Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Pernikahan Cika 2


__ADS_3

Selama acara berlangsung, Michie selalu saja didampingi Tifa dan putranya sambil menyapa teman-teman lamanya. Sebagian teman sekolah Michie sudah menikah dan memiliki seorang anak.


Namun banyak juga yang belum menikah dan datang dengan kekasihnya, sedangkan yang masih sendiri tidak begitu banyak termasuk Michie.


Tiba-tiba saja Tian sakit perut dan meminta mamanya untuk mengantarnya ke kamar mandi. Sebelum mengantarkan putranya, Tifa mengedarkan pandangannya mencari Arel, sayangnya Arel tidak terlihat sama sekali.


"Duh, Tian kayaknya mau pup nih. Tadi aku sempet lihat Arel, kok sekarang gak ada ya?" bisik Tifa.


"Ya udah anter Tian dulu gih, aku gak pa pa kok," balas Michie yang masih dikerumuni teman SMAnya.


Tifa pun undur diri dan bergegas mengantar putranya ke kamar mandi. Kesempatan emas kali ini tidak disia-siakan oleh Fredy. Ia pun langsung bergerak mendekati Michie.


"Pacar kamu gak dateng ya?" tanya salah satu teman Michie.


Michie menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Dia masih banyak pekerjaan di luar kota. Oh, iya sebentar lagi aku juga mau nikah."


"Kalian dateng yaa...!" ucap Michie pada teman-temannya sambil menikmati es krim.


"Siapa calon suami kamu?"


"Cowok yang dulu di bawa reuni atau ada yang lain lagi?"


Belum sempat menjawab pertanyaan teman-teman SMAnya Fredy sudah berdiri di samping Michie dan mendekapnya dari samping.


"Tentu saja aku yang akan menjadi calon suami Michie!" tukas Fredy dengan penuh percaya diri.


"Ehm!" Michie melepaskan pelukan Fredy yang justru semakin erat mendekapnya.


"Fredy, tolong tangannya!"


"Ups! Maaf yaa, kamu masih malu ya mempublikasikan hubungan kita di depan teman-teman?" tukas Fredy sambil mengendurkan pelukannya.


Michie pun langsung menarik Fredy menjauh dari kerumunan teman-temannya dan keluar dari ballroom hotel.


"Please, jangan buat keributan di acara pernikahan Cika!" pinta Michie.


"Emang siapa sih yang mau bikin keributan? Aku cuma mau menegaskan sama mereka kalo perasaanku untukmu tidak pernah berubah, Michie!" timpal Fredy yang mulai mengikis jaraknya dengan Michie.


"Stop, Fredy!"


"Apa aku salah mencintaimu?" tanya Fredy yang terus berjalan mendekati Michie.


"Apa aku harus menanggung kesalahan yang diperbuat Daddy terhadap keluargamu, Michie?"


"Apa ini semua adil untukku yang tidak pernah tahu dengan apa yang dilakukan kedua orang tuaku dulu?" tanya Fredy yang hampir membuat Michie terpojok.


"Terus sekarang apa mau kamu?" tanya Michie yang sudah terkunci dengan 2 tangan Fredy di ujung tangga.


"Aku tidak mungkin menikah denganmu, Fredy!" tegas Michie.


"Jika memang alasannya adalah Daddy dan Mamaku, aku rela meninggalkan mereka demi kamu Michie."

__ADS_1


"Jangan gila!" sarkas Michie yang mulai mendorong tubuh Fredy agar menjauh darinya.


"Aku memang sudah gila karena mencintaimu, Michie!"


Michie membuang nafasnya kasar. "Sayangnya aku tidak bisa mencintaimu!"


"Karena kamu tidak pernah mau belajar untuk mencintai aku, Michie!" suara Fredy mulai meninggi.


"Beri aku waktu satu minggu saja untuk bersamamu, dan jika kamu memang tetap tidak bisa mencintaiku, maka aku akan mundur!"


"Lagi pula kau juga harus membayar kekalahanmu saat malam reuni 5 tahun yang lalu bukan?" tembak Fredy to the point.


"Aku sudah hampir menikah Fredy, dan aku tidak mungkin berkencan denganmu."


"Apa kata keluarga Rein nanti jika aku justru berkencan dengan pria lain?" balas Michie.


"Oke, 3 hari! beri aku waktu untuk ikhlas melepasmu, Michie!" pinta Fredy.


