke dapur.
Saat sedang menuruni anak tangga,Rara melihat sekeliling siapa tau ada orang.
" Pasti semua orang sudah tertidur,ini kan sudah jam satu malam " Ucap Rara
Rara sudah berada di dapur,ia membuka kulkas dan mengambil air dingin.
Saat Rara sedang minum tiba-tiba ada yang menepuk pundak Rara.Seketika Rara berteriak karena ia pikir yang menepuk pundak Rara itu hantu.
"Aaaaaa hantuuuu " Teriak Rara
Mulut Rara langsung dibungkam,agar tidak berteriak lagi.
Yang menepuk pundak Rara itu Bram,saat dia sedang di ruangan tengah.Dia melihat ada seseorang yang berjalan ke arah dapur.
Jadi Bram mengikuti nya,Bram pikir itu maling ternyata Rara yang sedang minum.Jadi dia menepuk pundak Rara,Bram tidak menyangka kalau Rara akan berteriak sangat kencang.
Beruntung Bram langsung membungkam mulut Rara,kalau tidak nanti semua orang bisa terbangun oleh suara Rara.Pasti mereka juga akan berpikir kalau Bram akan melakukan sesuatu kepada Rara.
" Jangan teriak,nanti semua orang terbangun " Ucap Bram ditelinga Rara
" Eeemh " Rara tidak bisa bicara karena mulutnya masih di bungkan oleh Bram
Dari berusah untuk melepaskan diri,gara-gara pergerakan Rara yang memegangi burung Bram.Seketika tubuh Bram merasa panas,dan ada ketegangan di bawah.
" Jangan bergerak,kamu membangunkan burung ku " Ucap Bram
Rara yang mengerti perkataan Bram,Rara membulatkan mata nya dan ia mengigit tangan Bram.
Itu berhasil membuat Bram melepaskan tangannya dari mulut Rara.
" Aaa,kenapa mengigit tangan ku " Ucap Bram kesakitan
" Kau " Ucap Rara melotot melihat Bram di depannya
" Iya kenapa " Ucap Bram mendekat ke arah Rara
Rara pun berjalan mundur untuk menjauh dari Bram.Tapi justru Bram terus melangkah mendekati nya.
Seketika wajah Rara pucat dan ia ketakutan,dengan tatapan Bram yang tidak bisa dia artikan
__ADS_1