Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Bridal Shower


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain, Fredy semakin gusar mengingat pernikahan Michie dan juga Rein yang semakin hari semakin dekat. Kali ini ia belum bisa bertindak apa-apa karena ancaman Rein membuatnya tidak bisa berkutik.


Perusahaan Eden Hag yang ada dibawah kendalinya justru sedang berada di ujung tanduk. Tentu saja semua ini karena peringatan dari Rein untuk tidak lagi mendekati Michie.


"Apa yang sedang kau fikirkan Fredy?" tanya Eden Hag yang melihat putranya akhir-akhir ini tidak fokus bekerja.


"Aku hanya masih belum rela kehilangan Michie!"


Jawaban Fredy barusan membuat Eden Hag menghela nafasnya panjang. "Kita fokus dulu dengan perusahaan kita yang ada diujung tanduk ini, Fredy." timpal Eden Hag yang sudah tidak mau mengusik kehidupan Michie.


Fredy pun mengangguk setuju karena ia sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk mendapatkan Michie. Terlebih setelah mengetahui jika Rein bukanlah tandingan untuknya.


☘️☘️☘️


Berbagai persiapan untuk pernikahan Rein dan Michie pun dilakukan. Mulai dari hal yang besar sampai hal yang terkecil sedikit pun dipersiapkan Rein dengan sangat baik.


Di sisi lain, Michie yang sedang dalam masa pingit pun mulai jengah mengikuti serentetan tradisi yang mengharuskan ia melakukan perawatan diri sejak seminggu sebelum pernikahannya.


Hari ini, Michie akan mengadakan acara bridal shower dengan sahabat perempuannya dan juga beberapa teman wanita SMAnya. Namun ada beberapa wanita teman Rein yang ikut serta dalam acara ini, karena saat hari pernikahannya besok, mereka ditunjuk sebagai bridesmaid.


"Bagaimana perasaanmu saat ini, Michie?" tanya Cika yang sudah ada di Mansion Michie sejak sore bersama dengan Tifa.


Michie hanya tersenyum karena ia tidak tahu harus menjawab apa. "Aku tidak tahu Cika. Jalani saja dulu yang penting tidak ada yang merasa tersakiti saat aku menyetujui pernikahan ini!" jawab Michie.


Tak lama kemudian beberapa teman wanita yang diundang untuk menghadiri acara bridal shower pun satu persatu datang dan menyapa Michie sambil memberikan hadiah untuk Michie yang akan menjadi mempelai wanita besok.


"Hai Michie, selamat yaaa. Akhirnya kita bisa bertemu lagi!" sapa Dokter Rima yang beberapa waktu yang lalu pernah menjadi dokter yang merawat Michie saat di rumah sakit.


"Terima kasih sudah mau datang dokter," timpal Michie dengan santun.


"Panggil saja kakak, jangan sungkan-sungkan!" pinta Dokter Rima yang langsung diangguki kepala oleh Michie.


"Oh iya, kenalkan ini adikku, Risa."


Dokter Rima pun memperkenalkan adiknya kepada Michie.


"Hai Risa!" sapa Michie sambil mengulurkan tangannya ke arah Risa.

__ADS_1


"Hai Kak Michie, waaaah ternyata kau sangat cantik kaaak!" puji Risa sambil membalas uluran tangan Michie.


"Kau juga cantik Risa," balas Michie balik memuji Risa.


"Benarkah?" tanya Risa dan Michie pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Tapi kenapa Abang Rein justru meninggalkan aku dan berpaling ke kak Michie jika aku juga cantik?" tanya Risa lagi saat Rima dan kedua sahabat Michie sudah mulai menikmati hidangan yang disajikan di taman Mansion.


Deg!


Pertanyaan Risa kali ini membuat Michie tertegun.


"Maksudnya apa?" tanya Michie balik yang belum paham dengan apa yang dibicarakan oleh Risa.


"Sudahlah kak Michie. Tidak perlu dibahas lagi. Pesanku, jangan pernah menyakiti Abang Rein ku dan buat dirinya selalu merasa bahagia. Jika tidak, maka aku akan merebutnya kembali darimu!" ancam Risa yang kemudian meninggalkan Michie begitu saja.


Ancaman Risa barusan membuat Michie bertanya tanya dalam hati.


'Siapa sebenarnya wanita yang bernama Risa ini?'


'Apa sebenarnya hubungannya dengan Rein?'


Malam ini Michie tidak begitu menikmati acara bridal showernya karena terus memikirkan apa yang tadi diucapkan oleh wanita yang bernama Risa.


Sayangnya tidak ada seorang pun yang tahu tentang kegundahan hati Michie malam ini. Sampai acara bridal shower selesai, Michie pun cepat-cepat kembali ke kamarnya.