"Oke, satu hari saja bersama denganku. Setelah itu aku akan pastikan jika aku tidak akan pernah mengganggu kehidupanmu sedikit pun!"


"Tidak bisa, Fredy! Ku mohon mengertilah!" tolak Michie yang tetap teguh dengan pendiriannya.


Merasa gagal meruntuhkan pendirian Michie membuat Fredy semakin berani mendekatkan wajahnya ke wajah Michie.


"Kalau begitu, cium aku satu kali saja Michie. Setelah itu aku akan pergi!" bisik Fredy membuat Michie langsung mendorong tubuh Fredy dengan sangat kuat.


Setelah terlepas dari kungkungan Fredy, Michie pun bergegas berlari masuk ke dalam ballroom hotel dimana saat ini semua teman Cika yang belum menikah berkumpul di depan panggung pengantin untuk menunggu Cika melempar bouquet bunga.


Dua..


Tiga..


Cika dan suaminya melempar bouquet bunga mereka dan


Brukk!


Bouquet bunga tersebut jatuh tepat di tangan Michie yang tanpa sengaja punggungnya menabrak dada bidang seorang pria yang kini memeluknya dengan sangat erat.


Semuanya mata kini tertuju ke arah Michie dan seorang pria yang berhasil menangkap tubuh Michie yang terjatuh.


"SELAMAT UNTUK PENANGKAP BUNGA DARI MEMPELAI!" teriak MC membuat Michie membalikkan kepalanya untuk melihat siapa pria yang baru saja ia tabrak dan memeluknya dari belakang.


"Rein!" panggil Michie yang langsung memeluk Rein dengan sangat erat.


Sedangkan Rein yang sudah sangat merindukan Michie pun langsung membalas pelukannya dengan sangat erat.


Fredy yang melihat Michie memeluk Rein dengan sangat erat dan tampak seperti meluahkan kerinduannya membuat tangannya mengepal sempurna.


"Sial! Lagi-lagi aku tidak mendapat kesempatan sama sekali dari Michie!" umpat Fredy geram.


Terlebih saat mendengar gemuruh tepuk tangan teman-temannya yang begitu menggema di ballroom.

__ADS_1


"Waaah, ternyata Michie sangat setia dengan kekasihnya yang dulu ia kenalkan saat malam reuni ya!" celetuk salah satu teman Michie.


Michie pun tersadar dan langsung melepas pelukannya dengan Rein.


'Oh My God! Bisa-bisanya aku justru memeluk Rein di depan teman-teman!' rutuk Michie dalam hati.


"Maaf, sayang. Aku datang terlambat," tukas Rein yang kemudian menggenggam tangan Michie dan mengajaknya untuk memberi selamat kepada kedua mempelai.


Semua yang melihat kemesraan Rein dan Michie langsung seperti meleleh karena Rein terlihat sangat lembut memperlakukan Michie.


Setelah memberikan selamat kepada Cika dan suaminya, Rein pun menikmati hidangan ditemani oleh Michie. Sedangkan Michie hanya duduk sambil memainkan ponselnya untuk mengusir rasa canggungnya.


"Apa kau sangat merindukanmu, Michie?" tanya Rein membuat Michie memutar bola matanya malas.


"Tentu saja tidak!" jawab Michie yang masih tetap memainkan ponselnya.


"Oooh, kirain.."


"Masalah yang tadi itu hanya acting, Rein. Jangan kau anggap serius!" tukas Michie.


"Dan actingmu sungguh sangat sempurna, Michie!" bisik Rein membuat Michie merasakan gelenyar aneh dalam dadanya.


"Actingmu juga bagus!" balas Michie yang dadanya sudah terus berdebar tidak karuan.


"Sayangnya kali ini aku tidak acting, melainkan aku benar-benar sangat merindukanmu, Michie!" bisik Rein lagi membuat kali ini Michie sedikit susah untuk bernafas.


Kedekatan Rein dan Michie kali ini membuat Fredy semakin cemburu. Ia pun langsung menghubungi ketiga orang temannya yang sudah menyiapkan rencana sejak awal acara pernikahan Cika.


☘️☘️☘️


Naah, kira-kira apa ya yang akan terjadi selanjutnya?


Author akan lanjutin satu bab lagi yaa hari ini.


Terima kasih sudah mau singgah di karya remahan Author.


Yuk dukung terus karya Author dengan


Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Like 👍


Comment 💬


Subscribe ❤️


Vote 💞


Gift 🌹☕💺


Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.

__ADS_1


__ADS_2