
"Siapa yang mengizinkanmu pergi, Michie?" tanya Rein dengan tatapan nya yang begitu menusuk ke arah Michie.
Michie terdiam sambil menggelengkan kepalanya.
"Siapa yang memperbolehkanmu pergi menjenguk Risa?"
Lagi-lagi Michie menggelengkan kepalanya dan membuat Rein semakin geram.
"Apa kau tidak bisa menunggu cerita dariku, sampai kau harus kembali ke rumah sakit dan bertanya kepada Rima?" tanya Rein lagi dan kali ini Michie langsung menundukkan kepalanya.
"Maafkan aku, Rein!" ucap Michie dan Rein langsung memeluk istrinya dengan sangat erat.
"Aku mengkhawatirkanmu, sayang. Lain kali, jangan ulangi lagi!" pinta Rein yang langsung dijawab Michie dengan anggukan kepala.
"Kali ini aku harus menghukummu, sayang!"
Rein melepaskan pelukannya dan langsung memegang dagu Michie. Tanpa aba-aba, Rein langsung mendaratkan bibirnya di bibir Michie dan memagutnya dengan sangat lembut.
Lama kelamaan kelembutan Rein pun mulai berubah menjadi lebih agresif. Terlebih saat Michie tidak kunjung membuka bibirnya dan membalas pagutannya.
Suasana yang panas di tangga darurat ditambah dengan panasnya ciuman mereka membuat blouse yang dikenakan Michie mulai basah dengan keringatnya.
Rein pun melepaskan pagutannya dan berbisik di telinga Michie, "Kita lanjutkan di Mansion, Michie!"
Michie hanya terdiam sambil membuang mukanya yang sudah memerah akibat permainan Rein tadi. Keduanya pun segera menuju lift dan kembali ke Mansion.
Sepanjang perjalanan, Michie terus saja memikirkan tentang segunung masalah yang langsung datang serempak setelah pernikahannya.
Bukan hanya itu, Michie juga bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang bagaimana perasaannya terhadap Rein saat ini.
'Kenapa aku semakin menikmati kedekatan ku dengan Rein? Bahkan bibirnya mulai membuat ku merasa kecanduan!' batin Michie sambil mengusap bibirnya pelan.
"Sabar ya sayang. Nanti sampai Mansion aku lanjutin lagi!" ucap Rein sambil mengedipkan matanya nakal ke arah Michie.
"Ck, apaan sih!"
"Jangan ngaco deh!" gerutu Michie.
"Siapa yang ngaco sih? Orang aku cuma mau kasih servis istri aku yang lagi datang bulan kok di bibirnya. Buktinya kamu ketagihan kan?" goda Rein membuat Michie membuatkan matanya.
"Rein!" pekik Michie membuat Rein hanya tertawa geli.
'Ck, ngeselin banget sih Rein ini! untung aja dia percaya kalo aku lagi datang bulan. Kalo gak, haduuuuuh... Gak kebayang deh pokoknya!' gumam Michie dalam hati.
☘️☘️☘️
Sesampainya di Mansion, Rein langsung mengajak Michie masuk ke dalam kamar untuk membicarakan apa saja yang Michie lakukan di Rumah Sakit.
__ADS_1
Rein langsung mengajak Michie duduk di sofa kamar dan mulai bertanya kepada Michie.
"Apa kau menanyakan pembicaraanku dengan Rima saat di rumah sakit tadi?"
"Yap!" jawab Michie sambil menganggukkan kepalanya.
Rein menghela nafasnya panjang karena ia sudah menduga sebelumnya. Terlebih kali ini ia terlambat menyusul Michie ke ruah sakit.
"Harusnya kau tidak perlu mengetahui masalah ini, Michie!" Ucap Rein membuat Michie langsung mengerutkan dahinya.
"Kenapa?!"
"Apa karena kau akan menikahi Risa secara diam-diam di belakangku seperti Eden Hag?!" tanya Michie.
"Bukan seperti itu maksudku. Aku sama sekali tidak mau menikahi Risa. Kau harus tau itu Michie!"
"Aku tetap akan bercerita denganmu, sayang. Aku hanya memintamu untuk menunggu ku sebentar karena aku harus menemui Belva terlebih dahulu." jelas Rein sambil menggenggam tangan Michie.
"Mau sekarang atau nanti, sama saja bukan? Aku akan tetap mengetahuinya. Lalu apa yang menjadi masalah sekarang?" tanya Michie kemudian.
