
Rehan langsung menarik tangan Putri,yang lagi menyuapkan kue ke mulutnya.
" Kita pulang " Ucap Rehan yang sudah memegang tangan Putri
" Loh ko pulang pak,kan belom selesai pestanya" Tanya Putri
" Saya sudah tidak mood " Ucap Rehan
" Tapi pak,aku baru saja memakan kue ini.Perut kau sangat lapar,sejak tadi sore sampai sekarang aku belom makan apapun " Ucap Putri lirih
Rehan baru saja teringat,kalau Putri sejak tadi belom makan sama sekali.Rehan sangat luar dengan hal itu,dan membuat Putri kelaparan.
" Kita makan ditempat lain " Ucap Rehan
" Tapi pak..." Ucap Putri yang belom selesai tanganya yang langsung ditari oleh Rehan,membuat Putri berlari kecil karena langkah Rehan cukup lebar dan cepat.
Angel yang melihat kejadian itu pun mulai panas,karena ia diabaikan oleh Rehan hanya gara-gara wanita itu.
" Pak, jalannya pelan-pelan kaki aku..." Belom sempat selesai bicara kaki Putri terkilir dan hampir jasa ia jatuh,dan untungnya tangan Putri samih digenggam Rehan
"Aaauu kaki ku" Teriak Putri kesakitan dan membuat Rehan memperhatikan langkahnya
" Kenapa " Tanya Rehan
" Kaki kamu terkilir " Ucap Putri menahan rasa sakit
" Ceroboh " Ucap Rehan
" Apaaa,ini tuh gara-gara pak Rehan tau gak.Tadi kan aku bilang pelan-pelan jalannya,aku tidak terbiasa dengan sepatu heels ini " Ucap Putri menendang heels yang terlepas dari kaikinya
" Dan lihat,kaki aku terluka " Ucap Putri memberitahukan ke Rehan bahwa heel itu menyakiti kaki mulus Putri
Rehan melihat kaki Putri terluka,ia merasa bersalah karena ia memaksa Putri untuk menggunakan heels itu.Rehan langsung mengendong Putri,untuk menuju ke mobil Yanga da diparkir.
" Pak Rehan mau ngapain " Tanya Putri
" Mau gendong kamu " Ucap Rehan
" Gak usah pak,aku bisa jalan sendiri" Ucap Putri menolak
" Lihat kaki kamu " Ucap Rehan dengan sorot mata ke arah kaki Putri
__ADS_1
" Tidak masalah,aku masih bisa berjalan " Ucap Putri
" Coba lah " Ucap Rehan
Putri mencoba untuk berdiri,tapi tidak bisa karena kaki Putri terasa sangat sakit.Untung saja Rehan mengakap tangan Putri,dan tidak membuat Putri terjatuh.Rehan pun langsung mengendong Putri tanpa persetujuan darinya.
" Pak Rehan,turunin saya " Pekik Putri
" Diam " Ucap Rehan
" Aku malu pak,semua orang melihat ke arah kita " Ucap Putri lirih
" Kalau kamu malu,wajah kamu bisa menghadap ke dada ku " Ucap Rehan
" Apak boleh " Ucap Putri
Rehan menjawab dengan anggukan, Putri pun menutupi wajahnya ke dada bidang Rehan.Sehingga Putri bisa mencium aroma maskulin yang ada di tubuh Rehan, seketika Putri terbuai dengan aroma tubuh Rehan yang sangat harum.Membuat Putri merasa nyaman didekat laki-laki itu.
Kenapa ini,kenapa jantung ku berdetak sangat kencang, apa jangan jangan aku,,,,ah tidak itu tidak mungkin Putri , Guman Putri dan megelengkan kepalanya untuk membuyarkan pikiran yang tidak seharusnya ia pikirkan
" Kenapa " Tanya Rehan yang merasakan gerakan dari kepala Putri
" Belom,masih jauh " Ucap Rehan
Sebenarnya dari tempat Putri jatuh ke parkiran sudah lumaya dekat,tapi Rehan sengaja memutar arah agar Putri bisa lebih lama di dekapannya.Rehan merasa senang saat,Putri ada didekatnya.
" Benarkah " Tanya Putri
" Iya,kalau tidak percaya kamu bisa lihat sendiri" Ucap Rehan
" Tidak mau,nanti semua orang melihat ke arah aku " Ucap Putri
" Baiklah, teruslah di seperti ini " Ucap Rehan
dengan jawaban anggukan dari Putri
Entah keberanian dari Ama yang didapat oleh Putri,sehingga tanga Putri menyentuh dada bidang milik Rehan.Rehan yang merasakan sentuhan dari Putri,ia mengernyitkan dahinya dan membiarkan Putri menyentuh dadanya.
" Kenapa dada ini sangat keras,dan perut ini seperti berbentuk kotak kotak " Ucap Putri lirih tapi masih bisa didengar oleh Rehan
" Apa Pak Rehan,sering olahraga" Tanya Putri yang masih menyentuh dada bidang Rehan
__ADS_1
Rehan yang mendengar perkataan Putri,ia pun tersenyum.
" Apa kamu menyukainya" Tanya Rehan
" Iya,entah kenapa rasanya sangat nyaman " Ucap Putri
" Apa kamu ingin melihatnya" Ucap Rehan menggoda Putri
" Apakah boleh,aku melihatnya " Ucap Putri yang masih belom sadar dengan ucapannya
" Tentu saja boleh " Ucap Rehan denga senyuman
Duarr.....
Putri tersadar dengan apa yang baru saja ia katakan,ia sangat malu dan mengutuki dirinya sendiri.
Bodoh,,apa yang baru saja kamu katakan Putri.Kenapa kamu bisa mengucapkan kata yang seharusnya tidak dikeluarkan,,Ahhhh bodah sekali kamu" Ucap Putri merutuki dirinya sendiri
" Sudah sampai,apakah kamu masih ingin digendong " Ucap Rehan yang membuyarkan lamunan Putri
" Ah,,,tidak pak tidak " Ucap Putri langsung turun dari gendong Rehan dan masuk ke dalam Mobil
dikuti oleh Rehan.
Rehan melihat lekat wajah Putri yang kelihatan gugup itu,Rehan pun mulai menggoda Putri lagi.
" Apa kamu masih ingin melihat dada bidang ku ini " Ucap Rehan berbisik di telinga Putri
Itu membuat bulu kuduk Putri merinding
" Tidak pak tidak ,mana berani aku melihatnya" Ucap Putri gugup yang masih melihat ke arah luar
" Benarkah, bukannya tadi kamu bilang ingin melihatnya " Rehan masih dengan posisi semula
" Pak Rehan,,,,tidak usah menggoda ku " Ucap Putri dan memalingkan wajah ke arah Rehan
Cupp,,,,
Bibir Putri dan Bibir Rehan bertemu,dan itu membuat mata Putri melolot.Rehan yang tidak mau melewatkan kesempatan itu,Rehan pun mulai mengecup lembut bibir ranum milik Putri.Bibir yang belom pernah tersentuh oleh laki-laki manapun,kini sudah dirampas orlah Rehan.
Putri yang menyadari sentuhan dari Rehan,yang sedang menghisap lembut bibir miliknya ia langsung mendorong Rehan untuk menjauh dari dirinya.
__ADS_1