
Kini keduanya sudah berada di kamar Michie. Namun Rein tidak kunjung menurunkan Michie dari gendongannya dan justru berkeliling menelusuri setiap sudut kamar Michie.
"Rein, turunkan aku!" pinta Michie saat Rein memandangi foto kecil Michie yang ada di dinding kamarnya.
"Nanti dulu sayang, aku masih ingin memandangi kecantikan istri ku saat kecil dulu," jawab Rein membuat hati Michie sangat berdesir.
Perlahan Michie melepaskan tangannya yang sedari tadi melingkar di leher Rein. Sikap Michie kali ini langsung menuai protes dari Rein.
"Jangan dilepaskan dulu, Michie. Sebentar lagi aku akan menurunkanmu!"
Sayangnya Michie tidak mengindahkan ucapan Rein kali ini. Ia berusaha turun dari gendongan Rein dan Rein tetap mengeratkan tangannya agar Michie tetap dalam rengkuhan tangannya.
Karena tenaga Michie cukup kuat, akhirnya keduanya terjatuh di atas sofa yang ada di depan mereka dengan posisi Michie yang ada di atas Rein.
Michie yang tampak sangat menggoda dengan d4d4 yang sedikit terbuka membuat Rein menelan ludahnya kasar.
'Michie sudah sah menjadi istriku bukan? Jika kali ini aku melakukan hal yang lebih dengannya, tentunya tidak lagi menjadi masalah besar.'
Jantung Rein pun berdegub sangat kencang dan iramanya seperti bersahut-sahutan dengan detak jantung Michie yang tidak kalah berdebar-debar.
'Huft. Ternyata posisi seperti ini sangat membahayakan diriku. Entah kenapa aku sangat tidak menginginkan pesta kebun itu dan lebih baik menghabiskan waktu berdua dengan Michie disini!' gumam Rein dalam hati.
Sedangkan Michie yang sadar posisinya kali ini menimpa Rein langsung beranjak untuk menjauh dari pria yang sudah sah menjadi suaminya.
Tapi dengan cepat Rein melingkarkan tangannya di pinggang Michie dan memeluknya sangat erat.
"Biarkan seperti ini dulu, Michie!" pinta Rein yang terus saja memandangi wajah istrinya itu.
"Aku sangat nyaman berada di dekatmu, Istriku sayang!" lanjut Rein lagi sambil memberanikan dirinya mendekatkan wajahnya ke wajah Michie.
Michie sadar jika Rein pasti akan mendaratkan ciuman di bibirnya. Dengan cepat Michie pun mengalihkan wajahnya agar Rein tidak menciumnya.
"Sayangnya aku sama sekali tidak nyaman berada di dekatmu, Rein!" balas Michie yang kembali melepaskan diri dari pelukan Rein.
Akhirnya Rein pun mengendurkan pelukannya dan membiarkan Michie menjauh darinya.
"Berikan aku alasan kenapa kau merasa tidak nyaman berada di dekatku?" pinta Rein sambil menyandarkan tubuhnya di sofa kamar Michie.
"Terkadang sesuatu tidak perlu alasan Rein! Yang jelas aku tidak bisa mencintaimu dan menerimamu seutuhnya sebagai suamiku!"
Jawaban Michie kali ini membuat Rein sangat terkejut. Ia pun langsung berdiri dan mendekat ke arah Michie yang saat ini duduk di depan meja rias nya.
__ADS_1
Rein langsung memutar kursi Michie dan mengunci tubuh Michie dengan kedua tangannya. Mata Rein langsung menatap tajam ke arah kedua netra Michie dan membuat Michie semakin berdebar.
Debaran Michie kali ini membuatnya mengalihkan pandangannya dari Rein.
"Tatap aku, Michie! Dan katakan sekali lagi jika kau memang tidak mencintaiku!" desak Rein membuat Michie mau tidak mau kembali memandang ke arah Rein.
"Aku..." baru satu kata yang keluar, lidah Michie langsung terasa kelu.
"Hemm.." timpal Rein sambil menunggu kalimat selanjutnya dari Michie.
Michie menelan ludahnya kasar sambil terus berusaha mengucapkan kalimat yang Rein minta.
"Aku..." kata yang sama dari mulut Michie membuat Rein semakin berani mengikis jarak diantara mereka.
"Tidak perlu mengatakan apapun lagi Michie!" timpal Rein yang langsung mendaratkan ciumannya tepat di bibir Michie.
Cup! Ciuman sekilas dari Rein membuat Michie diam terpaku. Entah kenapa kali ini ia sangat sulit untuk mencegah Rein melakukan itu dan justru ada sedikit rasa tidak rela karena Rein menciumnya dengan sangat singkat.
'Kali ini aku sudah tahu jawabannya Michie! Dan aku tidak akan pernah membuatmu merasa kecewa!' gumam Rein dalam hati.
