Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Sama-sama Terkejut


__ADS_3

Keesokan harinya, Michie sengaja bangun lebih siang mengingat beberapa hari ini ia disibukkan dengan banyak pekerjaan kantor.


Sayangnya, ia tetap tidak leluasa menikmati tidurnya karena kedua sahabatnya sudah ada di dalam kamarnya sejak jam tujuh pagi.


"Michie! Bangun dong! Kita udah nungguin hampir 1 jam loh di sini!" Cika menggoyang-goyangkan tubuh Michie yang masih ada didalam selimutnya.


"Anak ini gak berubah juga yaa. Masih suka bangun siang kalo lagi libur. Udah gitu susah banget lagi dibangunin!" gerutu Tifa yang sudah selesai menyuapi Tian.


"Ampe Tian habis satu piring, dia belum bangun juga."


Melihat mamanya dan Cika kesulitan membangunkan Michie, membuat Tian berteriak kencang agar Michie cepat bangun.


"Onty Michie!!!" teriak Tian kencang. "Cantik cantik kok tidurnya udah kayak kerbau aja sih!"


Teriakan Tian kali ini berhasil membuat Michie membuka matanya.


"Ya Ampuuuun! Kalian ini pagi-pagi udah rame aja sih!" gerutu Michie sambil menggeliatkan tubuhnya yang masih di dalam selimut.


Tian langsung menutup mulutnya saat melihat Michie duduk dan bersandar di headboard ranjang nya.


"Onty Michie bangun tidur aja cantik banget maaa!" puji Tian membuat semua yang ada di kamar Michie terkekeh.


"Kamu yaa, masih kecil bisa ajaaah," tukas Michie gemas.


"Btw, kalian ngapain sih pagi buta gini gangguin aku tidur?" tanya Michie sambil menutup mulutnya yang masih menguap.


Semalaman ia menghabiskan waktunya untuk menonton film drama cinta setelah berhari-hari tidak ada waktu untuk menonton film.


"Pagi buta?" tanya Cika sambil menyibakkan gorden kamar Michie. "Ini udah hampir siang Michie!"


"Iyaa, tapi aku udah niat banget mau males-malesan di kamar hari ini." Michie kembali menyembunyikan tubuhnya di balik selimut.


"Lagian kalian gak chat dulu kalo mau ngajakin pergi!"


Melihat Michie sudah mau memejamkan matanya lagi, Cika dan Tifa pun menarik selimut yang masih menutupi tubuh sahabatnya itu.


"Kita gak ada yang mau ngajakin kamu pergi Michie sayang, yang ada kita itu mau bantuin kamu mempersiapkan diri untuk lamaran nanti malam," jelas Cika membuat rasa kantuk Michie hilang seketika.


"Lamaran?!" Michie membulatkan matanya dengan sempurna.


"Siapa yang mau lamaran?!" tanya Michie.


"Ya kamu lah! Masa' iya kita yang mau lamaran." tukas Cika yang baru saja dilamar kekasihnya 2 bulan yang lalu.

__ADS_1


"Memangnya Mom Lili gak bilang ya sama kamu?" tanya Tifa dan Michie hanya menggelengkan kepalanya.


Cepat-cepat Michie turun dari tempat tidurnya dan mencari Mommynya.


"Mommy!" teriak Michie saat tidak mendapati Mommynya di dalam kamar. Matanya melihat sekeliling Mansion yang sudah mulai di dekor dengan banyak bunga seperti orang mau ada hajatan.


Michie mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Mommynya yang ternyata sedang mengarahkan penataan bunga yang ada di taman.


Melihat Mommynya ada di taman, tanpa pikir panjang Michie langsung menuruni anak tangga untuk segera menemui Mommynya.


"Michie bener-bener gak tau, Apa maksud semua ini?" tanya Michie yang kini sudah berdiri di depan Mommynya.


"Eh, Michie udah bangun ya? Gimana tidurnya semalam sayang?" tanya Mom Lili.


"Gak usah bertele-tele lah Mom, Michie cuma butuh penjelasan Mommy!" pinta Michie.


Mom Lili pun menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia akhirnya mengajak Michie masuk ke dalam kamarnya dan mengajaknya bicara dengan baik-baik.


