Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Wedding Day


__ADS_3

Michie sudah mulai dirias sejak dini hari karena akad nikahnya akan dilaksanakan di Mansionnya sendiri sesuai dengan permintaan Michie.


Sedangkan pesta pernikahannya akan dihelat setelah akad di sebuah Taman Bunga yang ada di tengah kota karena Rein sendiri menginginkan suasana pesta kebun.


Keinginan Rein kali ini juga sudah disetujui oleh Michie yang memang menyukai keindahan alam yang menghadirkan harmoni pesta kebun dengan nuansa keindahan yang sempurna.


Rein dan seluruh keluarga besarnya kini sudah tiba di Mansion. Mata Rein terus saja menatap ke arah pintu kamar Michie yang sudah dirias sedemikian rupa layaknya kamar pengantin.


"Bagaimana pengantin pria, sudah siap?" tanya Pak Penghulu kepada Rein yang sudah duduk di depannya, namun matanya masih terus menatap ke arah pintu kamar Michie yang tidak kunjung terbuka.


"Tuan Reinhard Finn!" panggil pak penghulu membuyarkan lamunan Rein.


"Eh, iya pak. Ada apa?" tanya Rein yang langsung menatap ke penghulu.


"Wah, sepertinya anda sudah tidak sabar ya menantikan calon istrinya?" sindir Pak Penghulu membuat suasana Mansion Michie langsung riuh ramai.


"Kalo pengantin wanitanya udah keluar kan akadnya bisa langsung dimulai pak," balas Rein yang memang sudah tidak sabar melihat kecantikan Michie setelah seminggu tidak bertemu.


Lagi lagi keluarga besar Rein dan Michie tertawa mendengar celetuk an Rein yang apa adanya.


"Rein, jangan malu-maluin papa deh. Akad nikah dulu baru nanti Michie keluar dari kamarnya!" bisik Papa Finn yang kini duduk di samping putranya.


Akhirnya Rein pun langsung fokus untuk momentum penting dalam hidupnya yang hanya satu kali dalam seumur hidup. Sedangkan Michie pun mengikuti prosesi pernikahan tersebut dari TV yang ada di dalam kamarnya.


Michie berusaha setenang mungkin menyaksikan Rein yang mengucapkan janji sucinya di depan wali nikahnya. Namun tangannya tampak terus menggenggam tangan Mom Lili dan juga kedua sahabatnya.


"Baiklah Tuan Reinhard Finn, sebelum kita mulai akad nikahnya. Saya akan bertanya beberapa hal kepada anda. Sudah siap?"


Dengan mantap Rein pun langsung menganggukkan kepalanya, "Siap pak!"


"Bisakah Anda mendukung cita-cita, keinginan dan mimpi pasangan Anda?"


Dengan mantap pun Rein menjawab, "Siap pak!"


"Bisakah Anda mempertahankan hubungan Anda? Menikah berarti Anda akan terus bersama dengan pasangan Anda dan itu akan berlangsung lama sekali. Bisakah Anda membayangkan menua bersama dan menghabiskan masa pensiun dengannya?"

__ADS_1


"Siap Pak!"


Beberapa pertanyaan yang diajukan kepada Rein dijawabnya dengan mantap tanpa ada keraguan sedikit pun. Setelah itu baru akad nikah dimulai.


Prosesi akad nikah pun berjalan dengan sangat lancar dan hikmat. Setelah prosesi akad nikah juga langsung di tutup dengan doa pernikahan membuat Michie mulai menitikkan air matanya.


"Selamat ya sayang!" ucap Mom Lili yang langsung memeluk putri kesayangannya.


Michie merasakan hal yang berbeda saat Rein sudah mengucapkan akad nikahnya di depan wali nikah Michie yang tidak bisa dirangkai dengan kata-kata karena semua terasa bercampur aduk menjadi satu.


Kini tiba saatnya Michie harus keluar dari kamar pengantinnya dan bertemu dengan Rein yang saat ini sudah sah menjadi suaminya dan tentunya berhak penuh atas dirinya.


Semua mata tertuju pada pintu kamar Michie dan menantikan pintunya segera terbuka. Mulut Rein sedikit terbuka saat Michie mulai keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga.


