
Fredy pun langsung naik ke atas ranjang dan mengungkungnya tubuh Michie. Sedangkan Tifa mulai merekam keduanya dengan air mata yang mulai berderai.
Senyum kemenangan terlukis jelas di wajah Fredy saat aroma tubuh Michie terhirup dalam-dalam ke dalam penciumannya. Perlahan ia mendekatkan bibirnya ke bibir Michie dan
Bugh! Tendangan Michie bersarang tepat di senjata milik Fredy.
"Aaaarrrrgghhh!" Pekik Fredy yang langsung limbung ke samping.
"Kamu pikir aku cewek apaan hah?!" sarkas Michie yang langsung melayangkan bogem nya tepat di rahang Fredy.
Bugh! Pukulan Michie berhasil membuat ujung bibir Fredy berdarah.
"Caramu sangat murahan, Fredy! Dan aku bukanlah wanita yang bisa kau sentuh sembarangan!" racau Michie yang kembali melayangkan pukulannya ke arah Fredy.
Bugh! Michie mendaratkan sikunya dengan keras ke tengkuk Fredy dan membuatnya semakin limbung hingga terjatuh dari ranjang.
Tifa semakin bersemangat merekam aksi Michie yang membabi buta. Air matanya pun langsung terhenti seketika saat melihat sahabat cantiknya yang berubah menjadi sangat 9anas.
"Berdiri kau!" tangan kecil Michie menarik singlet Fredy dang kemudian terus menyerang Ferdy tanpa ampun.
"Ayo Michie! Kalo perlu bunuh aja cowok b*j*ngan itu!" teriak Tifa sambil terus merekam aksi Michie.
"Kalo gak inget ada hukum negara juga bakal aku bunuh sampe mati!" ceracau Michie sambil menendang perut Fredy.
"Aaaarrrrgghhh!" pekik Fredy yang langsung tersungkur dan kepalanya terantuk di tepi nakas.
Darah segar langsung mengucur di dahi Fredy, namun sama sekali tidak dipedulikan dengan Michie.
Melihat Fredy benar-benar sudah tidak berdaya, Michie pun berbalik ke arah Tifa dan melepaskan ikatan di tangan sahabatnya itu.
"Kau luar biasa Michie! Aku sama sekali tidak tahu jika kau bisa bela diri," puji Tifa.
"Kita harus cepat pergi dari sini Tifa! Tidak ada waktu lagi!" tukas Michie saat ikatan Tifa sudah terlepas.
Sedangkan Fredy pun perlahan lahan beringsut naik ke atas ranjang dan siap menyergap Michie dari belakang.
"Awas Michie!" teriak Tifa membuat Michie langsung berkelit ke kanan untuk menghindari sergapan Fredy.
Bugh! Fredy terjatuh tepat di samping Tifa dan langsung menyergap Tifa dengan mengalungkan lengannya di leher Tifa.
"Awwhhh!" pekik Tifa yang hampir kehabisan nafas karena Fredy mencekik nya dengan sangat kencang.
"Maju satu langkah, maka sahabatmu tidak akan selamat!" ancam Fredy yang sudah babak belur dihajar oleh Michie.
"Ja-ngan pe-du-li-kan a-ku, Mi-chie!" ucap Tifa terbata-bata.
"Lepaskan sahabatku, Fredy!" gertak Michie sambil mengepalkan tangannya.
"Tidak akan sebelum kau melepas pakaianmu, Michie!" jawab Fredy membuat Michie semakin geram.
Perlahan Michie memegang tali t4nkt0p miliknya membuat Fredy menelan ludahnya kasar. Kesempatan ini pun digunakan oleh Tifa untuk menggerakkan sikunya ke belakang, tepatnya di perut Fredy.
"Sial!" umpat Fredy saat Rifa berhasil terlepas dari sergapannya.
Michie pun langsung menarik tangan Tifa dan berlari ke arah pintu kamar.
"Gaunmu, Michie!" teriak Tifa mengingatkan sahabatnya yang hanya mengenakan t4ngt0p dan h0t p4nts saja.
__ADS_1
"Oh My God!" Michie menepuk dahinya dan berbalik.
Sayangnya mereka berdua sudah terkepung oleh Fredy yang sedang berjalan ke arah pintu kamar.
"Kalian tetap tidak bisa pergi dariku!" tukas Fredy dengan senyum seringainya.
Brak!
Brak!
Brak!
Pintu kamar pun terbuka dan tampak Rein berdiri di depan pintu dengan beberapa orang di belakangnya.
Dengan sigap Fredy pun memeluk Michie dari belakang. Namun sikapnya barusan kalah cepat dengan Michie yang langsung berbalik dan melayangkan bogem mentahnya ke rahang Fredy.
Bugh! Pukulan Michie membuat Fredy langsung tersungkur dan tidak sadarkan diri.
