
Setelah sarapan, keduanya pun langsung menuju ke kantor. Hari ini Michie mulai bekerja lagi setelah beberapa hari kemarin ia beristirahat di rumah.
Sesampainya di ruang kerja mereka, Rein langsung berkutat dengan macbook nya di meja yang berbeda dengan Michie. Sedangkan Michie juga kembali mempelajari berkas penjualan Emas dari perusahaan yang saat ini di kelola oleh Mom Lili.
Sayangnya ponsel Rein tiba-tiba berdering dan Rein menerima kabar jika ada sedikit kendala di proyek pertambangan yang sangat membutuhkan persetujuan dari Rein.
Rein pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan mendekat ke meja kerja Michie.
"Michie, aku harus ke proyek pertambangan hari ini. Pulang kerja nanti aku tidak bisa mengantarkanmu pulang, tidak masalah bukan jika nanti kau pulang di antar oleh Arel?" tanya Rein yang sudah berdiri tidak jauh darinya.
"Memangnya Arel tidak ikut denganmu, Rein?" tanya Michie, mengingat Arel adalah orang kepercayaan Rein.
Rein hanya menggelengkan kepalanya. "Jaga dirimu baik-baik ya, aku usahakan besok pagi sudah sampai disini untuk mendampingimu menghadapi Eden Hag," jelas Rein.
"Tidak masalah, Rein. Aku bisa menghadapi Eden Hag sendiri. Lagi pula besok Ecca dan suaminya pasti akan membantuku."
"Fokus saja dengan pekerjaanmu di proyek, Don't worry me!" balas Michie.
Rein menghela nafasnya panjang dan tampak sangat berat meninggalkan Michie. 'Bagaimana aku tidak mengkhawatirkanmu, Michie? Jika besok yang kau hadapi adalah pria yang sudah menorehkan luka yang teramat dalam untukmu,' gumam Rein dalam hati.
Tak lama kemudian Arel memanggilnya dan memberikan informasi jika mobil yang akan mengantar nya sudah siap.
"Mr. Rein, armada sudah siap!" tukas Arel membuyarkan lamunan Rein.
"Oh iya!" balas Rein.
"Michie, jaga dirimu baik-baik ya!" tukas Rein sambil meninggalkan Michie.
"Hati-hati, Rein!" tukas Michie saat langkah Rein tepat di pintu.
Rein hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan Michie.
"Arel, aku harap kau terus mengawasi Michie dan jangan sampai lengah! Aku benar-benar tidak mau terjadi apapun dengan Michie!" titah Rein saat mereka sudah masuk di dalam lift.
"Baik Mister."
"Pastikan dia makan tepat waktu dan pulang ke Mansion dengan selamat. Laporkan semua kegiatan Michie padaku setiap saat!"
"Maaf Mr. Rein, bukankah di proyek sangat susah sinyal?" tanya Arel membuat Rein membuang nafasnya kasar.
"Oh My God, aku benar-benar melupakan itu!" Rein menepuk dahinya dan mengusap wajahnya.
"Kali ini aku mengandalkanmu, Arel. Jika terjadi apa-apa dengan, Michie, maka nyawamu kali ini dipertaruhkan!"
Arel langsung bergidik ngeri mendengarkan titah dari Rein kali ini. 10 tahun lebih mendampingi Rein, baru kali ini Arel mendapati atasannya ynag begitu posesif terhadap Michie.
"Saya akan menjaga Nona Michie dengan sebaik mungkin, Mister!"
"Jangan lupa, besok kau harus siap lebih pagi dari biasanya untuk menemani Michie menghadapi Eden Hag dan juga Fredy. Belva dan istrinya juga akan ada di sana mendampingi Michie."
__ADS_1
"Siap, Mr. Rein!" jawab Arel saat pintu lift sudah terbuka.
Kali ini Rein didampingi oleh Andy, suami Tifa untuk mengecek pekerjaan di proyek mereka yang da di Sumbawa.
Setelah Rein dan Andy meninggalkan kantor, Arel pun langsung kembali ke ruangan Michie untuk menjaga calon istri atasannya itu.
