
"Mama gak habis fikir deh sama sikap Risa sekarang!" gerutu Mama Yuri.
"Bisa-bisanya dia tidak punya malu dengan meminta hal yang sudah jelas tidak akan bisa ia miliki!"
"Untung saja mama punya menantu secerdas kamu, sayang. Jika tidak, mama pasti sudah tinggi tensinya gara-gara masalah ini!"
Mama Yuri benar-benar tampak sangat kesal dengan sikap Risa kali ini. Melihat mertuanya terus mengomel, Michie pun langsung menyodorkan minuman ke arah Mama Yuri.
"Dari pada marah-marah, kita cari hiburan yuk, Ma!" ajak Michie. Yang langsung menggandeng mertuanya untuk segera masuk ke dalam mobil.
"Hiburan apa Michie?" tanya Mama Yuri penasaran.
"Dijamin mama bakal suka!" balas Michie. "Jalan pak!" titah Michie kepada pak Supir.
"Oh iya. Mama denger kamu tadi nawarin Risa ikut ke Paris ya?"
Pertanyaan Mama Yuri kini langsung diangguki kepala oleh Michie.
"Tapi mama tenang saja. Michie pastikan, Risa tidak akan mengganggu liburan kita semua!" tukas Michie.
"Kamu yakin dia gak bakal ganggu?" tanya Mama Yuri.
"Of course, Ma! Nanti Michie yang akan mengatur semuanya."
Kali ini Mama Yuri pun memilih diam sambil menunggu jawaban kemana Michie akan mengajaknya pergi sebagai hiburan atas kekesalannya.
Akhirnya mobil mereka pun tiba tepat di depan salon.
"Kamu mau ngajakin mama nyalon sayang?" tanya Mama Yuri dengan mata berbinar.
Michie pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Plus mau kasih kejutan buat Mama!"
"Duuh, apaan yaa? Yuk buruan turun! Mama udah penasaran banget nih!" ajak Mama Yuri.
Dengan langkah yang tergesa-gesa, Mama Yuri pun masuk ke dalam salon tersebut. Namun langkahnya langsung terhenti di depan pintu saat melihat seseorang yang sangat ia kenal dengan penampilan yang jauh berbeda.
"Rein!" pekik Mama Yuri sambil mengerutkan dahinya. "Baju kamu kok kumel banget, Rein!" protes Mama Yuri sambil menarik kaor yang dikenakan lelaki yang ada di depannya.
"Suprise!" teriak Michie, Cika dan juga Tifa secara bersamaan.
"Ini bukan Rein, mama. Tapi Reihan!" ucap Michie dengan jelas membuat Mama Yuri mengerjapkan matanya berkali kali.
"Reihan tukang jamu langganan Oma?" tanya Mama Yuri dengan nada yang tidak percaya.
"Benar Nyonya!" jawab Reihan membuat Mama Yuri geleng-geleng kepala.
"Ya Ampun, Michie. Ini kenapa mirip banget sama Reihan!" tukas Mama Yuri mengamati Reihan secara detail.
"Iya tante. Ini adalah hasil setelah dipermak selama 2 hari dan didempul setebal 5 centi!" timpal Cika membuat semuanya terkekeh.
__ADS_1
"Trus kok bisa berubah putih gini sih. Jadi ganteng banget loh kamu Reihan!" puji mama Yuri membuat Reihan tersipu.
"Dari kemarin Tifa rendam semalaman, tante. Trus pagi tadi disikat sampai bersih. Makanya bisa jadi glowing gini!" ucap Tifa dengan bercanda membuat tawa Mama Yuri langsung meledak.
Mama Yuri langsung memeluk Michie dengan sangat erat. "Makasih banget ya sayang. Kamu benar-benar sangat cerdas bisa memikirkan rencana luar biasa ini!"
"Tapi ini lumayan tersiksa loh Nyonya. Kena air dikit nanti bisa belang!" tukas Reihan membuat Mama Yuri kembali tertawa.
"Lama-lama kamu nanti kayak zebra loh."
"By the way, makasih banyak ya Reihan. Kamu sudah mau membantu keluarga saya," ucap Mama Yuri.