Melihat Fredy yang sangat mengenaskan pun membuat Rein, Andy, Arel dan juga pegawai hotel bergidik ngeri.
Rein pun langsung melepaskan blazer nya dan menutupi tubuh Michie yang hampir terekspos semua.
Sedangkan Arel dan pegawai hotel langsung menyeret Fredy dengan geram.
"Tian dalam bahaya, sayang!" ucap Tifa yang langsung memeluk suaminya.
"Dia sudah aman bersama dengan keluarga Cika," balas Andy membuat Tifa bernafas lega.
"Kalian tunggu saja di luar!" titah Rein sambil mendekap Michie dan menutup pintu hotel yang sudah rusak karena dobrakan mereka.
"Are you okey, Michie?" tanya Rein dengan wajah yang sangat mengkhawatirkan Michie.
"Tidak masalah, Rein. Kau datang tepat waktu," balas Michie membuat Rein langsung memeluk Michie dengan sangat erat.
Entah kenapa pelukan Rein saat ini membuat Michie merasa sangat nyaman. Tanpa ia sadari, tangannya pun tergerak untuk membalas pelukan Rein.
"Aku sangat bodoh membiarkanmu dalam bahaya, Michie!"
"Aku sangat lalai dalam menjagamu kali ini!"
"Aku sangat kecewa dengan diriku sendiri yang tidak mampu berbuat apa-apa saat kau dalam bahaya!"
"Aku hanya lelaki yang payah!"
Ratapan Rein kali ini membuat Michie makin mengeratkan pelukannya.
"Aku tidak apa-apa, Rein!" tukas Michie.
"Kau lihat sendiri bukan, Fredy justru babak belur karena dia bukanlah tandinganku!"
"Karena sampai kapan pun tidak akan ada lelaki yang aku izinkan untuk menyentuhku!" ucap Michie yang mulai mengendurkan pelukannya dan perlahan melepaskannya.
"Lalu bagaimana denganku?" tanya Rein sambil menatap Michie secara intens.
'Entahlah, kali ini lidahku sangat kelu untuk menjawabnya!' gumam Michie dalam hati.
"Apa aku juga tidak boleh menyentuhmu, Michie?" tanya Rein lagi membuyarkan lamunan Michie.
__ADS_1
"Memangnya kau mau bernasib sama dengan Fredy?" tanya Michie membuat Rein cepat-cepat menggelengkan kepalanya.
"Keluarlah Rein, aku ingin memakai lagi gaunku!" pinta Michie sambil mengambil gaungnya.
"Aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri lagi Michie!"
Michie pun menghela nafasnya panjang.
"Kalau begitu berbalik lah!" pinta Michie dan Rein pun langsung berbalik.
Namun matanya tertuju ke kaca meja rias dan terus memandangi Michie dari sana.
Michie pun tidak sadar jika Rein terus memandangi nya yang sedang mengenakan gaunnya. Sedangkan Rein menelan ludahnya kasar.
'Huft, melihatnya seperti ini saja sudah membuat senjataku meronta-rona di bawah sana' gumam Rein dalam hati.
"Ini blazer milikmu, Rein!" Michie mengembalikan blazer Rein dan kemudian merapikan rambutnya yang sangat berantakan di meja rias.
Sekilas Michie mencuri pandang ke arah Rein yang terus memandangi nya lewat kaca. Namun seketika Michie mengernyitkan dahinya seperti mengingat sesuatu.
Ia pun berbalik dan memandang ke arah Rein. "Tunggu! Jangan bilang kamu tadi ngeliat aku ganti baju dari kaca ini!" tukas Michie.
"Emm!" Rein yang tadinya duduk di tepi ranjang pun akhirnya berdiri dan mendekat ke arah Michie.
"Kalo iya gimana? Bukankah aku juga sudah pernah melihatnya sebelumnya, Michie?" jawab Rein membuat rona wajah Michie langsung bersemu merah.
"Reiiin!" pekik Michie kesal dan langsung memukuli dada bidang Rein.
"Tenang saja, aku tidak akan melakukan hal yang lebih selain memandangi kecantikanmu, Michie!" ucap Rein lagi tanpa menghentikan pukulan Michie di dadanya.
'Jika pukulan Michie saja terasa semanis ini, bagaimana bisa ia membuat Fredy sampai babak belur dan tidak sadarkan diri ya?' batin Rein yang menikmati pukulan manja dari Michie.
☘️☘️☘️
Dua bab selanjutnya menyusul siang dan malam yaaa.
Sambil menunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku yang dijamin ceritanya seru dan menarik banget looo.
Nama Pena : UQies
Judul Karya : Terjebak di Penjara Suci
TErima kasih sudah mau singgah di karya remahan Author.
Yuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
__ADS_1
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.