
Di Proyek Pertambangan,
Hujan yang turun dengan curah yang tinggi kemarin membuat lahan pertambangan sangat becek dan tentunya akan menyulitkan pekerja jika tetap turun ke lapangan.
"Andy, sepertinya kita harus kembali dulu karena situasi di sini belum memungkinkan. Aku sudah tidak tenang sejak kemarin meninggalkan Michie," tukas Rein yang sudah tidak bisa menunda kepulangan nya lagi dan bertemu dengan Michie.
"Baik, Mr. Rein. Saya akan memberikan perintah kepala proyek untuk mengistirahatkan karyawannya sampai beberapa hari ke depan saat cuaca sudah kembali baik!" ucap Andy yang langsung berbalik dari ruang kerja Rein.
Rein kembali memandang ke arah ponselnya yang selalu full batthery tapi tidak ada signal sama sekali. Tidak hanya itu, Rein juga hanya bisa memandangi foto Michie dan terus memutar ulang video rekaman yang dikirimkan oleh Arel saat Michie sampai di KUA, karena video yang terakhir belum masuk di ponselnya.
☘️☘️☘️
Sedangkan di sisi lain, Arel yang baru sampai di Mansion Michie langsung menepuk dahinya saat mendengar jika Michie sudah meninggalkan Mansion sejak pagi untuk menuju rumah Cika.
"Gawat! Kalo Mr. Rein tahu Miss Michie pergi sendiri membawa mobilnya, bisa marah hari malam dia!" gumam Arel yang bergegas tancap gas untuk menuju rumah Cika.
Sayangnya saat Arel sudah sampai di rumah Cika, Michie beserta rombongan keluarga besar Cika justru sudah menuju ke hotel dimana acara pernikahan Cika dihelat.
Akhirnya Arel pun langsung menuju ke hotel tersebut tanpa menunda-nunda lagi.
☘️☘️☘️
Michie dan juga Tifa kini berada dalam satu ruangan yang sama dengan Cika yang tampak sedang was-was menantikan gilirannya masuk ke dalam ballroom hotel.
"Deg-degan banget ya Cik?" tanya Michie yang langsung diangguki kepala oleh Cika.
"Deg-degan kenapa nih? Pasti malam pertama ya?" goda Tifa membuat Cika langsung merona.
Melihat rona di wajah Cika pun kedua sahabatnya langsung tertawa terpingkal-pingkal sampai mamanya Cika masuk dan memperingatkan mereka agar tidak gaduh.
"Tuh kan, ibu jadi ngomel sama kalian!" celetuk Cika.
"Abis muka kamu lucu banget Cik," balas Tifa yang langsung di iyakan oleh Michie.
"Oh iya, maaf ya semalem kita gak bisa dampingi malam terakhir kamu. Aku beneran pusing banget," tukas Michie sambil memeluk sahabatnya yang sebentar lagi akan berubah statusnya.
"Gak papa, Michie ku sayang. Aku juga tahu kamu sedang dalam masalah yang besar. Tante Lili semalam juga udah telfon aku," balas Cika yang paham betul dengan keadaan Michie saat ini.
"Apapun yang akan terjadi ke depannya, kita akan selalu ada buat kamu Michie," timpal Tifa yang turut memeluk dua sahabatnya.
"Thanks yaa..." balas Michie dengan raut wajah yang sangat terharu bahagia.
Tak lama kemudian, tiba saatnya pengantin memasuki ballroom hotel. Kali ini Cika didampingi dengan kedua orang tuanya di sisi kanan dan kiri. Sedangkan Michie dan juga Tifa ada di belakangnya.
Kemudian seluruh keluarga besar Cika ada di belakangnya lagi. Semua mata langsung menuju ke arah rombongan pengantin wanita.
__ADS_1
Banyak yang mengagumi kecantikan Cika yang menjadi Ratu dalam satu hari ini. Namun, saat mereka melihat ke arah dua sahabat Cika berbagai kasak kusuk mereka membuat suasana yang tadinya hening mulai sedikit ramai.
Untungnya musik pengiring pengantin terdengar kencang dan menggema di dalam ruangan, sehingga kasak kusuk mereka tidak terlalu mengganggu acara.
"Itu beneran Michie?!"
"Gila! Makin kesini makin cantik aja tuh cewek!"