"Masalahnya adalah aku sama sekali tidak terima dengan keputusanmu secara sepihak," balas Rein yang mendapatkan rekaman suara Michie dimana ia rela berbagi suami dengan Risa dari dokter Rima.
"Rein, aku hanya tidak mau ada satu nyawa yang melayang hanya karena pernikahan kita!" jelas Michie membela diri.
"Memangnya kamu tidak berfikir berapa banyak orang yang akan tersakiti dan kecewa jika aku benar-benar menikahi Risa!"
"Bagaimana shocknya Granny dan Oma jika mengetahui hal ini?"
"Sudah bisa dipastikan akan banyak orang yang merasa Kecewa dengan kita, terlebih keluarga besarku."
"Apa kamu juga tidak berfikir bagaimana reputasi perusahaanku jika nantinya aku benar-benar menikahi wanita yang sama sekali tidak aku cinta dan bahkan sangat jauh dibandingkan istriku sendiri?"
"Apa kamu juga tidak memikirkan bagaimana dengan perasaanmu sendiri, Michie?!"
Pertanyaan beruntun dari Rein membuat Michie hanya mampu terdiam.
"Tolong jawab aku, Michie!" pinta Rein.
"Okey, aku minta maaf Rein. Aku memang tidak terpikirkan dengan semua itu. Bahkan aku sendiri belum memastikan bagaimana perasaanku terhadapmu, Rein!"
Deg!
Rein langsung memijit kepalanya yang mulai terasa sedikit sakit.
"Kalau begitu, jangan pernah memutuskan sesuatu hal apapun jika kamu sendiri belum memastikan bagaimana perasaanmu denganku, Michie!" ucap Rein sambil keluar dari kamarnya dan meninggalkan Michie sendirian di kamar.
"Oh My God! Bagaimana bisa aku justru tidak memikirkan perasaan Oma, Granny dan juga yang lainnya?!" gumam Michie sambil mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
Tak lama kemudian Rein datang dengan membawa berkas dari kantor polisi dan juga Belva sebagai pengacara nya.
"Aku lebih baik dipenjara atau membayar dengan uang dari pada harus menikahi Risa!" ucap Rein sambil memperlihatkan surat panggilan pemeriksaan polisi.
"Itu tidak mungkin, Rein!" sanggah Michie.
"Tindakanmu juga akan membuat semua orang terdekat merasa sedih bukan? Dan aku juga tidak rela jika kau harus masuk ke dalam bui karena masalah yang bukan sepenuhnya menjadi kesalahanmu!"
"Kenapa?" tanya Rein lagi sambil mengikis jaraknya dengan Michie yang masih duduk di sofa.
"Apa karena kamu memang sudah mencintaiku, Michie? Hanya saja kau masih malu untuk mengakuinya bukan?" tanya Rein membuat jantung Michie seolah berhenti berdetak.
"Aku tidak mungkin jatuh cinta secepat itu denganmu, Rein!" balas Michie sambil menggelengkan kepalanya.
"Oh, yaa?" tanya Rein dengan nada yang tidak percaya dan semakin mengikis jaraknya dengan Michie.
"Sayangnya aku sudah lama jatuh cinta dengan wanita yang ternyata tidak mencintaiku namun selalu membalas ciuman ku!" balas Rein yang langsung mendaratkan ciumannya ke bibir Michie.
Kali ini Rein tidak hanya memagut bibir Michie, melainkan tangannya mulai berani mengabsen leher Michie dan menyusuri nya perlahan sampai terhenti tepat di dada Michie.
Nafas Michie tercekat sambil mengimbangi pagutan Rein yang semakin agresif. Tangan Michie ingin sekali menepis tangan Rein dari dadanya. Namun entah kenapa tangannya serasa begitu kaku.
Rein melepaskan ciumannya di bibir Michie dan mulai berpindah ke leher istrinya dan meninggalkan jejak kepemilikan di sana.
"Emmmh, Rein! Stop!" pinta Michie sambil mendorong tubuh Rein karena nafasnya mulai terengah-engah saat ia merasakan ada gelenyar aneh pada tubuhnya.
"Bukankah tadi kau memintaku agar cepat pulang hanya untuk permainan kita di kamar sebagai pengantin baru, Michie?" tanya Rein membuat Michie semakin panas dingin.
"Okey, kali ini kita sudahi permainan kita dan kembali membahas masalah yang tadi Rein!" pinta Michie yang benar-benar sudah tidak karuan menghadapi Rein.
☘️☘️☘️
Yuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.
__ADS_1