"Mama tahu jika Michie sangat cantik, Rein. Tapi tolong kondisikan mulutmu! jangan sampai ngiler di suasana penting seperti ini!" bisik Mama Yuri dan Rein pun langsung mengkondisikan dirinya.


Detak jantung Rein kali ini makin bertalu talu saat Michie mulai mendekat ke arahnya. Kini Rein melangkahkan kakinya 2 langkah ke depan untuk menyambut Michie.


Tangan Rein pun langsung terulur memegang pipi Michie dan menatapnya secara intens.


Melihat Rein yang langsung memegang pipi Michie dan bukan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan istrinya terlebih dahulu pun memuat Papa Finn langsung menepuk jidatnya.


"Kamu mau ngapain Rein?" tanya Michie dengan nada yang sangat pelan.


"Cium istri aku lah, ngapain lagi?" jawab Rein membuat semua keluarga besar dan tamu undangan yang hadir langsung tertawa.


"Kalo habis akad nikah itu biasanya salaman dulu, Tuan Reinhard Finn!" celetuk Pak Penghulu menggunakan pengeras suara membuat Rein malu bukan kepalang.


Michie yang tadinya berdebar-debar pun turut tertawa mendapati Rein yang kali ini begitu lucu di matanya. Bahkan sikap Rein kali ini justru membuat Michie sedikit merasa santai.


"Yaah, maklum pak. Di pingit nya kelamaan!" timpal Rein sambil mengulurkan tangannya ke arah Michie.


Michie pun langsung menyambut uluran tangan Rein dan mencium punggung tangannya. Setelah itu keduanya pun sama sama canggung.


"Nah, sekarang kalo mau cium istrinya baru boleh!" tukas Papa Finn dan lagi-lagi membuat kedua nenek Rein tertawa terpingkal-pingkal.

__ADS_1


"Emmm, ciumnya nanti aja deh. Biar pada penasaran!" timpal Rein menutupi rasa malunya membuat semua yang hadir langsung kecewa.


Setelah mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, para tamu undangan khusus pagi ini pun langsung menikmati hidangan di taman. Begitu juga dengan Rein dan juga Michie yang kini sudah berubah status.


"Aku suapin yaa..." tawar Rein yang langsung mengarahkan sendoknya ke mulut Michie.


Michie pun langsung menggelengkan kepalanya, "Gak usah, Rein!" balas Michie pelan karena sedari tadi mereka tidak luput dari pandangan keluarga besar mereka.


"Sekali aja!" desak Rein dan mau tidak mau Michie pun membuka mulutnya.


"Aku akan sering-sering memanjakan istriku seperti ini!" tukas Rein membuat semburat merah di pipi Michie mulai terlihat.


Namun, cepat-cepat Michie menguasai dirinya agar tidak terbawa perasaan.


"Sayangnya aku tidak percaya dengan semua kata-kata gombalmu, Rein!" balas Michie sambil menyendokkan nasi di piringnya sendiri.


"Ada beberapa hal yang ingin aku bahas denganmu sebelum kita ke tempat acara pernikahan kita, Rein!" tukas Michie lagi membuat Rein mulai menebak-nebak arah pembicaraan Michie.


Rein hanya mengangguk sambil terus memandangi wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya.


'Aku fikir aku sudah menjadi pemenang karena sudah sah menjadi suami seorang Michelle Aubrey. Tapi ternyata semuanya tidak seperti apa yang ku bayangkan sebelumnya.'


'Michie justru tampak semakin dingin dan menjaga jarak denganku. Padahal sebelumnya tidak seperti ini.'


'Apa yang sebenarnya terjadi dengan Michie?' gumam Rein dalam hati yang melihat perubahan sikap Michie terhadapnya.


"Michie, aku ke belakang dulu ya," tukas Rein saat melihat Mom Lili masuk ke dalam Mansion bersama kedua sahabat Michie.


"Okey," jawab Michie singkat.


Rein pun langsung meletakkan sendoknya di atas piring dan segera menemui Mom Lili untuk menanyakan apa yang sudah terjadi pada Michie dalam satu minggu ini.


☘️☘️☘️


Kira-kira apa yang akan Rein lakukan setelah nikah dengan Michie?

__ADS_1


Terima kasih untuk kalian yang sudah berkenan mampir di karya receh Author.


Mohon dukungannya ya biar Author makin semangat berkarya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, comment, gift, vote, and Don't forget to subscribe.


__ADS_2