"Saya justru yang sangat berterima kasih dengan Nyonya yang berkenan untuk saya bantu. Saya sangat bersyukur bisa menikah dengan seorang wanita yang cantik dan dibayar juga."
"Saya janji akan terus mengenang budi baik nyonya sekeluarga." ucap Reihan.
"Yang penting kalo sudah nikah, istrinya nanti dijaga terus yaa. Pertahankan pernikahan kalian sampai tua!" timpal Mama Yuri memberikan nasihat.
"Siap Nyonya!" jawab Reihan dengan mantap.
"Nah, setelah ini, Reihan harus mempelajari gaya Rein. Agar tidak menimbulkan kecurigaan!" titah Michie.
"Siap Nona!"
"Emm, mama nyalon dulu deh. Ditemani Cika sama Tifa yaa."
"Nanti kalau udah selesai, langsung Michie jemput. Gimana?" tawar Michie.
Michie pun langsung pergi bersama dengan Reihan untuk menuju ke kantor Rein.
"Make up nya benar-benar sangat profesional, Nona!" puji Supir yang benar-benar mengira jika Reihan adalah Rein.
"Ikut jaga rahasia ya pak!" pinta Michie.
"Pasti, Nona!" jawab supir tersebut sambil mengemudikan mobilnya.
☘️☘️☘️
Sesampainya di perusahaan, Michie sengaja memakaikan topi dan juga masker pada Reihan agar penyamarannya kali ini tidak menggegerkan seluruh karyawan.
Namun saat Reihan masuk ke dalam ruang kerja Rein dan duduk di hadapannya. Rein langsung melayangkan protesnya ke arah Michie.
"Sayang, siapa yang membuat Reihan benar-benar sangat mirip denganku?" tanya Rein sedikit tidak suka.
"Tentu saja MUA handal salon langganan sahabat aku!" jawab Michie.
"Bukannya bagus jika Reihan terlihat sangat mirip denganmu?" tanya Michie balik.
"Tidak, Michie. Aku justru sangat takut melihatnya sangat mirip denganku!" balas Rein.
__ADS_1
"Kok malah takut?" tanya Michie sambil mendekat ke arah Rein.
"Kemarilah sebentar!" Rein menarik tangan Michie dan mengajaknya ke sebuah kamar khusus di ruangan Rein.
"Aku sangat takut jika kau justru lebih memandanginya dari pada memandangi ku, sayang!" ucap Rein sambil memeluk Michie dengan sangat erat.
"Aku sangat cemburu. Bahkan saat ini aku justru memiliki saingan untuk mendapatkan perhatianmu!"
Ucapan Rein barusan membuat Michie menghela nafasnya panjang.
"Jadi, kau lebih suka jika aku harus berbagi suami dari pada mengubah penampilan Reihan menjadi mirip denganmu?" tanya Michie.
"Bukan sayang, bukan seperti itu maksudnya!" sanggah Rein.
"Aku tidak akan berpaling darimu, sayang!" ucap Michie membuat Rein langsung seperti terbang melayang.
Dengan cepat Rein menarik tengkuk leher Michie dan memagut bibir istrinya yang saat ini sudah menjadi cadu untuk Rein.
Namun baru sebentar Rein memagutnya, Michie sudah mendorong tubuh Rein untuk memberi kode agar Rein menghentikannya.
"Waktunya sudah tidak lama lagi. Reihan harus benar-benar bergaya dan bersikap sepertimu, sayang!"
"Segera ajari dia, dan aku akan memesankan makan siang untuk kita!"
Michie yang akan meninggalkan kamar tersebut pun tangannya langsung ditarik oleh Rein.
"Biar aku yang meminta Arel untuk menyiapkan makan siang. Tunggu aku di sini, sayang. Aku tahu kau pasti sangat lelah bukan?" timpal Rein.
"Emmm, aku sudah menyiapkan pakaian ganti dan piyama di lemari. Kau bisa menggantinya dan beristirahat."
"Aku akan segera kembali setelah memberi pengarahan kepada Reihan!" ucap Rein yang langsung diangguki oleh Michie.
🍵🌹🍵
Like dan komentar kalian itu adalah semangat author buat terus update loh. Bab selanjutnya, author ma promosi novel baru yaaa
Yuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
__ADS_1
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.