Kepincut Bos Sendiri

Kepincut Bos Sendiri
30


__ADS_3

Hari ini hari weekend dan Putri sudah janjian akan bertemu dengan Rara,ia akan menjelaskan kenapa dia tidak bekerja lagi di Restoran.Kebetulan juga Rara hari ini libur,jadi mereka memutuskan untuk bertemu di cafe biasa Meraka kunjungi.


Putri terlebih dahulu sampai di cafe,ia memilih duduk dipojok.Hari ini suasana di cafe cukup rame mungkin karena ini weekend,jadi banyak yang nongkrong apa lagi anak muda.Tak lama kemudian Rara sampai dan langsung menghampiri Putri.


" Udah lama Put" Tanya Rara sambil menarik kursi didepan Putri


" Belom baru,10 menit disini " Jawab Putri


" Kamu belom pesan minuman kan " Tanya Rara karena dimeja tidak ada makanan ataupun minuman


" Belom,aku nungguin kamu " Ucap Putri


" Ya udah pesan gih " Ucap Rara


Putri memanggil pelayan,mereka berdua memesan oreng jus dan spaghetti bolognese.Menu favorit mereka berdua,setiap ke cafe Putri dan Rara pasti memesan dua menu itu.


Karena menurut mereka,menu itu yang paling cocok di lidah mereka berdua.


" Put,coba ceritain kenapa kamu bisa risain dari Restoran" Tanya Rara


" Gimana,aku singkat aja yah.Biar cepet soalnya kalau dari awal panjang banget "Ucap Putri


" Iya,intinya aja " Ucap Rara


" Waktu aku berangkat ke Restoran,terus aku nabrak mobil mewah.Lah orang nya itu minta ganti rugi,kamu tau Ra berapa " Ucap Putri


" Emang berapa " Tanya Rara Penasaran


" Tiga puluh juta...Ra,tiga puluh juta.Uang dari mana aku " Ucap Putri


" Haaaa " Ucap Rara kaget sampai mulutnya mengaga


" Kalau aku gak ganti rugi,dia mau laporin aku ke penjara " Ucap Putri


" Terus dia kasih pilihan,kerja sama dia apa dipenjara.Yo aku milih kerja sama dia lah,kalau aku dipenjara gimana nasib ibu sama Bima " Ucap Putri


" Kerja jadi apa " Tanya Rara


" Asisten pribadi dia " Ucap Putri


" Asisten pribadi,hebat banget kamu put.Setau aku tuh kalau jadi asisten gajinya gede " Ucap Rara

__ADS_1


" Belom tau,kan aku belom gajian.Tapi gaji ku dipotong lima puluh persen " Ucap Putri lemas


" Loh ko gitu " Ucap Rara


" Yang lima puluh persen,buat biayan ganti rugi " Ucap Putri


" Wah bos kamu,pinter banget " Ucap Rara


" Iya,tapi nyebelin tau gak " Ucap Putri kesel ketika teringan kalau ia sering dikerjain Rehan


" Was nanti kamu kesemsem sama dia " Ucap Rara meledek Putri


" Dih amit-amit,aku kesemsem sama dia " Ucap Putri menglidil


" Gak usah gitu,bos kamu ganteng kan " Ucap Rara menebak


" Pak rehan emang ganteng sih,apa lagi tubuh yang tinggi berotot.Aku paling suka sama matanya yang indah itu,Gumun Putri dalam hati


" Putri " Ucap Rara melampaikan tangan ke wajah Putri,tapi tidak direspon Putri karena ia masih membayangkan wajah Bosnnya itu


" Dih ini orang, dipanggil gak nyaut.Pati lagi banyangin muka boasnya nih " Ucap Rara dan akhirnya ia menonyor jidat Putri,dan itu berhasil membuat sadar dari lamunannya


" Apaan sih Ra " Ucap Putri yang kesal dan mengelus jidatnya yang sedikit sakit


" Apaan sih kamu Ra,Yo gak lah.Ngapain aku ngelamunin dia " Ucap Putri mengelak


" Halah,bilang aja iya " Ucap Rara


Dan pesanan mereka pun sampai,Rara dan Putri menikmati makanan itu.Sampai habis tak tersisa,tak terasa hari sudah mulai sore.Karena keasikan ngobrol mereka sampai lupa waktu, Putri dan Rara memutuskan untuk pulang.


Sesampainya dirumah, Putri langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.Sedangkan Rara ia malah tidur, bukannya mandi itu kebiasaan Rara kalau habis keluar bukannya mandi malah tidur.


" Ibu masak apa " Tanya Putri yang melihat ibunya sedang masak


" Masak kangkung,sama cumi.Kesukaan kamu " Ucap Bu Erna


" Wah pasti enak nih,dari baunya udah kelihatan" Ucap Putri mencium bau masakan ibunya


" Kau ini,dah sama duduk bentar lagi matang " Ucap Bu Erna


" Iya bu,ku sayang " Ucap Putri memeluknya ibu

__ADS_1


" Sekalian panggil Bima,buat makan " Ucap Bu Erna


" Bimaaa....." Teriak Putri


" Iya kenapa mbak " Bima pun teriak karena ia sedang di kamar


" Dipanggil ibu,buat makan " Teriak Putri


" Iya bentar lagi mbak,nanggung nih " sahur Bima


" Buruan, ditinggal dulu lanjut nanti " Ucap Putri


" Nanggung mbak,ini tinggal dua lagi selesai ko " Teriak Bima


" Emang kamu lagi apa sih " Teriak Putri yang mulai kesal dengan adiknya


" Lagi ngerjain tuga mbak " Ucap Bima


" Ya udah buruan,ibu dah nungguin nih " Teriak Putri


" Iya bawel banget sih,kamu mbak " Ucap Bima


Karena tidak mau mendengar teriakan Putri,Bima akhirnya keluar dari kamar.Karna suara putri, merusak konsentrasinyan untuk berfikir.


" Katanya mau nyelesain tuga " Tanya Putribyang melihat adiknya keluar


" Gak jadi " Ucap Bima kesal


" Kenapa " Tanya Putri


" Dengar suara cempreng mbak Putri,aku jadi gak konsen" Ucap Bima


" Bimaaa... " Ucap Putri kesal


" Lah kan kenyataan " Ucap Bima


" Ibuu,Bima ngeselin " Ucap Putri merengek


" Bima,kamu tuh yah kalau ketemu pasti berantem " Ucap Bu Erna


" Aku kan ngomongnya, sesuai fakta Bu " Ucap Bima

__ADS_1


" Udah udah,gak usah berantem.Cepetan makan keburu dingin " Ucap Bu Erna


" Iya ibu " Ucap mereka bersama


__ADS_2