Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Sarapan Pagi


__ADS_3

Keesokan paginya, Michie membuka matanya lebih dulu dari Rein. Bibirnya langsung menyunggingkan senyumannya melihat suaminya yang masih terlelap di sampingnya.


Rein memang sangat tampan di mata Michie. Meski sebelumnya Michie pernah trauma dengan laki-laki yang kini menjadi suaminya karena kesalahan yang ia buat di malam reuni. Tapi ternyata tidak pernah ada apapun yang terjadi antara mereka berdua.


Bahkan ternyata setelah kepergiannya 5 tahun yang lalu, Rein terus mencarinya sampai bertemu dengan Mom Lili dan membantu ekonomi Mommynya yang sedang kolaps.


Perlahan Michie memainkan telunjuknya mengabsen wajah Rein yang masih memejamkan matanya. Mulai dari keningnya, pelipis Rein dan turun ke pipi. Kini ibu jari Michie pun bergerak mengusap bibir Rein yang kini selalu mendarat di bibirnya tanpa permisi.


Gerakan jemari Michie ternyata membuat Rein terbangun. Rein pun langsung melingkarkan tangannya di tubuh Michie yang masih polos di dalam selimut dan mendekapnya dengan erat sampai tubuh mereka saling bersentuhan.


“Rein!” pekik Michie yang sedikit terkejut.


“Ada apa sayang?” tanya Rein yang sudah menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Michie dan membuat Michie meremang.


“Emmh, aku harus segera mandi dan bersiap ke kantor, sayang!” jawab Michie sambil mencoba mendorong tubuh Rein agar menjauh darinya.


Sayangnya usaha Michie sia-sia karena Rein sudah mulai membuat sengatan hebat di aliran darahnya dengan kembali melukis tubuh Michie dengan bibirnya.


“Kantornya akan aku tutup untukmu karena hari ini aku masih ingin meluahkan rinduku denganmu, sayang!” ucap Rein sambil terus meninggalkan jejak kepemilikannya di tubuh Michie.


“Emmh, tapi sayang...”


“A-aku sudah membuat janji dengan seseorang untuk meeting hari ini!” balas Michie lagi sambil menahan suara d3s4h4nnya.


“Aku akan menghubungi Arel untuk memundurkan jadwalnya!” balas Rein yang kini sudah bermain di puncak sensitif milik Michie.

__ADS_1


Michie pun kini tidak bisa lagi mengelak dari permainan Rein karena entah kenapa ia juga menginginkan permainan itu. Akhirnya keduanya pun larut dalam permainan pagi mereka yang tentunya lebih p4n4s dari tadi malam.


Satu kali permainan tidak membuat Rein cukup dan meminta lagi kepada Michie untuk yang kedua kalinya. Michie pun kembali menuruti permintaan Rein kali ini. Justru ia yang memimpin untuk yang kedua kalinya hingga pelepasan mereka berdua pun akhirnya terjadi.


“Enough sayang!” pinta Michie yang benar-benar sudah tidak berdaya.


 “Thanks baby, kamu semakin membuatku jatuh cinta dan tidak akan pernah melepaskanmu!” ucap Rein sambil mengecup kening Michie.


Michie pun tersenyum dan menyembunyikan wajahnya di balik selimut. “Aku lelah dan ingin memejamkan mataku sebentar saja,” ucap Michie saat tangan Rein mulai nakal lagi.


“Oke, oke! Istirahatlah sayang! Aku akan menyiapkan sarapan untukmu!” balas Rein yang langsung menghubungi asisten rumah tangganya untuk menyiapkan sarapan untuk mereka.


Sedangkan di ruang tamu mansion, Granny dan Oma sama-sama bercerita dengan raut yang tampak sangat gembira.


“Yup! Dan kita akan memiliki kesibukan baru yang sangat menyenangkan!” timpal Oma yang sedari pagi tidak melihat Rein maupun Michie keluar dari kamarnya.


Tak lama kemudian tampak salah satu asisten rumah tangga membawa nampan yang berisi dengan makanan lengkap ke arah kamar Rein.


“Mau dibawa kemana itu?” tanya Oma.


“Tuan Rein meminta saya membawakan sarapan ke kamarnya, Oma!” jawab asisten rumah tangga tersebut.


“Oh iya, bagus-bagus! Segera bawakan untuk mereka. Jangan sampai cucuku nanti kelaparan!” timpal granny.


“Baik Granny!” balas asisten rumah tangga itu sambil kembali menaiki anak tangga.

__ADS_1


Sedangkan Arel yang kini berdiri di pintu mansin bersama dengan Alicia pun langsung membuang nafasnya kasar.


“Huft, sepertinya meeting jam 10 ini harus aku undur lagi!” gumam Arel yang terdengar jelas di telinga Alicia.


“Kenapa harus diundur?” tanya Alicia sambil mengikuti langkah Arel yang menuju ke taman di depan mansion Rein.


“Ck, apa kamu tidak lihat jika Nona muda belum keluar dari kamar?” balas Arel.


Alicia pun terdiam sejenak sambil menduga-duga, “Jadi maksud kamu Nona muda dan Mr Rein sedang memadu kasih, begitu?” tanya Alicia sambil mentautkan kedua jari telunjuknya berkali-kali.


“Hust, tidak perlu diperjelas Alicia! Jaga cara bicaramu!” hardik Arel kesal.


“Kenapa memangnya? Kan hanya ada kita berdua!” balas Alicia.


“Atau jangan-jangan kamu juga pingin begituan ya Arel?!”


“Hayooo, Ngakuu!” balas Alicia yang kemudian sangat gencar menggoda Arel.


“Diam atau aku akan memotong gajimu!” ancam Arel dan seketika berhasil membungkam mulut Alicia.


 ☘️☘️☘️


Sambil menunggu update selanjutnya, mampir dulu ke novel bestie aku yuk


__ADS_1


__ADS_2