
Kini mobil yang dikemudikan Rein sudah tiba di depan rumah Risa. Namun saat Rein hendak membuka pintu mobil, tangan Michie langsung memegang bahu Rein untuk menahannya agar tidak keluar dari mobil.
“Cinta, kau tidak bisa ikut kali ini. Tunggu saja di mobil!” ucap Michie membuat Rein mendengus kesal.
“Tapi aku sudah membawa kaca mata, rambut palsu, dan juga masker!” sanggah Rein yang sangat ingin ikut masuk ke dalam untuk mengawasi Reihan agar tidak macam-macam dengan istrinya.
“Rein, kali ini menurutlah agar acara dan rencana kita tidak berantakan!” titah Papa Finn.
Akhirnya mau tidak mau Rein pun mengalah sambil menatap tajam ke arah Reihan.
Kali ini Michie berjalan masuk ke dalam rumah Risa, berdampingan dengan Reihan yang kemudian diikuti oleh Papa Finn dan juga mama Yuri di belakangnya.
Dengan geram Rein mengepalkan tangannya erat-erat karena menahan rasa cemburunya kali ini. Terlebih ia tidak bisa melakukan apa-apa selain diam dan menunggu di mobil.
Sedangkan Risa yang melihat kedatangan Reihan kali ini pun matanya langsung berbinar sempurna. Meski Reihan masih berdiri di samping Michie, tidak membuatnya berkecil hati karena bagaimana pun juga ia akan menjadi istri sah lelaki yang ada di hadapannya itu.
Kali ini Papa Finn langsung yang menyampaikan maksud kedatangan mereka yang tidak lain adalah melamar Risa untuk Reihan. Sayangnya kali ini telinga Risa sangat peka saat mendengar nama Reihan yang terucap dari mulut Papa Finn.
“Kok namanya Reihan?” protes Risa membuat semua yang hadir di rumahnya langsung saling melemparkan pandang.
“Kak Rima denger gak tadi kalo Om Finn salah sebut nama anaknya sendiri?” tanya Risa kepada kakaknya.
Rima yang sedari tadi tidak fokus sama sekali karena terus memandang ke arah Dira yang saat ini mengambil gambar acara lamaran Risa pun sedikit tergagap dengan pertanyaan Risa kali ini.
“Kamu salah denger kali Ris, karena sedang merasa sangat bahagia!” tukas Rima.
“Tidak mungkin Papa Finn salah menyebut nama putranya sendiri bukan?” timpal Michie. “Terlebih saat ini putranya juga sudah hadir di sini!”
Risa pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Reihan yang benar-benar sangat mirip dengan Rein.
“Maaf!” ucap Risa kemudian sambil terus memandangi Reihan.
Pandangan Risa kali ini membuat Reihan sedikit salah tingkah, namun ia masih bisa terus berakting seolah-olah ia adalah Rein yang asli.
“Reihan,” panggil Michie dengan berbisik. “Jangan gugup dan beraktinglah sesuai dengan rencana!”
Reihan pun hanya tersenyum dan berdehem meng-iya-kan ucapan Michie kali ini.
Sedangkan Rein yang melihat Michie berbisik ke arah Reihan pun membuat rasa cemburu di dalam dadanya semakin membara. Tangannya langsung terkepal sempurna dan ia pukulkan ke dinding pagar rumah Risa dengan geram.
“Ini benar-benar sangat menyakitkan!” gumam Rein pelan.
Setelah Papa Finn selesai menyampaikan tentang maksud kedatangannya kali ini, Reihan pun diminta mendekat ke arah Risa untuk menyematkan cincin di jari Risa. Prosesi ini pun tidak lepas dari Michie yang mendampingi Reihan bertukar cincin. Bahkan Michie lah yang membawakan tempat cincin mereka.
__ADS_1
Rein yang sudah tidak kuat menahan rasa cemburunya pun langsung melakukan panggilan di ponsel Michie. Sayangnya panggilan Rein kali ini diabaikan oleh Michie karena ponselnya sedang dalam mode hening.
Setelah bertukar cincin, Risa langsung memeluk Reihan dengan sangat erat. Kesempatan ini pun tidak di sia-siakan oleh Reihan yang belum pernah sama sekali mendapat pelukan hangat dari seorang wanita cantik. Reihan pun membalas pelukan Risa dengan begitu erat.
‘Rein ternyata membalas pelukanku!’ sorak Risa dalam hati. ‘Jika begini, sangat mudah untuk menaklukkan hati Rein nantinya dan menyingkirkan Michie sejauh-jauhnya.’
