
"Tidak akan ada pembahasan tentang hal gila yang sudah kau putuskan, Michie! Karena aku sendiri yang akan mengubah semua keputusanmu itu!"
"Sampai kapan pun, aku tidak mau menikahi Risa meski kau memohon beribu kali padaku!" tegas Rein.
"Bagaimana dengan pernikahan kontrak?" tanya Michie mengajukan penawaran.
"Tidak!"
"Pernikahan Siri?"
"Tidak akan pernah ada Michie!"
"Oke, bagaimana jika malam ini kau mengambil hakmu sebagai suamiku?" tawar Michie lagi yang kini mulai memberanikan dirinya duduk di pangkuan Rein sambil mengalungkan tangannya di leher Rein.
Rein langsung mengerutkan dahinya, "Bukannya kau sedang datang bulan, Michie?" tanya Rein menyelidik.
'Yah, aku lupa jika sedang berbohong! Aduuuh, be9o banget sih!' gerutu Michie dalam hati merutuki dirinya sendiri.
"Apa jangan-jangan kau sedang berbohong?" tanya Rein lagi dan Michie cepat cepat menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja tidak!" sanggah Michie.
"Emmm, di sini!" Michie menunjukkan ke arah bibirnya.
Rein justru terkekeh melihat rayuan istrinya yang tidak masuk akal. Namun Rein justru semakin menantang keberanian Michie kali ini.
"Aku memang memiliki hak penuh atas dirimu Michie!"
"Bukan hanya di sini!" Rein mulai mengusap bibir istrinya.
"Bahkan juga di sini!" tangan Rein mulai turun mengusap leher Michie dan kembali meninggalkan jejak kemerahan di sana.
Deru nafas Michie pun semakin membuat Rein ingin menggodanya.
"Dan juga di sini!" tangan Rein semakin berani m3r3mas dada Michie membuat istrinya mengeluarkan l3nguhannya pelan.
"Sayangnya aku akan tetap menuntut hakku dan menolak keputusanmu yang ingin berbagi suami!" ucap Rein yang kemudian menurunkan Michie dari pangkuannya.
"Hari ini kau akan aku kurung di kamar dan jangan pergi kemana-mana!"
"Aku akan segera kembali!"
Rein pun mengambil Jaket nya dan keluar dari kamar nya.
Michie langsung menyandarkan dirinya di sofa sambil mengatur kembali detak jantungnya yang sedari tadi tidak menentu.
"Haish, sepertinya aku benar-benar sudah gila membiarkan tangan Rein menjamahku begitu saja!" gerutu Michie kesal.
"Tapi aku benar-benar menikmatinya. Oh My God. Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku?"
"Apa benar aku sudah jatuh cinta pada Rein?" tanya Michie bermonolog.
"Rein memang berbeda dengan Eden Hag. Bahkan jauh berbeda." gumam Michie sambil terus mengingat kelembutan Rein padanya.
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel Michie berdering membuyarkan lamunan nya dan Michie pun langsung menerima panggilan yang masuk di ponselnya.
"Iya dokter Rima, ada apa?"
"..."
"Rein memang menolak untuk saat ini. Aku mohon jangan ajukan tuntutan untuk Rein ke pengadilan. Beri aku waktu dalam dua minggu untuk membujuk Rein dan mempersiapkan pernikahan keduanya."
"..."
"Oke, satu minggu!"
"..."
Panggilan pun terputus dan Michie langsung mengusap wajahnya kasar.
"Ck, Dokter Rima benar-benar akan menuntut Rein ke pengadilan. Dan aku harus berfikir keras untuk terus membujuk Rein." gumam Michie sambil mondar mandir di kamarnya.
Tiba-tiba saja pintu kamar Rein terbuka dan tampak kedua nenek Rein masuk ke dalam kamar.
"Masalah apa yang sedang kalian berdua hadapi, sayang?" tanya Oma.
"Granny lihat sepulang dari rumah sakit, kalian berdua sedang menyembunyikan masalah besar. Apa bisa kau ceritakan dengan kami berdua?" timpal Granny membuat Michie langsung tersenyum.
"Bukan masalah yang serius Oma, granny, ini hanya masalah kecelakaan kemarin."
"Sebentar lagi pasti selesai karena Rein sudah menyewa pengacara handal," jelas Michie yang tidak ingin membuat kedua nenek Rein terbebani.