Rein pun semakin berani memegang tengkuk leher Michie dan kembali mendaratkan bibirnya di tempat persinggahannya barusan.
Perlahan Rein mengabsen bibir Michie sampai Michie mulai membuka sedikit bibirnya seolah memberikan izin untuk Rein mema9u+nya lebih dalam lagi.
Sayangnya baru saja Michie membalas ciuman, Rein. Mom Lili dan juga Mama Yuri tiba-tiba masuk ke dalam kamar Michie dan seketika langsung menutup mulut mereka.
"Oh My God...!"
"Ternyata...!"
Mendengar suara Mommy dan Mama Yuri, membuat Michie cepat-cepat mendorong tubuh Rein agar menjauh darinya.
"Ck, mama nih ganggu aja!" gerutu Rein yang sama sakali tidak malu meski dipergoki dengan mertuanya juga.
Sedangkan Michie langsung mengusap bibirnya dan menundukkan kepalanya karena kali ini ia benar-benar sangat malu.
'Ish, Michie! Harusnya dari awal kamu tidak memperbolehkan Rein melakukan ini semua!' gerutu Michie dalam hati yang terus saja merutuki dirinya sendiri.
"Rein, acara kita hari ini masih panjang! Harusnya kamu sabar dikit dong!" balas Mama Yuri yang langsung menarik tangan putranya dan mengajaknya dari kamar Michie.
"Dih, mama nih kayak lagi mergokin anaknya lagi pacaran aja!" gerutu Rein sambil mengikuti langkah Mama Yuri.
__ADS_1
Setelah Rein keluar dari kamar Michie, Mom Lili pun langsung meminta MUA Michie untuk segera masuk ke dalam.
"Michie, kali ini maafin Mommy ya!" bisik Mom Lili sebelum meninggalkan putri nya yang akan kembali dirias dan berganti gaun.
"Emm, It'S okey Mom." balas Michie tanpa memandang ke arah Mommynya karena masih sangat dirundung malu.
Sedangkan Rein yang saat ini berada di kamar kosong di samping kamar Michie pun kembali harus mendengarkan ceramah dari Mama Yuri.
"Mama tahu kamu berhak sepenuhnya atas Michie saat ini, Rein. Tapi kondisi dan situasinya sangat berbeda. Kita harus mempersiapkan pesta pernikahan kalian berdua bukan?"
"Kalo tahu begini, kemarin gak perlu ada pesta kebun!" gerutu Rein kesal sambil mengganti jas pengantinnya dengan yang lain.
"Terus, kamu gak mau undang temen-temen kamu atau kolega papa sama mama?" tanya Mama Yuri dan Rein anya menggelengkan kepalanya.
"Naaah, kalo mereka gak tau kamu udah nikah sama Michie karena tidak ada pesta sama sekali, gimana kalo tiba-tiba Michie dilamar sama orang lain?"
"Yaaah, mama nih mikirnya kejauhan." balas Rein yang masih diselimuti rasa kesalnya.
"Iya deh, Rein minta maaf. Dulu aja mama selalu dorong Rein untuk cepet-cepet nikah. Sekalinya udah nikah malah diganggu." gerutu Rein yang membuat Mama Yuri menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rein yang justru seperti anak kecil.
"Maafkan mama ya Rein, setelah acara ini, mama janji tidak akan mengganggu waktu kalian berdua lagi," ucap Mama Yuri membuat Rein langsung diam sambil menganggukkan kepalanya.
'Ternyata Rein justru seperti anak kecil yang sangat manja ketika jatuh cinta,' gumam Mom Lili dalam hati sambil memandangi anak laki-lakinya yang sedang mematut dirinya di depan kaca.
"Apa aku tampan hari ini, Ma?" tanya Rein tanpa mengalihkan pandangannya dari depan kaca sambil merapikan rambutnya.
"Sangat tampan, Rein!" jawab Mama Yuri.
"Dan ketampananku ini karena efek berdekatan dengan Michie, Ma. Pesona kecantikan Michie yang membuat aku terlihat sangat tampan bukan?" balas Rein membuat Mama Yuri memutar bola matanya malas.
Plak! Tiba tiba Mama Yuri memukul lengan putranya dengan keras.
"Bisa-bisanya gak anggap papa sama mama ya, sekarang!" protes Mama Yuri yang mendengar ucapan Rein barusan.
Rein pun terkekeh dan langsung meminta maaf pada mamanya karena dia hanya bercanda.
☘️☘️☘️
Hai readers setia aku, maafkan Author ya kali ini plotnya sangat lambat menuju ke pesta pernikahan Michie dan Rein.
Semoga kalian gak bosen ya dengan alur ceritanya.
__ADS_1
Terima kasih banyak yang sudah sawer Author pake like, comment, gift, vote dan juga rate bintang 5.