Baru saja Arel sampai di ruangan Michie, ponsel nya pun langsung berdenting dan ternyata Rein sudah mengirimnya pesan.
✉️ Mr. Rein
Tolong fotokan Michie! Aku ingin melihat keadaannya.
Arel pun diam-diam membidik Michie dan segera mengirimkannya kepada Rein.
✉️ Mr. Rein
Sangat cantik. Hati-hati, jangan sampai kau jatuh hati pada calon istriku!
✉️ Arel
Siap komandan!
Setelah berbalas pesan dengan Rein, Arel pun langsung membereskan meja kerja Rein dan duduk di sofa sambil mengerjakan tugasnya.
"Apa Rein pergi ke proyek tambang emas?" tanya Michie sambil tetap fokus mempelajari berkas yang ada di mejanya.
"Dimana?" tanya Michie lagi tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kali ini Mr. Rein terbang ke Sumbawa," jawab Arel membuat Michie kembali terdiam.
'Rein ke Sumbawa?' pekik Michie dalam hati.
'Aku pikir dia tidak akan pergi sejauh itu, lalu bagaimana mungkin dia langsung kembali ke sini besok?'
'Tidak masalah Michie, you can do it by your self!' batin Michie menyemangati dirinya sendiri yang sedikit gusar mengingat besok akan menghadapi Eden Hag dan juga Fredy.
"Biasanya berapa lama ia mengecek pekerjaan di proyek?" tanya Michie lagi.
"Paling cepat satu minggu, Miss."
Jawaban Arel kali ini membuat Michie sedikit putus asa karena sangat tidak mungkin bagi Rein mendampinginya besok.
☘️☘️☘️
Seharian bekerja tanpa Rein membuat Michie merasa sangat kehilangan. Berulang kali matanya melihat ke arah meja kerja Rein yang kosong, dan kembali fokus ke pekerjaannya.
Setelah jam pulang kerja tiba, Michie pun segera pulang ke Mansion di antar oleh Arel. Diam-diam Michie mencoba menanyakan tentang Rein kepada Arel.
"Apa kau sudah lama bekerja dengan Rein?" tanya Michie memecah keheningan.
__ADS_1
"Sudah 10 tahun lebih, Miss."
"Oooh, lalu apa kau tahu berapa jumlah mantan pacar Rein sebelum bertunangan denganku?"
"Mr. Rein adalah tipikal lelaki workaholic yang sangat disibukkan dengan berbagai macam pekerjaan. Selama ini saya belum pernah melihat Mr. Rein memiliki kekasih."
"Baru Miss Michie seorang yang menjadi kekasih Mr. Rein."
Jawaban Arel kali ini membuat Michie sedikit kurang percaya.
"Oh ya?!"
"Kau tidak sedang menutupi aib atasanmu sendiri kan?" tanya Michie lagi.
"Tentu saja tidak, Miss. Jika anda tidak percaya, anda bisa melihat sendiri akun sosial media milik Mr. Rein."
"Ck, aku tidak begitu suka stalking sosial media milik orang lain," balas Michie.
"Selama saya mengenal Mr. Rein, sangat banyak wanita yang mendekati dan berusaha mencuri perhatian Mr. Rein. Namun beliau bersikap sangat dingin setiap berhadapan dengan perempuan mana pun, Miss."
"Padahal keluarga besar Mr. Rein sudah sangat mendambakan beliau memiliki istri dan memiliki seorang anak."
"Berkali-kali mereka menyusun kencan buta untuk Mr. Rein, hasilnya selalu saja nihil, karena Mr Rein sama sekali tidak pernah memenuhi janji kencan buta tersebut."
Tanpa terasa cerita Arel tentang Rein kali ini melukiskan senyuman di wajah Michie. Namun cepat-cepat Michie menguasai perasaan nya agar tidak terpengaruh dengan cerita Arel.
Sesampainya di Mansion, Michie pun langsung keluar dari mobil milik Rein.
"Selamat beristirahat, Miss. Besok saya akan menjemput anda lebih awal," tukas Arel.
"Terima kasih ya," balas Michie dan bergegas masuk ke dalam Mansionnya.
☘️☘️☘️
Yuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya.
__ADS_1