Kesalahan Di Malam Reuni

Kesalahan Di Malam Reuni
Paris, We're Coming


__ADS_3

Setelah perdebatan panjang di Mansion, kini keluarga besar Rein sudah berada di pesawat yang mengantarkan mereka ke bandara Charles de Gaulle, Paris. Tangan Michie terus saja digenggam oleh Rein mengingat apa yang dijanjikan Michie tadi yang membuat Rein akhirnya dengan senang hati memperbolehkan semuanya berlibur ke Paris.


“Jangan lupakan janjimu, sayang!” bisik Rein yang tampak sudah tidak sabar untuk tiba di Paris.


Wajah Michie pun langsung merah merona mengingat ia terlampaui berani menjanjikan sesuatu yang sama sekali tidak pernah ia lakukan sebelumnya.


“Ayolah sayang, aku hanya berusaha merayumu tadi. Ini tidak sungguh-sungguh!” ucap Michie pelan dengan tatapan memohon agar Rein melupakan janjinya tadi.


“Tapi aku sangat tidak sabar untuk melihatmu memenuhi janjimu, istriku sayang!” bisik Rein lagi sambil mencium leher istrinya gemas.


‘Mati aku! Ck, harusnya kau berpikir lebih dulu untuk berjanji dengan Rein!’ rutuk Michie dalam hati.


“Aku sangat tidak sabar menantikanmu memimpin permainan ranjang kita nanti, sayang!” bisik Rein lagi mengingatkan janji Michie.


Saat Rein bersikukuh untuk kembali melarang keluarga besarnya ikut ke Paris, Michie tiba-tiba mencubit pinggang Rein dan membisikkan sesuatu.


“Jika mereka ikut ke Paris kali ini, aku akan memberikan service spesial di atas r4nj4ng untuk suamiku!” bisik Michie membuat mata Rein berbinar.


“Mulai dari tarianku yang akan menggodamu, woman 0n t0p, dan gaya apa pun yang kau inginkan, sayang!” lanjutnya lagi.


“Baiklah semuanya, kita pergi sekarang!” ajak Rein yang langsung menarik tangan istrinya masuk ke dalam mobil.


Michie kini menyandarkan kepalanya di lengan Rein sambil mencoba merayu suaminya untuk melupakan janjinya tadi.


“Sayang, aku mohon maafkan aku!”

__ADS_1


“Kau tidak bersalah istriku sayang. Untuk apa meminta maaf?” tanya Rein sambil mengusap kepala Michie.


“Kau tahu kan aku tidak sungguh-sungguh mengucapkan itu tadi. Aku mana bisa berlenggak lenggok seperti wanita penggoda! Aku juga sama sekali tidak pernah seperti itu!”


“Lagi pula semua yang tadi ucapkan kepadamu, aku sama sekali belum pernah seperti itu! Jadi mana mungkin aku bisa melakukannya?” lanjut Michie lagi.


Rein pun tersenyum mendengar ucapan istrinya barusan.


“Aku benar-benar sangat beruntung memiliki istri sepertimu, sayang!” timpal Rein.


“Aku juga belum tahu tentang itu semua yang kau ucapkan tadi. Tapi bagaimana jika kita berdua sama-sama mempelajarinya dan berlatih bersama?” tanya Rein dengan nada menggoda.


“Tapi, Sayang...”


“Emmh, sayang!” panggil Michie dengan tatapan protes sambil berusaha menepis tangan Rein.


“Aku hanya memegangnya dan jangan bersuara jika tidak ingin yang lainnya tahu!” bisik Rein sambil menyingkirkan tangan istrinya yang menepis tangan nakalnya.


Kini Michie tidak bisa lagi berbuat apa-apa selain membiarkan tangan Rein yang bergerilya di d4d4nya. Bahkan saat Rein terus memainkan ujungnya, Michi hanya mampu menggigit bibir bawahnya.


Hampir 17 jam melakukan penerbangan, kini Keluarga besar Rein sudah tiba di Paris. Mom Lili akan menyewa kamar bersama dengan kedua nenek Rein. Papa Finn bersama dengan Mama Yuri, dan kamar Rein sengaja dipesan agak jauh dari kamar mereka.


“Mulai besok, kalian pergilah berlibur menikmati keindahan Paris tanpa mengganggu aku dan Michie. Aku akan memanjakan istriku sendiri tanpa gangguan kalian!” ucap Rein sambil mendorong kopernya.


“Tapi kita tetap harus agendakan untuk mengunjungi suatu tempat bersama-sama, Rein!” tegur Mama Yuri.

__ADS_1


“Kan jarang-jarang kita berlibur seperti ini!” lanjutnya lagi.


“Tapi Yuri, kalo memang Rein tidak ingin pergi berjalan-jalan, lebih baik jangan diganggu. Agar cicit kami cepat launching di perut Michie!” timpal Oma.


“Nah, Rein tanamlah bibit Finn sebaik-baiknya di perut istrimu! Tapi ingat, jangan sampai buat cucu menantu kelelahan karena kau gempur tanpa henti!” timpal Granny membuat wajah Michie langsung berubah seperti kepiting rebus.


“Ck, jika hanya hal itu tidak perlu diberi ultimatum lagi Ma, Rein sudah akan membuat istrinya kewalahan!” sambung Papa Finn.


Keramaian mereka membicarakan Rein dengan Michie pun berlanjut sampai di dalam limosin. Jangan ditanya lagi bagaimana Michie saat ini yang sudah sangat malu dan canggung untuk buka suara.


“Ayolaaah, jangan terus buat istriku malu seperti ini!” ucap Rein.


“Aku tidak ingin istriku nanti melupakan janjinya tadi saat di Mansion!” lanjut Rein membuat tangan Michie sontak mencubit pinggang suaminya.


“Sayang!” teriak Michie yang akhirnya buka suara.


“Oh, maaf-maaf!” ucap Rein yang langsung mendaratkan ciumannya di bibir Michie di depan semua keluarganya.


Tindakan Rein kali ini berhasil membungkam mulut semua keluarganya yang sedari tadi meroasting mereka berdua.


💕💕💕


Jangan lupa untuk mampir ke novel bestie aku ya


__ADS_1


__ADS_2