
Sore harinya, Michie yang baru saja selesai mandi dan mengeringkan rambutnya tiba-tiba dikejutkan oleh Rein yang memeluknya dari belakang.
“Sayang!” pekik Michie terkejut dan langsung meletakkan hair dryernya. “Kau membuatku terkejut!” lanjutnya lagi.
Rein pun langsung mencium pipi istrinya dengan mesra, “Kau tahu sayang, hasil penjualan kita akhir-akhir ini benar-benar naik pesat. Dan hari ini perusahaan yang ada di Ausie juga telah menandatangani kerja samanya dengan kita!” ucap Rein dengan raut wajah yang sangat gembira.
“Congratulations, Honey!” balas Michie yang langsung mendaratkan bibirnya di bibir Rein.
Kali ini gantian Rein yang terkejut dengan serangan istrinya. Meskipun begitu, Rein tetap saja membalas pagutan Michie yang semakin lama semakin menuntut.
“Bibirmu semakin lama semakin manis saja, istriku sayang!” ucap Rein sambil mengusap bibir istrinya.
Michie hanya tersenyum sambil melingkarkan tangannya di leher Rein, “Aku punya sesuatu yang akan membuatmu lebih senang dan bahagia, sayang!” balas Michie.
Rein pun langsung menggendong tubuh istrinya ala koala dan membawanya ke atas tempat tidur Michie. Kini keduanya saling berdampingan di atas tempat tidur. Tangan Rein pun mulai memainkan rambut Michie yang sudah mulai mengering.
“Kau tahu sayang, memilikimu saja sudah membuatku merasa sangat senang dan bahagia!” ucap Rein.
“Oh yaa?” tanya Michie dengan nada yang sedikit tidak percaya.
“Tentu saja. Tidak ada hal lain yang membuatku lebih bahagia dari memilikimu!” balas Rein yang mulai mengabsen leher Michie dengan meninggalkan jejas kepemilikannya di sana.
Namun Michie langsung mendorong tubuh Rein untuk tidak melanjutkan lagi aksinya.
“Sayaang!” panggil Michie dengan sedikit manja.
“Listen me, please!” pinta Michie.
“Aku akan mendengarkanmu setelah ini yaa!” balas Rein yang tangannya mulai nakal memainkan titik sensitif Michie yang ada di d4d4 istrinya.
“Tapi, sayang...”
“Aku sudah sangat haus sayang!” bisik Rein yang mulai membuka kancing blouse istrinya.
__ADS_1
“Emmhh, tapi...”
“Sssttt!” Rein meletakkan telunjuknya di depan bibirnya dan meminta Michie untuk tidak melayangkan protesnya.
Namun saat hendak melepaskan blouse istrinya, tangannya tidak sengaja menyentuh sesuatu yang tersimpan di saku blouse Michie. Rein pun langsung mengambil benda tersebut dan matanya langsung terbelalak sempurna.
“Apa ini milikmu?” tanya Rein saat memegang hasil test pack Michie.
Rein paham betul jika test pack yang kini ia pegang menunjukkan tanda positif.
“Iyaa sayang, That’s mine!” jawab Michie sambil tersenyum.
“You’ll be a Papa!” lanjut Michie lagi membuat mata Rein langsung berkaca-kaca.
“Buah hatiku sudah ada di sini?” tanya Rein yang langsung mengusap perut istrinya yang masih terlihat rata.
Lagi-lagi Michie pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Apa karena ini Mom Lili mengadakan jamuan makan malam di sini?” tanya Rein.
“Yap, tepat sekali!” jawab Michie.
Rein pun langsung memeluk Michie dengan sangat erat. Kini ia sudah tidak mengingat tentang keinginannya yang tadi. Yang ada hanya rasa bahagia yang semakin berlipat-lipat.
Akhirnya mereka berdua pun tidak jadi melanjutkan permainan mereka karena Rein terus saja mengusap perut istrinya.
“Aku benar-benar sangat bahagia, Michie sayang. Dan ini benar-benar tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi.” ucap Rein.
“Aku juga sama, sayang. Akhirnya aku bisa membawa kebahagiaan di keluarga kita. Aku tidak sabar memberi kabar baik ini kepada Oma, Granny dan juga yang lainnya.”
“Sepertinya kali ini aku harus lebih bersabar untuk tidak menjenguknya dulu sampai aku benar-benar pastikan kandunganmu kuat, sayang!” ucap Rein.
“Bersiaplah untuk menyambut kedatangan Oma dan yang lainnya, Michie sayang. Aku harus segera ke kamar mandi untuk melepaskan hasr4tku!”
__ADS_1
Rein pun bergegas turun dari tempat tidur istrinya, namun tangan Rein langsung ditahan oleh Michie dan menahannya agar tidak pergi.
“Kenapa tidak dilepaskan di sini saja bersamaku?” tawar Michie membuat Rein langsung menelan ludahnya kasar.
“Tapi, aku takut sayang!” balas Rein yang kini dirundung dilema antara ingin dan tidak tega.
Michie pun memiringkan tubuhnya sambil menyangga kepalanya dengan tangan kanannya.
“Tapi bagaimana jika aku menginginkannya?” tanya Michie dengan pose yang benar-benar sangat menggoda Rein. Terlebih kancing blouse Michie sudah terlepas semuanya.
Rein pun menghela nafasnya panjang sambil mengusap wajahnya kasar. Michie benar-benar tampak sangat menggoda di matanya saat ini. Namun setelah mengetahui kabar kehamilan istrinya, Rein benar-benar tidak tega jika harus melepaskan hasr4tnya dengan Michie sebelum ia memeriksakan kandungan istrinya ke dokter.
Berbeda dengan Michie yang entah kenapa justru merasakan 9airahnya begitu membara setelah mendapatkan sentuhan dari Rein.
“Aku akan melakukannya perlahan, sayang!” ucap Rein yang benar-benar sudah tidak bisa menahan gejolak hasr4tnya kali ini.
Tanpa aba-aba lagi, Rein pun kembali mengabsen setiap inci tubuh istrinya tanpa memberikan jeda sedikit pun mulai dari bibir, kemudian turun di leher dan singgah lama di tempat favoritnya yang ia anggap sebagai pelepas dahaganya.
Sedangkan Michie terus mengusap kepala Rein dengan suara yang memenuhi kamarnya.
Keduanya pun sama-sama lebur dalam permainan mereka yang Rein pimpin dengan sangat lembut, namun berhasil membuat istrinya mabuk kepayang. Sampai keduanya benar-benar tidak keluar dari kamar sampai keluarga Papa Finn tiba.
***
Berita kehamilan Michie benar-benar membuat semuanya sangat gembira. Michie pun langsung dilarang untuk pergi ke kantor, sampai akhirnya Michie harus mengerjakan semua pekerjaannya di rumah dengan penjagaan khusus dari Oma dan juga Granny.
Sembilan bulan kemudian, Michie pun melahirkan bayi yang sangat cantik dan diberi nama Briella Ashley Finn.
💕💕💕
Tamat 🙏🙏🙏
Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua yaaa. Jangan lupa mampir ke novel Author yang lainnya 🙏🙏😘😘😘
__ADS_1