Setelah melepas gaun dan membersihkan wajahnya, Michie langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menyelimuti tubuhnya. Namun sampai waktu menunjukkan jam 11 malam, matanya tidak kunjung terpejam karena terus saja memikirkan ucapan Risa.


Tiba-tiba saja Mom Lili masuk ke dalam kamarnya dan mendekat ke ranjang Michie sambil mengusap kepala putri semata wayangnya yang saat ini posisinya tengah membelakanginya.


"Michie!" panggil Mom Lili dengan sangat lembut. "Apaa kau sudah tidur?"


Michie pun berbalik dan menggenggam tangan Mommynya dengan sangat erat. Tak terasa mata Michie pun berkaca-kaca dan menitikkan air matanya.


Entah mengapa semakin mendekati Hari Pernikahannya, rasanya semakin berat. Terlebih Michie masih bimbang keputusan nya saat ini.


Mom Lili cepat-cepat menghapus air mata Michie yang kini sudah membasahi pipinya. "Apa yang membuatku menangis, sayang?" tanya Mom Lili.

__ADS_1


Michie tidak menjawab pertanyaan Mommy nya dan justru memeluknya dengan sangat erat. Michie terus saja menangis diperlukan Mommy nya tersedu-sedu sampai dadanya terasa begitu sesak.


Tangisan Michie kali ini membuat Mom Lili terasa sangat pilu. Ia pun melepaskan pelukan nya dan memegang kedua pipi Michie sambil menatapnya dalam-dalam.


"Katakan pada Mommy, sayang. Apa yang membuatmu sesedih ini?" tanya Mom Lili.


Sayangnya Michie tetap bungkam dan enggan menjawab pertanyaan Mommy nya.


"Michie, Mommy mohon jawab pertanyaan Mommy kali ini. Jangan membuat Mom bingung sementara besok adalah hari pernikahan mu!" pinta Mom Lili dan Michie semakin menundukkan wajahnya yang sembab.


"Apa Michie tidak mau menikah dengan Rein dan ingin menggagalkan pernikahanmu besok?!" tanya Mom Lili to the point karena Michie masih saja bungkam.


Lagi-lagi Michie terdiam tanpa berani mengangkat wajahnya sedikit pun. Mom Lili pun menarik dagu Michie dan menatap kedua netra putri semata wayangnya.


"Jika memang Michie tidak suka dan tidak bahagia, tidak masalah jika pernikahan kalian dibatalkan malam ini. Masalah bagaimana nanti menghadapi keluarga besar Rein dan para tamu undangan, itu urusan Mommy."


"Mommy hanya tidak tega melihatmu menangis seperti ini, Michie." tukas Mom Lili membuat Michie kali ini langsung menggelengkan kepalanya.


'Tidak mungkin aku menggagalkan pernikahan ini karena pasti Mom Lili yang akan tersakiti kali ini. Mommy seorang diri menghadapi amukan banyak orang dan aku lebih tidak tega melihat semua itu.' gumam Michie dalam hati sambil menatap kedua netra Mommy nya.


"Okey, kalo begitu katakan pada Mommy apa yang Michie inginkan dan Mommy akan menuruti semua keinginan Michie." timpal Mom Lili.


"Michie tidak mau pindah kemana-mana setelah menikah nanti. Biarkan Michie tinggal di sini bersama Mommy!" pinta Michie.


"Okey, Mommy akan memenuhi permintaan Michie. Tapi jika suatu saat nenek Rein memintamu menginap di Mansion besar mereka bagaimana?" tanya Mom Lili kemudian.


"Tidak masalah Mom, asal tidak terlalu lama," balas Michie yang langsung disetujui oleh Mommy.


"Jika hanya karena tempat tinggal, tidak perlu sampai se sedih ini sayang. Ini Mansion juga milikmu. Tidak mungkin Mommy mengusir anak kesayangan Mommy dari Mansionnya sendiri." timpal Mom Lili kembali memeluk putri nya sendiri.


'Maafkan Michie Mom. Jika kemarin Michie merasa sudah siap untuk menikah dengan Rein, tapi entah kenapa malam ini rasanya sangat berat untuk menyandang status menjadi istrinya,' gumam Michie dalam hati.


Lama kelamaan Michie pun terlelap dalam dekapan Mom Lili. Namun Mom Lili langsung mencari tahu apa alasan Michie sampai menangis sesenggukan seperti tadi.


Akhirnya Mom Lili pun menuju ke kamar tamu dimana Cika dan Tifa menginap. Sayangnya kedua sahabat Michie sudah tertidur dan Mom Lili pun kembali ke kamar Michie untuk menemani putrinya tidur.


☘️☘️☘️

__ADS_1


Otewe ke pesta pernikahan Michie yaaa. Malam ini Author langsung lanjutkan ceritanya.


__ADS_2