Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Prewedding Season 1


__ADS_3

Sore harinya, Rein berkunjung ke Mansion Michie sepulang dari kantor untuk melihat keadaan calon istrinya itu.


Kebetulan saat itu Michie sedang melihat lihat rancangan busana pernikahan dari designer terkenal di ipadnya sambil duduk santai di tepi kolam renang.


"Hai Michie! Bagaimana keadaanmu?" tanya Rein yang datang dari belakang Michie dan langsung duduk di sampingnya.


"Sudah lebih baik Rein. Tadinya aku ingin mulai bekerja hari ini, sayangnya Mommy melarangku," tukas Michie tanpa memandang ke arah Rein dan tetap menscroll ipadnya.


"Aku punya designer terkenal dan hasil rancangannya sangat bagus. Bagaimana jika kita pergi ke sana sekalian fitting baju untuk pernikahan kita, Michie?" tanya Rein yang sedari tadi melihat Michie terus memainkan ipadnya.


Michie pun kali ini meletakkan ipadnya sambil menaikkan kaki kanannya dan meletakkan di atas kaki kirinya.


"Ada yang ingin aku bicarakan serius dengan mu, Rein." Michie menghela nafasnya panjang.


"Aku tidak tahu apa motif dan tujuanmu menikahi ku, Rein. Tapi mengenal keluarga besarmu membuat aku sangat nyaman," tukas Michie sambil melipat tangannya di depan dada.


Tak lama kemudian asisten rumah tangga Michie membawakan minuman dan juga kudapan untuk Rein dan kemudian berbalik masuk lagi ke dalam.


"Aku setuju untuk menikah denganmu bukanlah untuk membina rumah tangga dan bukan juga karena aku mencintaimu. Aku hanya ingin menjadi salah satu orang yang mendapatkan kehangatan yang tercipta di dalam keluargamu."


"Aku menyayangi Oma, Granny dan juga Tante Yuri. Bersama dengan mereka membuatku seperti hidup kembali," tukas Michie membuat Rein hanya mengangguk dalam diam.


'Jika memang Michie sudah nyaman dengan keluarga besarku, aku yakin dengan cepat aku bisa menaklukkan hatinya yang sudah tenggelam di dasar trauma yang paling dalam. Terlebih saat mendengar cerita Tante Lili tadi saat Fredy datang ke Mansion bersama kedua orang tuanya dan membuat Michie kembali mengingat apa yang terjadi 20 tahun yang lalu,' gumam Rein dalam hati.


"Lalu, apa kau ingin mempercepat hari pernikahan kita?" tanya Rein membuat Michie mengernyitkan dahinya.


"Tidak masalah jika itu memang tidak merepotkan," jawab Michie membuat hati Rein langsung bersorak gembira.


Saking gembiranya, Rein sampai tidak sadar jika tangannya tiba-tiba memegang tangan Michie. "Kalau begitu mulai besok kita akan mulai mempersiapkan foto prewedding, bagaimana?" tanya Rein dengan mata yang berbinar.


Sayangnya Michie langsung melepaskan tangan Rein dan sedikit menggeser tubuhnya menjauh dari Rein. "Kau tidak perlu bersikap mesra jika hanya berdua denganku, Rein. Karena di mataku semua pria sama saja."


Deg!


Ucapan Michie kali ini membuat Rein terhenyak.


"Kau tahu kan, Oma dan Granny menginginkan segera memiliki cicit karena aku adalah satu-satunya cucu mereka. Sedangkan pernikahan kita tidak di dasari dengan cinta." tukas Rein yang mulai membahas masalah yang lebih intim lagi.


"Tidak masalah, aku akan memberikan mereka cicit sebagai timbal balik karena mereka telah memberikan keluarga yang hangat untukku," balas Michie membuat Rein semakin terkejut.

__ADS_1


"Sempurna, kalau begitu aku akan mengikuti semua permainan yang kau mulai, Michie!" batin Rein dengan senyum tipisnya.


☘️☘️☘️


Keesokan harinya, Rein datang menjemput Michie untuk mengambil foto prewedding mereka. Michie menginginkan foto prewedding dengan suasana sunrise di pantai membuat Rein harus menjemputnya sebelum fajar tiba.


Kini mereka sudah berada di tepi pantai. Michie juga sudah mengenakan gaunnya dan membuatnya tampak sangat cantik di mata Rein.


Kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh Rein yang langsung memberi kode kepada fotografernya agar segera mengarahkan pose mereka.


"Okey, sekarang Rein bisa lebih dekat dengan Michie. Dan tangannya bisa dilingkarkan di pinggang Michie!" ucap Dira, fotografer handal yang juga suami dari Rima sahabat Rein.


Dengan sigap Rein pun langsung mengikuti arahan Dira dan membuat Michie langsung berada di dalam pelukannya.


Nafas Michie seketika terdengar begitu menderu saat posisinya sudah tidak berjarak dari Rein, terlebih saat Rein mengarahkan tangannya untuk melingkar di leher Rein.


Michie terpaksa menelan ludahnya kasar dan mulai menyadari ketampanan seorang Reinhard yang ia lihat dalam jarak yang sangat dekat.


"Kali ini aku benar benar mengakui kehebatan aktingmu, Michie," tukas Rein yang melihat wajah Michie mulai merona saat ia terus memandangi netra nya secara intens.


"Sangat natural dan membuatmu tampak seperti bidadari," bisik Rein yang tubuhnya langsung di dorong oleh Michie.


"Pose itu adalah yang terbaik, Nona Michie. Mohon kerja samanya karena sunrise sudah mulai terlihat. Jika terlambat sedikit saja, maka kami tidak bisa mendapatkan hasil yang sempurna dan pemotretan ini bisa diulang keesokan harinya," jelas Dira membuat Michie mendengus kesal.


Dengan kesal pun Michie kembali lagi ke arah Rein dan mengikis jarak mereka berdua. Kali ini mereka di arahkan untuk sama sama memandang ke arah pantai dan Rein memeluk dari belakang.


'Bagus Dira! Aku akan membayar mahal untuk pemotretan kali ini!' batin Rein bersorak gembira seperti sedang memenangkan lotre.


Rein pun langsung memeluk Michie dengan sangat lembut dan kali ini membuat Michie sedikit meremang.


"Rein, apa tidak bisa dikendurkan sedikit?" pinta Michie yang mulai tidak karuan.


"Hanya sebentar Michie, waktu kita tidak banyak," bisik Rein membuat Michie harus kembali mengatur nafasnya yang sudah mulai tidak beraturan.


Setelah beberapa pose terlewati, kini sunrise yang hampir naik dengan sempurna dimanfaatkan oleh Dira untuk kembali mendekatkan jarak mereka dan terlihat seperti akan berciuman.


"Memangnya harus berciuman seperti itu?!" protes Michie lagi yang sudah mulai jengah harus terus berdekatan dengan Rein.


"Ini tidak perlu berciuman Michie, hanya seperti sedang berciuman," jelas Rein yang mulai mendekatkan tubuhnya ke tubuh Michie untuk ke sekian kalinya.

__ADS_1


"Tutup saja matamu dan percayalah denganku, Michie!" titah Rein dan Michie langsung memejamkan matanya.


Rein pun mulai mendekatkan bibirnya dan Dira segera mengambil gambar mereka sebanyak mungkin.


"Sempurna!" teriak Dira membuat Michie langsung membuka matanya.


Betapa terkejutnya Michie saat melihat Rein yang masih tetap pada posisinya yang hampir saja mencium bibirnya.


'Tampan!' batin Michie yang diam-diam memperhatikan wajah Rein yang sedang memejamkan matanya itu.


Perlahan Rein membuka matanya dan menyunggingkan senyumnya saat mendapati Michie yang sedang terpaku memandangi nya.


"Apa aku terlihat tampan di matamu, Michie?" tanya Rein yang seketika membuyarkan lamunan Michie.


"Ck, mana ada? Aku lapar Rein." ucap Michie sambil berbalik meninggalkan Rein.


"Mau sarapan apa?" tanya Rein yang langsung mengikuti langkah Michie.


"Aku ingin makan seafood." balas Michie lagi.


Akhirnya setelah mengganti pakaian mereka, Rein mengajak Michie ke restoran seafood, sedangkan kru pemotretan saay ini menunggu di villa karena pemotretan akn dilanjutkan menjelang sunset.


☘️☘️☘️


Hari ini cukup sampai di sini dulu yaa.


Yuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺

__ADS_1


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.


__ADS_2