Sedangkan Michie pun langsung menjauh dari dekat Reihan dan juga Risa. Michie kali ini berakting seolah-olah ia merasa sangat sedih dengan memperlihatkan wajah sendunya. Rima yang menangkap kesedihan dari raut wajah Michie pun langsung merasa sangat bersalah.
Kini tiba waktunya untuk ramah tamah menikmati hidangan yang disiapkan oleh keluarga Risa. Michie, Reihan, dan juga Risa sudah disiapkan meja khusus untuk mereka bertiga dan duduk melingkar. Kali ini Reihan diapit oleh dua orang wanita cantik sekaligus.
Tapi mengingat ancaman Rein tadi, Reihan lebih memilih untuk menjaga jaraknya dari Michie.
“Michie, terima kasih banyak sudah mengizinkan suamimu untuk menikah lagi denganku!” ucap Risa.
“Aku harap, kita bisa saling berbagi dengan adil.”
Michie yang tampak tidak selera menikmati hidangan yang disajikan pun hanya memangku dagunya dengan tangan kanannya.
“Keadilan apa yang maksud, Risa?” tanya Michie.
“Keadilan dalam rumah tangga kita, Michie. Satu hari Reihan akan bersama denganmu, satu hari setelahnya denganku dan begitu seterusnya.”
“Tidak masalah, bukankah hal itu sudah dibicarakan sebelumnya?” balas Michie.
Michie menghela nafasnya panjang dan kemudian berdiri sambil menepuk bahu Reihan.
“Lebih baik aku pulang dulu, cinta! Aku akan menunggumu di Mansion!” ucap Michie dengan mata yang berkaca-kaca.
“Jangan pulang dulu, sayang!”ucap Reihan yang sudah berdiri dan siap untuk menahan kepulangan Michie, seperti adegan yang sudah direncanakan sebelumnya.
Namun dengan cepat Risa menarik tangan Reihan dan menahannya agar tetap duduk bersamanya.
“Malam ini bukan jadwal Michie, sayang. Melainkan aku yang harus kau temani saat ini!” pinta Risa.
Dengan wajah kesal Reihan pun kembali duduk dan menemani Risa. Meski kali ini Reihan memasang wajah kesalnya, jauh di dalam lubuk hatinya ia bersorak kegirangan mendapatkan perhatian dari Risa.
Sedangkan Michie cepat-cepat berlari ke arah mobil Rein dan masuk ke dalamnya. Kali ini Michie justru merasakan hawa yang sangat mencekam di mobil Rein. Perlahan Michie memegang lengan Rein dan Rein langsung menatap ke arah Michie dengan sangat tajam.
“Eh, cinta. Ada apa denganmu?” tanya Michie saat mendapati wajah Rein yang sudah merah padam.
“Kau masih bertanya ada apa denganku?” tanya Rein balik.
“Emh, tidak – tidak!”
__ADS_1
“Lebih baik sekarang kita pergi dari sini dan kembali ke Mansion, bukan?” balas Michie.
Rein pun langsung mengemudikan mobilnya kembali ke Mansion dengan wajah yang masih cemberut mengingat semua yang terjadi di acara lamaran tadi. Terlebih saat melihat Michie memanggil dan memperlakukan Reihan sebagaimana Michie memperlakukan dirinya.
Di sisi lain, Risa kali ini merasa sangat bahagia bisa makan berdua dengan Reihan. Kesempatan kali ini digunakan oleh Rima untuk mendekati Dira dan mencoba untuk berbicara 4 mata dengan mantan suaminya itu.
“Aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku, Dira!” pinta Rima dengan nada yang terdengar begitu pilu.
“Andai kau tahu Rima, aku sungguh sangat kecewa dengan sikapmu yang membuatku sangat malu dengan keluarga besar Rein. Terlebih yang kau lakukan saat ini benar-benar sangat kelewatan dan melampaui batas.”
“Aku tahu, Dira! Aku juga sadar jika aku salah! Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi!”
“Dan yang jelas, aku tidak sanggup berpisah darimu, Dira!”
“Aku akan memberi mu kesempatan kedua!” ucap Dira membuat mata Rima langsung berkaca-kaca.
“Dan ini aku lakukan karena permintaan dari Michie, istri Rein!”
Ucapan Dira barusan bagaikan tamparan keras bagi Rima. Air matanya pun langsung menganak sungai membasahi pipinya.
☘️☘️☘️
Yuuuk, tinggalkan jejak kalian semua yaaa. Like dan komentar kalian adalah semangat Author 😍😍😍
Jangan lupa untuk dukung terus karya Author dengan
Rate Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟
Like 👍
Comment 💬
Subscribe ❤️
Vote 💞
Gift 🌹☕💺
Dan Tonton iklannya 📹📽️ juga ya
__ADS_1