5 tahun yang lalu, saat Michie sudah kembali ke London, perusahaan yang dipimpin oleh Mom Lili mengalami resesi yang sangat besar hingga Mom Lili harus menjual perusahaan yang sudah ia rintis sejak berpisah dengan suaminya.


Untungnya Mom Lili bertemu dengan Reinhard yang bersedia membeli perusahaan Mom Lili dengan harga yang cukup fantastis. Tidak hanya itu, Reinhard juga masih meminta Mom Lili untuk membantunya mengelola Lichie Group dan menjadi wakil CEO di sana.


Dari situlah Mom Lili bisa berkunjung ke London setiap tahunnya sampai Michie lulus S2 di sana.


"Mommy hutang budi dengan Rein karena selama ini dialah yang membantu kehidupan kita," jelas Mom Lili membuat Michie sangat terkejut.


"Minggu lalu, Tante Yuri dan suaminya datang kepada Mommy dan membicarakan tentang perjodohan kalian berdua."


"Kali ini Mommy sama sekali tidak bisa menolak Michie karena budi baik merekalah kita masih bisa hidup dengan baik sampai saat ini."


Michie menundukkan kepalanya dan terdiam. Ia tidak tahu harus berkomentar seperti apa setelah mendengar cerita dari Mommynya.


Bahkan ia sendiri tidak pernah berfikir bagaimana kehidupan Mommynya di sini selama 5 tahun belakangan ini karena ia hanya benar-benar fokus mengejar studinya.


'Tapi kenapa harus Rein?' gumam Michie dalam hati.


"Maafkan Mommy!" ucap Mom Lili sambil memeluk Putrinya dengan sangat erat.


"Apa ini permintaan Rein?" tanya Michie kemudian.


"Tidak sayang, kali ini Yuri dan suaminya yang meminta karena Rein belum juga mengenalkan calon istri kepada orang tuanya di usianya yang sudah menginjak kepala 3," jelas Mom Lili.


'Jika ini bukan permintaan Rein, tentunya ia juga sama-sama terpaksa sepertiku untuk menerima perjodohan ini.'

__ADS_1


'Kalau begitu, aku tidak perlu pusing untuk memikirkannya karena jika suatu saat aku mengalami perceraian, tentunya tidak akan menorehkan luka mendalam seperti perceraian Daddy dan Mommy karena dulunya mereka saling mencintai,' gumam Michie dalam hati.


"Michie akan melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan Mommy," balas Michie membuat Mom Lili kini bisa bernafas lega.


"Terima kasih banyak Michie, Mom yakin jika Rein pasti akan membuatmu bahagia."


"Sekarang kembalilah ke kamarmu dan bersiaplah. Sore ini keluarga Rein akan datang untuk melamarmu!" titah Mom Lili yang langsung diangguki kepala oleh Michie dengan menyunggingkan senyum yang sangat ia paksakan.


☘️☘️☘️


Sedangkan di sisi yang lain, Rein yang baru saja tiba dari bersepeda sedikit terkejut saat Mansionnya sudah dipenuhi oleh saudara dari Mama dan Papanya.


"Waah, akhirnya bujang lapuk ini sebentar lagi akan menikah ya!" celetuk Pamannya Rein yang baru tiba dari Malaysia.


"Emang siapa yang mau menikah?" tanya Rein gusar.


"Ya kamu dong, emangnya siapa lagi?" tukas Paman Rein.


Mendengar jawaban pamannya membuat Rein bergegas mencari Papa dan Mamanya yang kebetulan sedang duduk di taman.


"Sejak kapan papa dan mama ikut campur dengan urusanku?" tanya Rein dengan nada tidak suka.


"Bukankah aku sudah bilang jika aku sama sekali tidak suka dengan perjodohan!"


Kemarahan Rein kali ini membuat papa Finn dan Mama Yuri saling melempar pandang.


"Kamu juga akan menolak meskipun papa dan mama akan menjodohkan kamu dengan Michie?" tanya Mama Yuri.


☘️☘️☘️


Terima kasih ya sudah berkenan mampir lagi ke karya remahan aku.


Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞

__ADS_1


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.


__ADS_2