"Syukurlah jika memang begitu. Lalu bagaimana sekarang dengan keadaan Risa?" tanya Oma.
"Ya sudah jika memang tidak ada masalah. Kita turun ke bawah yuk. Oma sudah masakan sup hangat untukmu."
"Granny juga sudah membuatkan minuman kesehatan untuk pengantin baru. Ayo kita turun."
Michie pun langsung mengikuti kedua nenek Rein untuk makan siang. Saat mereka bertiga sedang menuruni anak tangga, tiba-tiba ada seorang pedagang sayur keliling yang sedang duduk di ruang tamu sambil memegang 2 botol jamu.
"Oh, Reihan sudah datang ya!" sapa Oma.
"Sudah dibuat jamu kuatnya?" tanya Oma lagi sambil menurun anak tangga.
"Sudah Nyonya!" jawab Reihan yang langsung berdiri dan membungkukkan badannya.
"Sayangnya menantuku sedang datang bulan hari ini. Jamu ini awet sampai berapa lama?" tanya Granny sambil memegang botol jamu buatan Reihan.
"Bisa awek satu bulan jika disimpan di dalam kulkas Nyonya." jawab Reihan.
Setelah Oma membayar jamu pesanannya, Reihan pun undur diri.
"Anak muda itu gigih sekali. Namanya Reihan, masih lajang dan jamu buatannya sangat enak," ucap Oma yang membicarakan sedikit tentang Reihan, tukang jamu langganannya kepada Michie.
"Benar, jamunya sangat enak." timpal Granny.
"Bujang hitam manis itu sangat pintar membuat jamu. Nah ini adalah jamu untuk kamu dan Rein. Karena Michie sedang datang bulan, jadi minum jamnya nanti saja setelah datang bulannya selesai." jelas Granny sambil menyerahkan botol jamunya kepada MIchie.
__ADS_1
"Memangnya ini jamu apaan sih?" tanya Michie sambil melihat ke arah botol jamu yang ada di tangannya.
"Itu jamu memang khusus untuk pengantin, Michie sayang. Nanti setelah datang bulan, jamunya diminum yaa!" pesan Oma dan Michie pun mengangguk setuju.
Michie pun langsung menuju ke kulkas dan menyimpan jamunya. Setelah itu ia pun bergabung di meja makan bersama Granny dan Oma karena yang lainnya sedang tidak ada di Mansion.
☘️☘️☘️
Malam ini, Rein belum juga memperlihatkan dirinya di depan Michie. Hal ini membuat Michie sedikit gusar. Terlebih sedari tadi ia tidak bisa melakukan panggilan dengan Rein.
"Michie, apa suamimu belum pulang?" tanya Oma.
Michie menggelengkan kepalanya sambil menyendokkan nasi ke piringnya.
"Michie hubungi dari tadi ponselnya tidak aktif Oma, padahal tadi sebelum pergi dia bilang hanya sebentar," jawab Michie.
"Finn, Apa Rein pergi ke kantor?" tanya Oma lagi dan Papa Finn pun langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak Ma!" jawab Papa Finn.
Tak lama kemudian Rein pun datang dan langsung bergabung di ruang makan.
"Maaf membuat kalian semua mencariku!" ucap Rein yang langsung mengecup kening Michie.
"Aku baru saja memenuhi panggilan dari polisi!" jelas Rein.
Michie pun langsung menyiapkan piring untuk Rein dan mengambilkan makanan untuknya.
"Bagaimana hasil pemeriksaan polisi hari ini?" tanya Mama Yuri.
"Yah, seperti biasa lah Ma. Ribet, makanya sampe jam segini baru pulang."
"Tapi jangan khawatir, masalah ini masih bisa teratasi," jelas Rein membuat semuanya bernafas lega kecuali Michie.
'Apa gugatan dokter Rima sudah sampai ke kantor polisi?' gumam Michie dalam hati.
'Ternyata dia memang tidak main-main. Ck, Aku harus bergerak cepat jika seperti ini!'
Setelah makan, Michie lebih dulu ke kamar dengan alasan menyiapkan air mandi Rein. Sedangkan Rein pun langsung menyusul istrinya karena tubuhnya sudah sangat lengket dan ingin segera berendam.
☘️☘️☘️
Yuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
__ADS_1
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.