"Ya Ampun, Michie kelihatan bersinar banget ya. Aku yang cewek aja kagum sama kecantikannya."
"Jadi ini yang dipanggil Michie?! Ck, tau gini kemarin aku gak buru-buru nikah!" tukas salah satu suami teman perempuan Michie.
"Sialan Lo jadi suami! Awas aja ntar malem! Ampe sujud di kaki aku tetap aja gak ada jatah selama seminggu!" ancam istrinya.
"Diiih, namanya juga bercanda."
"Kayaknya Fredy bakal mutusin Risa deh dan balik ngejar Michie lagi."
"Ya Iyalah, apalagi dia udah naksir Michie dari dulu!"
Michie sangat faham jika teman-temannya kini sedang memperbincangkannya karena mereka berbicara sambil melihat ke arah Michie. Namun dengan ramahnya, Michie menyapa mereka dengan ukiran senyuman di bibirnya.
Acara pernikahan Cika pun berjalan dengan sangat lancar. Kini tiba saatnya memberi ucapan pada kedua mempelai dan menikmati suguhan yang sudah disiapkan.
Kesempatan ini pun di manfaatkan oleh Fredy untuk mendekati Michie dengan Tifa.
Fredy pun langsung mengulurkan tangannya ke arah Tian sambil berjongkok. "Kenalkan nama Om, Fredy. Kekasih Onty Michie!" tukas Fredy.
Tian pun membals uluran tangan Fredy dan mencium punggung tangannya. "Aku Tian." balas anak Tifa yang usianya masih di bawah lima tahun.
"Tapi aku tidak suka Onty memiliki kekasih seperti om Fredy."
"Kenapa?" tanya Fredy terhenyak.
"Karena kekasih Onty Michie itu aku!" ucap Tian yang langsung menarik tangan Michie untuk menjauh dari Fredy.
Tifa hanya terkekeh melihat tingkah putranya yang sangat mengemaskan itu.
"Kau lihat sendiri bukan, bahkan putraku yang masih balita tidak memperbolehkanmu mendekati Michie!" ucap Tifa kepada Fredy.
"Aku mohon Fredy, jangan buat Michie frustasi karena mu!" pinta Tifa baik-baik.
"Tapi aku sama sekali tidak bisa melepas Michie untuk siapapun. Karena aku tidak akan pernah rela, jika wanita yang aku cintai menjadi milik rang lain!" balas Fredy.
"Itu bukan cinta, bro! Itu hanya ambisi semata. Dan aku akan terus melindungi Michie dari jerat ambisimu, Fredy!" ucap Tifa membuat Fredy sangat geram.
__ADS_1
"Tidak akan ada yang bisa menghalangiku kali ini" gumam Fredy sambil mengepalkan tangannya.
Ia pun mengurungkan niatnya untuk mendekati Michie dan langsung menemui 2 orang sahabatnya untuk menyusun rencananya kali ini.
"Apa kau yakin ini akan berhasil?" tanya Rio saat mendengar rencana Fredy.
"Aku yakin 98% akan berhasil!" balas Fredy dengan mantap karena sebelumnya ia sudah mengatur rencananya dengan matang bersama daddynya.
"Kalau begitu kita harus bergerak dengan cepat!" timpal Ben. "Dan kau Fredy tetap disini agar Michie tidak curiga!"
Fredy pun setuju. Kini kedua sahabatnya bersama dengan asistennya, Tomy langsung menjalankan rencana yang sudah dibuat.
Untungnya tanpa sengaja Arel sempat melihat gelagat aneh dari Fredy dan teman-temannya.
"Aku yakin, Miss Michie kali ini dalam bahaya!" gumam Arel yang dengan cekatan mengikuti teman Fredy yang menghilang dari kerumunan tamu undangan.
Namun saat tiba di persimpangan selasar, mereka bertiga berpisah membuat Arel menepuk dahinya. "Duh, seharusnya kali ini aku tidak sendiri. Ck, siapa kira-kira yang harus aku ikuti ya?" gumam Arel.
☘️☘️☘️
Kira-kira apa aja yang udah direncanakan sama Fredy yaa?
Apakah Arel berhasil menggagalkan rencana Fredy, atau tidak?
Nantikan kelanjutannya hari ini karena Author akan update 2 bab lagi.
Sambil nunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel aku yang lain.
Terima kasih sudah mau singgah di karya remahan Author.
Yuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
__ADS_1
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.