Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
48


__ADS_3

Putri menceritakan dari awal sampai akhir, dan Putri ingin meminta pendapat ke Rara.Karena Putri tidak bisa berfikir dengan keadaan yang sedang kacau.


" Ra " Ucap Putri menunduk


" Iya put,ceritakan saja " Ucap Rara lembut


" Pak Rahan,Ra " Hisk...hisk...hisk


" Kenapa dengan pak Rehan " Ucap Rara panik saat Putri kembali menangis


" Pak Rehan,me...menyetubuhi aku Ra " Ucap Putri histeris


Hisk..hisk...hisk Putri menangis sesegukan dadanya naik turun


" Apaaa,kenapa terjadi hal seperti Put " Ucap Rara Panik kesal dan marah pokoknya campur aduk


" Aku gak tau,hisk..hisk..hisk" waktu aku keluar dari toilet aku lihat pak Rehan seperti orang mabuk,terus aku membantunya menuju ke kamar " Ucap Putri


" Terus pak Rehan, mencium dengan kasar dan...dan peristiwa itu terjadi " Hisk...hisk..hisk


" Aku harus gimana,Ra " Putri menangis Rara yang tidak tega melihat sahabat menangis,Rara memeluk Putri untuk memberikan ketenangan


" Udah put,jangan nangis lagi " Ucap Rara dengan mata berkaca-kaca


" Aku gak tega lihat kamu kaya gini,aku juga ikutan main sedih " Hisk..hisk...hisk


" Putriii....." Rara histeris


Hati Rara merasa sakit,melihat sahabatnya di lecehkan.Rara sudah menganggap Putri sebagai adiknya,Rara bisa merasakan apa yang dirasakan Putri.


Sungguh persahabatan mereka sangat erat,bahkan mereka memiliki ikatan batin yang sangat kuat.Jadi jika salah satu dari mereka, merasakan sakit atau terluka,bisa merasakan hal yang sama.

__ADS_1


" Aku harus giman,Ra " Ucap Putri


" Kau harus minta pertanggung jawaban,dari Pak Rehan Put" Ucap Rara tegas


" Tapi...aku kecewa dengan nya Ra " Ucap Putri menenduk


" Tapi Pak Rehan harus tanggung jawab,dengan apa yang dia lakukan ke kamu.Kalau kamu hamil gimana " Ucap Rara membentak Putri


Deeggg


Seketika Putri terdiam,ia memikirkan apa yang di ucapkan Rara barusan Kenapa dia tidak berpikiran sampai situ,kalau bener terjadi gimana nasib Putri.


Putri yang sudah terlanjur kecewa,ia tetep tidak mau bertemu dengan Rehan.Ia akan pergi dari kehidupan Rehan, Putri memutuskan untuk ke kampung dimana dulu ia kceil.


" Tidak...itu tidak akan terjadi Ra,kita hanya melakukan sekali " Ucap Putri tegas


" Aku tidak mau bertemu dengannya lagi,aku akan pergi ke kampung.Dan aku harap kamu bisa merahasiakan ini,aku akan bicara dengan keluarga ku " Ucap Putri


" Jida suatu saat nanti kau,hamil.Aku akan membesarkan anak ini sendiri" Ucap Putri meneteskan air mata


" Aku mohon Ra,hargai keputusan aku " Ucap Putri megegam tangan Rara


" Terserah kamu,aku tidak mau ikut campur.Kalau terjadi sesuatu dengan kamu,aku akan memberitahu ke Rehan " Ucap Rara kesal


" Makasih Ra,kamu sudah menghargai keputusan aku " Ucap Putri


" Terus gimana,kamu menjelaskan ke Ibu " Tanya Rara.


" Aku belom tau,apa yang harus aku lakukan " Ucap Putri


" Hemm, menurut ku kamu harus jujur Put " Ucap Rara

__ADS_1


" Kalau ibu ku marah gimana " Ucap Putri


" Kalau itu gak usah ditanya,pasti ibu mu akan marah " Ucap Rara


" Sudah kamu,malam ini tidur disini.Besok aku antar kamu pulang,dan aku bantu untuk menjelaskan ke ibu " Ucap Rara


" Iya " Ucap Putri


Malam ini Putri tidur di kosan Rara,karena tidak mungkin ia pulang.Jam sudah menunjukkan dua belas malam,kalau pulang sangat berbahaya bagi mereka berdua.


Rara sangat kasihan dengan keadaan Putri,ia harus menanggung beban kehidupan yang berat.Harus bekerja untuk kebutuhan keluarga,belom lagi dengan musibah ini.


Rara belom mengetahui tentang hubungan Putri dan Rehan,yang Rara tau hanya sekedar atasan dan bawahan.Karena Putri belom, menceritakan hubungannya denga Rehan.


Keesokan hari nya,Rara mengantar Putri ke Rumah.Dan ia akan membantu Putri untuk menjelaskan,ke Bu Erna.


" Ya ampun Putri,kamu dari mana " Ucap Bu Erna langsung memeluk Putri


" Kenapa semalam tidak pulang,dan Telfon kamu gak aktif " Ucap Bu Erna panik


" Ibu sama Bima,mencari kamu.Bima juga ke tempat kerja kamu,tapi katanya kamu udah pulang " Ucap Bu Erna


" Iya Bu maaf,Hp Putri mati " Ucap Putri menunduk


" Semalem Putri, nginap di kosan Rara Bu " Ucap Rara


" Jadi semalam kamu tidur,di kosan nak Rara " Ucap Bu Erna


" Iya Bu " Ucap Putri


Bu Erna yang merasakan ada hal yang aneh dengan anaknya,tidak seperti biasanya Putri bersikap seperti itu.Mungkin karena seorang ibu,jadi ia tau apa yang terjadi dengan anak nya.

__ADS_1


Putri dan Rara sudah duduk di sofa, Putri tidak berani menatap Bu Erna Karena ia sedang menahan air mata yang akan lolos.


" Nak kamu kenapa " Tanya Bu Erna duduk disebelah Putri


__ADS_2